ilustrasi


Sering kali, seolah dokter adalah pihak yang membutuhkan daripada pasiennya.

Seorang guru menyiapkan materi untuk 20 menit itu butuh waktu 2 jam. Tapi murid diminta mengulang materi 2 menit saja enggan.

Seorang dai berjalan 6 jam perjalanan menuju ke tempat pengajian. Jamaah yg berjarak 6 menit dari lokasi kadang enggan datang.

Ada seorang dai yg rajin mengajarkan ilmu secara gratis. Meluangkan waktu yang biasa digunakan untuk bekerja atau untuk keluarga. Kemudian yang dia dapati sebagian jamaahnya adalah orang2 yg malas.

Datang, enggak. Enggak, datang.

Seorang dai bisa datang 1 jam lebih awal. mad’u datang setelah setengah jam pengajian.

Sungguh kita yang membutuhkan ilmu agama. Dia menyelamatkan kehidupan kita di dunia dan diakherat.

Kenapa pengetahuan tentang agama kita gitu2 saja?. Kemungkinan besar karena malas.

Malas itu penyakit.

Salah satu tanda keberkahan yang dimiliki oleh para penuntut ilmu adalah sikap rajin dan bersemangat.

Sadarilah, syukurilah…banyak orang diluar sana yang sangat mengidam2kan sentuhan dakwah seperti yang anda miliki.

Cinta membangkitkan gairah. Cinta kepada ilmu juga.

Jangan remehkan belajar Bahasa Arab. Pelajarilah walau harus dengan cara membayar.

Penyesalan yang selalu saya sesali jika mengingatnya. Dulu jaman kuliah ada seseorang mengajarkan Bahasa Arab di masjid, tempat saya tinggal. Dan saya tidak ikut.

Penuntut ilmu punya waktu khusus untuk belajar. Membaca, menghafal, mengulang, menyusun rangkuman, menandai buku/kitab yg dibacanya. Dan seterusnya.

Sehari 30 menit, 1 jam, 2 jam. Disesuaikan kemampuan.

Orang kalo sudah niat pasti sempat. Pasti….

Carilah seorang guru. Jika sudah ada guru, jangan sia siakan.

Hormatilah guru, berikan hadiah, minimal dengan menunjukkan semangat belajar yang akan membuatnya semakin bersemangat mengajar.

Doakan dirimu, juga gurumu.

Aris Diansah

(nahimunkar.com)

(Dibaca 720 kali, 1 untuk hari ini)