Istanbul. Ada peristiwa yang tidak banyak diliput oleh media pada acara konferensi OKI beberapa hari lalu di Istanbul Turki. Dalam sebuah sesi, President Turki Recep Tayyip Erdogan menghindar dari bersalaman dengan utusan delegasi kudeta Mesir, Menlu Sameh Syukri yang menggantikan As-Sisi. Seperti yang dilansir oleh laman Islammemo.cc.

Kejadian bermula ketika Syukri menyampaikan pidato sebagai tuan rumah KTT OKI sebelumnya dan menyerahkan pelaksanaan ini kepada Erdogan. Namun dalam kalimat penutupnya, Syukri hanya menyebut nama Presiden Turki dan enggan menyebut nama Recep Tayyip Erdogan.

Usai serah terima secara lisan, pidato Syukri akhirnya ditutup dan Erdogan maju ke tempat pimpinan sidang untuk memandu jalannya KTT. Namun menariknya, Erdogan tidak mengindahkan keberadaan Syukri dan menghindar untuk bersalaman dengannya.

Peristiwa ini langsung ramai dibicarakan kalangan aktivis media sosial di Turki. Sikap Erdogan ini paling tidak memberikan gambaran bahwa dirinya masih menolak rezim kudeta yang menggulingan Mursi selaku presiden Mesir yang sah dan konstitusional.

Konferensi Tingkat Tinggi OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) digelar di Istanbul pada tanggal 10-15 April 2016 kemarin. Acara itu diikuti lebih dari 50 negara Arab dan Muslim. Sebelumnya sempat tersiar kabar, Presiden Kudeta Mesir, Abdul Fattah As-Sisi dijadwalkan akan hadir, namun dikarenakan hubungan kedua negara yang masih memburuk maka rencana itu dibatalkan.

Sumber: middleeastupdate.net/April 18, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.399 kali, 1 untuk hari ini)