.

 

Sudah ada rekomendasi MUI tahun 2005 tentang sesatnya Ahmadiyah dan LDII, namun Jusuf Kalla waktu jadi Wapres-nya SBY justru menggagalkan akan diumumkannya pelarangan Ahmadiyah oleh Depag, Kejagung, dan Polri tahun 2008. Hingga atas “jasa buruk” JK itu sampai kini Ahmadiyah belum dilarang, walau jelas-jelas menodai Islam.

Mari kita simak Rekomendasi MUI untuk Pembubaran Ahmadiyah, LDII dan sebagainya.

MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan sebagainya agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat.

Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah.

MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

Tindakan buruk Jusuf Kalla yang sengaja menjegal akan diumumkannya perlarangan Ahmadiyah oleh Depag, Kejaksaan Agung, dan Polri tahun 2008 itu bermakna membela pengikut agama nabi palsu Ahmadiyah. Itu atas bisikan (buruk yakni tingkah syetan) Azyumardi Azra dari UIN Jakarta. (Lihat artikelCawapres Jusuf Kalla dan Ar-Rajjal Sang  Pembela Nabi Palsu https://www.nahimunkar.org/cawapres-jusuf-kalla-dan-ar-rajjal-sang-pembela-nabi-palsu/

JK (Jusuf Kalla) bukan hanya membela pengikut nabi palsu, namun juga minta dukungan kepada aliran sesat LDII untuk pilpres 2009.  Apa hasilnya ? Walaupun telah didoakan oleh « ulama » aliran sesat LDII, namun ternyata JK keok dalam plipres 2009. (lihat JK Minta Dukungan Aliran Sesat LDII untuk Piplres 2009 dan Keok – See more at: https://www.nahimunkar.org/jk-minta-dukungan-aliran-sesat-ldii-untuk-piplres-2009-dan-keok/#sthash.asXglBov.dpuf)

Tampaknya JK (yang sudah cukup tua 72 tahun, dan telah berjanji akan pulang kampong dan membangun masjid ini tahu-tahu) justru akan mengulangi keoknya (?) lagi, dengan mencawapreskan diri untuk diusung PDIP degan capres Jokowi. Pantas saja, baik Jokowi maupun JK kini beredar videonya tentang ucapan-ucapan bohongnya. Videonya beredar luas tentang itu. Masih pula JK dikenal sebagai pembela aliran sesat Ahmadiyah dan syiah sebagaimana diuraikan dalam tulisan Cawapres Jusuf Kalla Pembela Aliran Sesat Ahmadiyah dan Syiah – See more at: https://www.nahimunkar.org/cawapres-jusuf-kalla-pembela-aliran-sesat-ahmadiyah-dan-syiah/#sthash.lgizQevZ.dpuf

Apakah JK ingin mengulangi minta dukungan kepada aliran sesat LDII yang kini sedang gonjang-ganjing lantaran para pentolan LDII harus membayar duit yang mereka tilep atas nama bisnis Maryoso ratusan miliar itu? Dan apakah JK mau minta didoakan oleh “ulama” aliran sesat LDII yang kini jamaahnya saja sudah banyak yang tidak percaya kepadanya, hingga menurut mantan muballigh LDII (kelahiran Makassar tinggal di Jakarta) sudah 3.000 orang yang keluar dari LDII?

Mungkin JK dan LDII kini sama-sama galau (menurut bahasa gaul anak muda).  Sedang JK dan Jokowi sama-sama dikenal sebagai pembohong, menurut video yang beredar luas.

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 6.911 kali, 1 untuk hari ini)