.

 

Diberitahu tentang pelarangan Ahmadiyah, Jusuf Kalla sebut sebagai melanggar konstitusi. Disebutkan sesatnya Syi’ah, malah disebut sebagai fitnah dari Wahabi.

Kalau begitu cara pandang Jusuf Kalla, berarti yang memfatwakan Syiah itu sesat menyesatkan, yakni MUI Jawa Timur yang gudangnya orang NU itu Wahabi? Lantas, KH Ma’ruf Amin ketua MUI Pusat yang kyai NU dan mendukung serta menyatakan sahnya fatwa MUI Jawa Timur tentang sesatnya syiah itu juga wahabi ?

Membela aliran sesat dengan cara asal bunyi (asbun) seperti itu, menunjukkan bahwa Jusuf Kalla ini tidak layak untuk menjadi pemimpin yang benar. Kecuali kalau pemimpin yang menjerumuskan manusia kepada kesesatan yang jurusannya neraka, itu lain soal. Apakah memang begitu?

Mengenai pembelaan Jusuf Kalla terhadap aliran sangat sesat yakni Ahmadiyah, dapat dibaca di dalam artikel berjudul Cawapres Jusuf Kalla dan Ar-Rajjal Sang  Pembela Nabi Palsu – See more at: https://www.nahimunkar.org/cawapres-jusuf-kalla-dan-ar-rajjal-sang-pembela-nabi-palsu/#sthash.xT2iH2Uz.dpuf

Berikut ini tentang pembelaan Jusuf Kalla terhadap aliran sesat syiah, berita dari voaislam.com.

***

Jusuf Kalla : Tudingan Syiah Sesat itu Adalah Fitnah dari Wahabi

Selain menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ketua Palang Merah Indonesia Muhammad Jusuf Kalla mengisyaratkan keberpihakannya pada syiah. Ia menyatakan akan membantu memfasilitasi warga Syiah Sampang bisa bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

JK ditemui perwakilan warga Syiah. Mereka adalah warga pengungsi Syiah yang melakukan aksi gowes Surabaya-Jakarta.

“Selepas shooting program jalan keluar tadi salah seorang penganut Muslim Syiah meminta saya untuk memfasilitasi bertemu dengan SBY,” kata Jusuf Kalla, Selasa 2 Juli 2013.

Dalam akun twitternya, mantan Wakil Presiden RI itu menyanggupi permintaan tersebut. Ia menjanjikan akan segera mengkomunikasikan permintaan tersebut kepada Presiden SBY. “Insya Allah segera akan mengkomunikasikan permintaan tersebut dalam pekan ini, walau kita tahu beliau sudah punya kesibukan yang sudah diagendakan,” kata Kalla.

Diberitahu tentang pelarangan Ahmadiyah, Jusuf Kalla sebut sebagai melanggar konstitusi. Disebutkan sesatnya Syi’ah, malah disebut sebagai fitnah dari Wahabi.

“Semua ini tidak benar (sesat dan bahayanya Syi’ah), ini hanya fitnah dan tuduhan dari Wahabi,” kata JK di kantor Dewan Masjid Indonesia, Minggu lalu (18/5/2014).

Hubungan JK sebagai Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) cukup dekat dengan para ulama Syi’ah di Iran dan DMI pada tahun 2013 sudah berencana akan kerjasama dengan Dewan Masjid Pemerintah Iran.

“Semua ini tidak benar (sesat dan bahayanya Syi’ah), ini hanya fitnah dan tuduhan dari Wahabi,” kata JK, seperti disampaikan sumber terpercaya gemaislam.com, Ahad (18/5/2014).

Seperti diketahui, hubungan JK sebagai Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) cukup dekat dengan para ulama Syi’ah di Iran, bahkan DMI pada tahun 2013 silam berencana akan kerjasama dengan Dewan Masjid Iran.

“Kami membicarakan tentang kemungkinan bagaimana menjajaki kerja sama antara Dewan Masjid Indonesia dan Dewan Masjid Iran, agar saling belajar pengelolaan masjid yang baik,” kata Jusuf Kalla di Kantor DMI Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Diberitahu tentang pelarangan Ahmadiyah, Jusuf Kalla sebut sebagai melanggar konstitusi. Disebutkan sesatnya Syi’ah, malah disebut sebagai fitnah dari Wahabi

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Inikah wala’ (loyalitas keimanan) dan bara’ (lepas diri dari kekafiran) JK sebagai ketua Dewan Masjid Indonesia yang kebanyakan programnya membenahi sound system masjid dan membela aliran sesat? [adivammar/voa-islam.com]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.724 kali, 1 untuk hari ini)