hary Tanoe0002Mu’inudinillah Basri

 Bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) – bukan orang Islam– dengan penampilan berkopiah (bahkan bersurban, gambar atas) mendapat sambutan hangat di sebuah pesantren, bahkan santri peremuan pun bersalaman dengan mencium tangannya secara tunduk. Padahal Wanita haram bersalaman dengan lelaki yang bukan mahramnya, dan Umat Islam haram merunduk-runduk kepada orang kafir  / foto brilio

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ , وَعَبْدُ الدِّرْهَمِ , وَعَبْدُ الْخَمِيصَةِ , إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ , وَإِنْ مُنِعَ سَخِطَ , تَعِسَ وَانْتَكَسَ , وَإِذَا شِيكَ فَلَا انْتَقَشَ ” وَذَكَرَ الْحَدِيثَ , أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ فِي الصَّحِيحِ والسنن الكبرى للبيهقي (10/ 414)

تعس عبد الدينار تعس عبد الدرهم تعس عبد القطيفة تعس عبد الخميلة تعس وانتكس وإذا شيك فلا انتقش إن أعطي رضي وإن يعط سخط.

Celaka hamba dinar celaka hamba dirham celaka hamba pakaian celaka hamba perhiasan celaka dan tersungkur dan jika kena duri tidak bisa melepaskan (kalau kena musibah putus asa dan tidak mampu melepaskan darinya) kalau dikasih (duit) ridha kalau tidak dikasih murka. HR Bukhori. 

Inilah penyakit paling mematikan. Dalam ayat:

{أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ} [الجاثية: 23]

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran [Al Jatsiyah:23]

“apa engkau tidak perhatikan orang yang menjadikan hawa mafsunya sesembahannya, Allah menyesatkannya dalam kondisi berilmu, Dia menutup pendengarannya dan hatinya, dan menjadikan sumbatan di matanya.siapa yang bisa menunjukinya setelah Allah. AL JATSIYAH AYAT 23

Rakus terhadap dunia, lupa akherat, lalai sorga neraka menjadikan munculnya keanehan sikap dan tingkah laku tanpa batas. (Titel) Prof dr kyai tidak ada gunanya. Menjual aqidah, menjilat semua yang punya duit dan kekuasaan walaupun iblis.

 Lihat saja orang kafir tiba tiba dijadikan ulama dan kyai sampai sampai para santri rebutan mencium tangannya sambil ruku’. Yaa Allah jaga hati ulama kami dari penyakit cinta dunia.

***

الجامع الصحيح للسنن والمسانيد (4/ 206)

(خ) , وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم -: ” تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ (1) وَالْخَمِيصَةِ (2) إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ , تَعِسَ وَانْتَكَسَ (3) وَإِذَا شِيكَ (4) فلَا انْتَقَشَ (5) ” (6)

__________

(1) القطيفة: كساء أو فِراش له أهداب.

(2) الخميصة: ثوب أسود أو أحمر له أعلام.

(3) انتكس: انقلب على رأسه وهو دعاء عليه بالخيبة والخسران.

(4) أَيْ: شَاكَتْهُ شَوْكَة.

(5) أَيْ: إذا دخلت في جلده شوكة , فلا أخرجها من موضعها.

(6) (خ) 2730 , 6071 , (ت) 2373 , (جة) 4136

***

Larangan Memilih Pemimpin Non Muslim

Seperti kita yakini bahwa Dienul Islam adalah satu-satunya agama yang mengatur aspek kehidupan termasuk bernegara dan memilih pemimpin. Islam mengajarkan pemeluknya untuk memilih pemimpin yang beriman, jujur dan adil, sebaliknya Islam melarang ummatnya untuk memilih pemimpin kafir meskipun jujur dan adil.

Sehubungan dengan hal di atas terdapat firman Allah :

لآ يَتَّخِذُ المُؤْمِنُوْنَ الكَافِرِيْنَ أَوْلِيآءَ مِنْ دُوْنِ المُؤْمِنِيْنَ

Janganlah Mu`minin menjadikan orang-orang kafir sebagai sahabat lebih dari Mu`minin … (ali-Imran 28)

Maksud ayat ini orang Mu`min tidak boleh bersahabat akrab dengan orang orang kafir, yang mana persahabatannya itu melebihi persahabatannya dengan sesama Mu`min, atau dengan kata lain ia lebih mempercayai orang kafir daripada orang Mu`min sendiri .

Larangan bersikap luwes kepada orang kafir ini hanya terbatas pada hal-hal yang prinsip saja, dalam hal hal yang bukan prinsip kita tidak dilarang bermuamalah dengan mereka sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi saw.

Bersikap lemah lembut dan luwes ( dalam hal hal yang prinsip) kepada mereka ini hanya akan merugikan kita tetapi mengun tungkan mereka, sebab pada hakikatnya mereka itu tidak menyukai kita dan akan selalu berupaya memperdayakan kita sebagaimana firman-Nya :

يآ اَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَتَخِذُوْا بِطَانَةً مِنْ دُوِنِكُمْ لاَ يَاْلُوْنَكُمْ خَبَالاً وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ البَغْضَاءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُوْرُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمْ الآيَاتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman ! Jangan kamu anggap sebagai sahabat karib lain daripada (golongan) kamu, mereka tidak putus-putus berikhtiar mrncelakakan kamu, mereka menyukai apa-apa yang menyusahkan kamu, sesungguhnya kebencian telah terbit dari mulut mereka, tetapi apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar. Kami telah terangkan tanda-tanda kepada kamu jika kamu mau berpikir ( ali Imran 118)

Kalau menjadikan sahabat saja sudah dilarang, maka mengangkat atau memilih mereka sebagai pemimpin jelas lebih terlarang sebagaimana yang diisyaratkan pada firman-Nya di ayat lain :

يآ اَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَتَخِذُوْا الْكَافِرِيْنَ أَوْلِيآءَ مِنْ دُوْنِ المُؤْمِنِيْنَ

Hai orang yang beriman ! Jangan kamu jadikan orang-orang kafir itu sebagai ketua (pemimpin) padahal mereka bukan dari kaum Mu`min ….. (an-Nisaa` 144)

Selanjutnya  Allah juga berfirman :

يآ اَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَتَخِذُوْا اليَهُوْدَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيآءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيآءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَهُمْ مِنْكُمْ فَاِنَّهُ مِنْهُمْ

Hai orang yang beriman ! Jangan kamu jadikan yahudi-yahudi dan nashara itu sebagai ketua-ketua; sebagian dari mereka itu (hanya pantas) menjadi ketua bagi se bagiannya, karena barangsiapa di antara kamu menjadikan mereka sebagai ketua-ketua maka sesungguhnya ia (jadi) sebagian dari mereka …..(al-Maidah 51)

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang Islam yang menjadikan orang Yahudi/ Kristen sebagai pemimpin kedudukkannya sama seperti mereka .

Sehubungan dengan larangan bersahabat karib dan mengangkat orang kafir sebagai pemimpin terdapat riwayat bahwa Umar bin Khaththab pernah memerintahkan untuk memecat salah seorang kafir dzimmi yang bertugas sebagai katib/sekretaris di Yaman (Lihat Tafsir al-Ahkamul Qur`an – Ibnu Arabi)

Kejadian di atas sebagai bukti bahwa para sahabat dulu mempunyai sikap yang tegas tanpa kompromi terhadap orang-orang non Muslim yang pada hakikatnya merupakan mu suh kita.

Secara umum ayat ayat di atas memberi peringatan kepada kita agar tidak menjadikan non Muslim sebagai sahabat karib, apalagi mengangkat mereka sebagai pemimpin kita , baik dalam organisasi apa lagi sebagai pemimpin negara, karena mereka itu hanya bermuka manis kepada kita, pada hal dalam hati mereka membenci kita. Mereka ini senang kalau kita mendapat kesulitan, tetapi akan timbul kedengkiannya kalau kita mendapat kesenangan sebagaimana diterangkan Allah pada firman-Nya :

اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِئَةٌ يَفْرَحُوْا بِهَا وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لاَ يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا

Jika kamu mendapat kebaikan, mereka susah, dan jika bahaya mengenai kamu mereka akan senang, tetapi jika kamu sabar dan berbakti, maka tipu daya mereka itu tidak akan menyusahkan kamu sedikit jua …… (ali Imran 120)

Jadi kepada mereka itu kita harus mengambil sikap tegas seperti yang dicontohkan Nabi saw :

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ وَاللَّذِيْنَ مَعَهُ أَشِدّاءُ عَلَى الكُفَارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ …….

Muhammad itu pesuruh Allah dan orang-orang yang besertanya keras terhadap kafir-kafir, tetapi bersifat kasih di antara mereka …..(al-Fath 29)

Orang kafir yang terkadang kelihatan baik itu sebenarnya punya niat tersembunyi untuk menyeret kita kepada ajaran mereka. Allah swt berfirman :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ اليَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Dan orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan rela kepadamu sehingga engkau turut ajaran mereka ….. (al-Baqarah 120)

Mereka yang sengaja melanggar larangan Allah di atas dan tetap bermesra mesraan dengan orang-orang kafir mendapat ancaman siksa sebagaimana firman-Nya :

وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِيْ شَيْئٍ اِلاَ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِرُكْمُ اللهُ نَفْسَهُ

….. dan barangsiapa berbuat begitu, maka tidaklah ia mendapat penjagaan da ri Allah sedikitpun, tetapi hendaklah kamu menjaga diri (dengan) satu penjagaan yang betul dan Allah ancam kamu dengan siksaan dari diri-Nya ….. (Ali Imran 120)

Yang dimaksud menjaga diri dari mereka itu ialah memelihara diri / iman kita dari ancaman mereka (orang kafir), artinya kalau suatu saat kita terpaksa harus mengganggap mereka sebagai pemimpin – karena kalau tidak mereka akan menganiaya kita, – maka pada kondisi tersebut kita dibolehkan tunduk pada kemauan mereka secara zhahir bukan batin, yaitu di mulut kita menuruti kemauannya tetapi hati kita tetap penuh dengan iman.

Sehubungan dengan ini Allah berfirman :

مَنْ كَفَرَ بِاللهِ مِنْ بَعْدِ اِيْمَانِهِ اِلاَ مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالإيْمَانِ وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَطِيْمٌ

Barangsiapa tidak percaya kepada Allah sesudah beriman, kecuali orang yang dipaksa, sedangkan hatinya tetap dalam keimanan. Tetapi barangsiapa hatinya terbuka dengan kekufuran maka atas merekalah kemarahan dari Allah dan bagi mereka adzab yang besar (an-Nahl 106)

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang yang terpaksa kufur (mengikuti orang kafir) tetapi hatinya tetap beriman tidak termasuk kafir yang akan mendapat siksa dari Allah.

Kesimpulan

  • Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin/sahabat hukumnya haram
  • Mereka yang melanggar larangan tersebut akan mendapat siksa yang pedih
  • Orang Mu`min hanya boleh dipimpin oleh sesama Mu`min sebagaimana firman Allah:

اِنَّمَا وَلِيُّكُمْ اللهُ وَرَسُوْلُهُ وَاللَذِيْنَ آمَنُوْا يُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكَاةَ وهُمْ رَكِعُوْنَ

Tidak ada ketua bagi kamu melainkan Allah dan Rasul-Nya dan Mu`minin yang mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat dan mereka termasuk orang-orang yang tunduk kepada Allah (al-Maidah 55)

Sumber : Konsulagamaislam – Tuesday, 10 March 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.207 kali, 1 untuk hari ini)