Cenderung kepada Si Zalim Saja Diancam Neraka, Bagaimana Lagi Pelaku Zalimnya


Ilustrasi foto/ytb

Quran Surat Hud Ayat 113

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Terjemah Arti:

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

Tafsir Quran Surat Hud Ayat 113

113. Dan janganlah kalian cenderung kepada orang-orang kafir yang zalim itu, baik dengan cara berdamai atau berkasih sayang dengan mereka. Karena kecenderungan itu bisa membuat kalian terancam dengan api Neraka. Dan kalian tidak memiliki pelindung yang dapat menyelamatkan kalian dari api Neraka selain Allah. Kemudian kalian tidak akan menemukan seseorang yang dapat menolong kalian.

[Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)]

***

113. وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا۟ (Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim) Kecenderungan kepada orang-orang zalim yang dilarang adalah dengan merasa rela atas apa yang dilakukan oleh orang-orang zalim, atau membaik-baikkan dan menghiasi jalan kezaliman itu bagi orang lain, serta ikut berbuat dalam perbuatan tersebut. Adapun ikut campur urusan mereka untuk menolak kemudharatan dan mendatangkan manfaat maka ini tidak termasuk dalam kecenderungan ini.


فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ(yang menyebabkan kamu disentuh api neraka) Karena kecenderungan kepada mereka.


وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ(dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah) Yakni kalian disiksa dengan api neraka karena tidak ada yang dapat menolong kalian, bahkan orang-orang yang kalian cenderungi itu.


ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ(kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan) Yakni kalian tidak akan mendapatkan seorangpun yang dapat menolong kalian dari Allah.

[Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah]


***

Dan selain itu, janganlah kamu menjadi lemah semangat, sehingga cenderung tunduk atau loyal kepada orang yang zalim yang tingkah laku mereka melampaui batas, merampas hak orang lain, atau menghalalkan segala macam cara yang dilarang oleh agama.
Jika kamu loyal atau mengikuti tingkah laku orang-orang zalim tersebut, maka perbuatan itu akan menyebabkan kamu ditimpa api neraka bersama dengan mereka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan untuk menghindar dari azab itu. Tidak ada yang kuasa mendatangkan manfaat selain Allah, dan tidak ada yang bisa menolak kemudaratan selain Allah. Setelah diperintahkan untuk istikamah dalam melaksanakan ajaran agama dan memiliki pendirian teguh, maka ayat berikut ini diperintahkan melaksanakan shalat serta beramal saleh, karena amaliah tersebut dapat menghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana firman-Nya: dan laksanakanlah shalat dengan teratur dan benar sesuai dengan ketentuan agama, baik syarat, rukun, dan sunah-sunahnya pada kedua ujung siang, yakni pagi dan petang atau shalat subuh, zuhur dan asar dan pada bagian permulaan malam yaitu shalat magrib, isya, dan shalat sunah seperti tahajud dan witir. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu seperti shalat sebagaimana disebutkan di atas, zakat, sedekah, zikir, istigfar, dan amal ibadah lainnya dapat menghapus kesalahan-kesalahan dan dosadosa kecil yang telah dilakukan, lantaran perbuatan itu tidak mudah dihindari. Adapun dosa besar, harus disertai dengan tobat yang tulus. Itulah peringatan yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang siap menerimanya dan selalu mengingat Allah.

[ Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI]

Referensi: https://tafsirweb.com/3605-quran-surat-hud-ayat-113.html

***

تفسير السعدي = تيسير الكريم الرحمن (ص: 391)

وإذا كان هذا الوعيد في الركون إلى الظلمة، فكيف حال الظلمة بأنفسهم؟!! نسأل الله العافية من الظلم.

Dan jika ancaman (neraka) ini adalah mengenai kecenderungan terhadap yang zalim, maka bagaimana lagi keadaan pelaku kezaliman itu sendiri? Kami mohon kepada Allah selamat dari kezaliman. (Tafsir As-Sa’di).

(nahimunkar.org)

(Dibaca 160 kali, 1 untuk hari ini)