Ceramah di Masjid Diawasi, Zaman Para Perintis Kemerdekaan

  • HEBOH! Film Tahun 1977 “Para Perintis Kemerdekaan”, Dinilai Deja Vu Seperti Kondisi Saat Ini



Di sosial media lagi ramai mengulas film berjudul “Para Perintis Kemerdekaan”.

Film yang dirilis pada tahun 1977 ini dinilai seperti dejavu kejadian saat ini, dimana ceramah di masjid diawasi.

“Dejavu keadaan sekarang, udah terjadi di film tahun 1977 ini.

Jika esok ada aparat yang bertugas awasi ceramah, mungkin beginilah ilustrasinya. Di film ini juga, diceritakan bagaimana ulama yang berkiblat pada penguasa.

Simbiosis mutualisme antara ulama dan penguasa dalam hubungannya. Ulama akan meracuni umat dengan ajaran yang mengikuti kebijakan penguasa, atas dukungan ulama itu penguasa akan melakukan apapun agar si ulama tetap menjadi rujukan.

Kalau ada ulama yang akan menyaingi ulama penguasa, maka akan ditangkap dan diasingkan.

Bener2 menggambarkan apa yang terjadi saat ini,” kata pegiat sosial media, Setiawan Budi, di akun facebooknya, Rabu (4/12/2019)

***

[Dari wikipedia]

“Para Perintis Kemerdekaan” adalah film Indonesia yang yang dirilis pada tahun 1977 dengan disutradarai oleh Asrul Sani. Film ini dibintangi antara lain oleh Mansyur Syahdan dan Cok Simbara.

Film ini dinominasikan sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 1980.

Sinopsis:
Penangkapan Haji Jalaluddin (Mansyur Syahdan) saat berkhutbah membekas di hati para pengikutnya, termasuk Hamid (Cok Simbara) dan Halimah (Mutiara Sani).

[Video – Cuplikan Film]

 

 

https://youtu.be/wO9D8FrzY74

 

portal-islam.id, 04 Desember 2019

 

***

Apa Itu Deja Vu

 

Kata deja vu diambil dari bahasa Perancis, secara harfiah deja vu artinya “pernah dilihat”. Jadi, arti deja vu adalah suatu perasaan ketika seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Sebagian orang mengasosiasikan deja vu dengan gangguan pada otak sedangkan lainnya menghubungkan deja vu dengan kehidupan lain di masa lalu. Pada suatu waktu, Anda mungkin pernah mengalami hal ini./ DokterSehat.Com

 

(nahimunkar.org)