Foto: Sukma Indah P/detikcom


Yogyakarta – Istri Siyono, Suratmi bersama 3 anaknya menemui Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas di Yogyakarta. Suratmi menceritakan kesedihan atas meninggalnya sang suami dan dua gepok uang yang meresahkannya.

“Saya minta bantuan atas perkara suami saya. Kematiannya tidak wajar, saya minta bantuannya,” tutur Suratmi dengan suara terbata-bata.

Pertemuan ini berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jalan Cik Ditiro, Selasa (29/3/2016). Selain pengurus PP Muhammadiyah, hadir pula Komisioner Komnas HAM Siane Indriani. Suratmi menggendong anaknya. Wanita bercadar ini mengatakan dia awalnya diajak ke Jakarta oleh beberapa orang untuk menjenguk suami.

Dia diinapkan di sebuah hotel dan diberi kabar suaminya meninggal dunia. Hatinya kalut dan kebingungan.

“Saya langsung salat istikharah. Saya bingung,” imbuhnya.

Kemudian datang dua orang perempuan yang diketahui Suratmi bernama Ayu dan Lastri mendatanginya di hotel. Kedua perempuan ini memberikan segepok uang kepada Suratmi sambil memintanya untuk ikhlas dengan kematian suaminya.

“Bu Ayu mengatakan ini sudah takdir, saya harus ikhlas,” kata Suratmi menirukan Ayu.

Busyro kemudian bertanya, “Bu Ayu itu siapa?”

“Saya tidak tahu, dia nggak pakai seragam. Tapi sepertinya polwan,” jawab Suratmi. Suratmi mengaku baru berkenalan dengan Ayu saat bertemu di hotel tersebut.

“Itu uang dari mana, untuk apa?” Busyro kembali bertanya.

“Katanya satu (gepok) untuk biaya pemakaman jenazah, yang satu lagi untuk anak-anak,” jawab Suratmi.

Keberadaan uang yang dibungkus koran dan terlilit lakban cokelat ini membuat Suratmi tidak tenang. Dia semakin bertanya-tanya ada apa di balik kematian suaminya. Bungkusan uang itu tak dibukanya hingga saat ini.

“Ini yang kecil juga lalu mengigau, ‘abah tembak, abah tembak’,” kata Suratmi sambil terisak.
(sip/try)

Oleh Sukma Indah Permana/detik.com/Selasa 29 Mar 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.631 kali, 1 untuk hari ini)