Ilustrasi : valloria – DeviantArt


Kleting Kuning, gadis ga’ cakep ngunggah-unggahi (biar dilamar) pihak Istana Kraton.

Dia pakai pupur (bedak) dari delek tai ayam, biar bau busuk.

Aneh, kenapa itu?

Agar ketika berjalan menuju Istana Kraton demi ngunggah-unggahi (biar dilamar) pihak Istana Kraton, ketika harus menyeberang sungai tidak diseberangkan oleh lelaki hidung belang bernama Yuyu Kangkang yang suka memaksa menciumi wanita yang diseberangkan kali.

Jadi Kleting Kuning menghindari sengak-sengoknya ciuman Yuyu Kangkang.

Beda dengan wanita2 ayu2 yang pakai bedak pupur wangi, diseberangkan Yuyu Kangkang, dan mau saja disengak sengoki ciuman lelaki hidung belang Yuyu Kangkang itu.

Pada giliran dites di Istana Kraton, ternyata Kleting Kuning yang pakai bedak pupur dari delek lencung tai ayam hingga tidak diciumi Yuyu Kangkang ini (padahal kurang cakep dan bau busuk) justru terpilih sebagai gadis yang dilamar Istana Kraton (yang relatif masih menjunjung akhlaq mulia). Karena Kleting Kuning dinilai masih suci, bukan sisa Yuyu Kangkang lelaki hidung belang.

Begitu konon ceritanya, dengan dimodifkasi.

(Yang ayu2 tapi geleman mau saja digini gitukan lelaki– itu dari dulu sebenarnya tidak ada harganya. Lebih-lebih di akherat kelak, bila ga’ bertobat sebelum mati. Maka sadarlah wahai manusia…).

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.208 kali, 1 untuk hari ini)