Kartu Sehat_846523472

Miris saat mendengar kejadian yang menimpa seorang bayi bernama Dera Nur Anggraini yang meninggal setelah ditolak oleh 8 Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan yang memadai. Padahal sebelumnya orang tua bayi ini sangat berharap dengan adanya program Kartu Jakarta Sehat yang telah dimilikinya pasti diterima di berbagai Rumah Sakit.

Namun kenyataannya 8 rumah sakit menolaknya dengan alasan kamar penuh. Lebih menyedihkannya 4 diantaranya adalah Rumah Sakit Pemerintah yaitu RS Cipto Mangunkusumo, RS Fatmawati, RS Pasarebo dan RS Harapan Kita. Sisanya adalah Rumah Sakit Swasta semacam Rumah Sakit Pertamina, Rumah Sakit Budi Asih, RS Asri dan RS Tria Dipa.

Ahok, yang sempat dikonfirmasi oleh merdeka.com juga menyatakan keprihatinnya soal kasus Dera. Semakin kecewa lagi saat mengetahui bayi yang lahir premature tersebut ternyata telah ditolak delapan rumah sakit, dengan alasan tidak ada kamar dan tidak sanggup membayar down payment (DP) rumah sakit sebesar Rp15 juta.

Kedepannya, Pemprov DKI akan meningkatkan jumlah ruang rawat inap kelas III di RS seluruh Jakarta yang saat ini tidak sebanding dengan jumlah warga miskin di Ibukota. Sehingga sering kali ruang rawat inap kelas III penuh, dan terjadi penolakan pasien.

Akhirnya warga Jakarta mulai mempertanyakan sejauh mana jaminan Jokowi tentang kesaktian Kartu Jakarta Sehat. Semoga KJS ini bukan hanya angin surga belaka, sementara rakyat jelata tetap menderita. Jangan sampai program unggulan dan bermanfaat seperti ini malah “mempermalukan” seorang Jokowi yang telah berkomitmen untuk membangun Jakarta yang lebih baik.

Semoga apa yang dicanangkan oleh pak Ahok juga cepat terealisasi, bahwa setiap rumah sakit di Jakarta harus memiliki ruang kelas III lebih banyak dari kelas lainnya, walaupun untuk RS swasta tidak dapat dipaksakan. Dan semoga tidak ada lagi korban seperti Dera…

Tragis!

Diposting Tanggal 18 Februari 2013 15:24 Oleh : Doni , DKI JAKARTA/ http://indonesiaku.lintas.me/go/ceritamu.com

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 1.528 kali, 1 untuk hari ini)