Dua puluh orang dilaporkan tewas usai tembakan Israel mengenai sekolah UNRWA di Jabaliya, Gaza. Di dalam sekolah tersebut, terdapat 3.300 orang yang mengungsi untuk menghindari pertempuran antar tentara Israel versus pejuang Hamas.


Saat diwawancara Aljazeera berbahasa Arab pada Rabu, Chris Gunnes tampak tak bisa mengendalikan dirinya. Chris menutupi wajahnya dengan telapak tangan kanan sambil tersedu meratapi bocah-bocah Palestina yang terbunuh karena kekejaman tentara zionis Israel dikutip dari Russian Today.

“Hak semua rakyat Palestina, bahkan anak-anak mereka benar-benar diabaikan,”ujar Chris dalam pernyataan resminya sebelum meratap di depan kamera.

Sadar telah menangis di depan kamera, Chris lantas memberikan keterangannya. “Ada waktu dimana air mata dapat lebih menjelaskan ketimbang kata-kata. Sebuah kondisi yang tak bisa dibandingksn di Gaza,”ujar Chris kepada Reuters.

Sementara itu, Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krahenbuhl mengungkapkan, para pengungsi yang tinggal di sekolah tersebut merupakan mereka yang diperintahkan untuk pergi dari rumahnya oleh tentara Israel.

Tak hanya itu. Pierre menegaskan, UNRWA telah memberi lokasi pasti sekolah dasar perempuan Jabalia kepada militer Israel.

“Kami sudah berkomunikasi 17 kali untuk memastikan perlindungan. Terakhir, kami berkomunikasi pada pukul 08.50 malam, satu jam sebelum penembakan terjadi,”ujarnya. (*reuters/ROL)

 

By: @atjehcyber —

(nahimunkar.com)

(Dibaca 231 kali, 1 untuk hari ini)