Chairunnisa

Jakarta (SI Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya menonaktifkan tersangka kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi, Chairunisa, dari jabatannya sebagai Bendaraha MUI sejak Selasa (8/10/2013) hari ini.

Ketua MUI, KH Amidhan mengatakan, penonaktifan Chairunisa tersebut dilakukan agar MUI tak lagi dipautkan dengan kasus suap yang kini menjadi berita menghebohkan tersebut.

“Mulai Selasa hari ini, Ibu Chairunisa resmi dinonaktifkan. Artinya, dia secara de jure bukan lagi bendara MUI. Ini supaya tak ada lagi berita terkait suap MK yang menyebutkan Chairunisa sebagai bendara MUI,” kata Hamidan, Selasa (8/10/2013).

Sebenarnya, kata Hamidan, Chairunisa sudah sejak lama tak lagi aktif dalam bebagai rapat maupun kegiatan MUI. Sejak tiga tahun ke belakang, persisnya pertengahan 2011, Chairunnisa tak aktif.

“Dia sebenarnya sudah tiga tahun terakhir tak lagi aktif. Jadi, surat penonaktifan dia yang kami keluarkan Selasa ini, hanya sebagai prosedur keorganisasian saja,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Chairunisa, anggota Komisi II DPR dari Partai Golkar, tertangkap tangan oleh KPK diduga memberikan sejumlah uang kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dalam kasus sengketa pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Selain sebagai Bendahara MUI periode 2010-2015, Chairunisa juga diangkat sebagai Bendahara LPPOM MUI Pusat.

Mengenai posisi Chairunisa sebagai Bendahara LPPOM, Kepala Bidang Informasi Halal Farid Mahmud pernah mengungkapkan kepada Suara Islam Online, lembaga sertifikasi halal ini akan mengikuti keputusan MUI. Selama ini, kata Farid, Chairunisa memang tidak terlalu aktif. “Yang aktif adalah Pak Zuhdi, yang sehari-hari bisa kita temui di LPPOM MUI Pusat,” katanya baru-baru ini.

red: shodiq ramadhan/dbs

***

(nahimunkar.com)

(Dibaca 950 kali, 1 untuk hari ini)