Rabu, 17 September 2014 – 10:30 WIB

Hidayatullah.com–Sebanyak 35 orang dilaporkan ditangkap dalam tindakan keras terbaru di Urumqi. Demikian lapor World Bulletin.

Pihak berwenang China di daerah otonomi Xinjiang telah melakukan sejumlah serangan terhadap sekolah-sekolah Qur’an di wilayah Ibu Kota Urumqi, dan menangkap 35 orang.

Menurut sumber media China, 190 anak-anak ‘diselamatkan’ dari 26 sekolah Qur’an ‘rahasia’ yang dikelola oleh dan diperuntukkan untuk komunitas Muslim Uighur.

Penggerebekan itu dilakukan China untuk melajutkan tindakan keras terhadap kelompok-kelompok yang ia tuduh dengan istilah ‘radikal dan separatis’ di kawasan itu, yang tentu saja dimaksudkan pada umat Islam Uighur.

Kaum Muslim Uighur menganggap Xinjiang sebagai tanah air mereka, yang mereka sebut sebagai Turkistan Timur, yang berada di bawah pendudukan China.

Xinjiang telah terganggu dengan meningkatnya kekerasan antara etnis Uighur, yaitu penduduk yang berbicara dalam bahasa Turki, dan Han pemukim beretnis China.

Kelompok Uighur menyalahkan  pemerintah komunis China sebagai penyebab meningkatnya ketegangan, yang menindas kebudayaan dan agama mereka.

Di bulan suci Ramadhan, pemerintah setempat melarang puasa dan memaksa umat Islam di wilayah tersebut untuk makan dan minum di siang hari.

Pendidikan agama, dan menampilkan ajaran agama di ranah publik juga dilarang oleh rezim komunis.*

 

Rep: Abdullah al-Musthofa

Editor: Cholis Akbar

***

Allah Ta’ala berfirman,

فمن اعتدى عليكم فاعتدوا عليه بمثل ما اعتدى عليكم، واتقوا الله ، واعلموا أن الله مع المتقين

Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketauhilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa”. [QS. Al-Baqarah:194]

Perintah al-taqwa dalam ayat ini menjadi dalil akan keharusan adanya kesamaan dalam menuntut balas atau melakukan pembelaan (al-mumatsalah) dan pentahapan (at-tadarruj) dalam pelaksanaannya, mulai dari yang paling ringan dan mudah, hingga yang paling sulit dan berat konsekuensi, seperti membunuh.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

من قتل دون دينه فهو شهيد، ومن قتل دون دمه فهو شهيد، ومن قتل دون ماله فهو شهيد، ومن قتل دون أهله فهو شهيد (رواه أصحاب السنن الأربعة)

Siapa saja yang terbunuh karena membela agamanya maka ia syahid, siapa saja yang terbunuh karena membela jiwanya maka ia syahid,   siapa saja yang terbunuh karena membela hartanya maka ia syahid, dan siapa saja yang terbunuh karena membela kehormatan keluarganya maka ia syahid” [HR. Abu Daud; At-Tirmidzi; An-Nasai; Ibnu Majah]

(br/nahimunkar.com)

(Dibaca 603 kali, 1 untuk hari ini)