Pihak berwenang China telah menembak mati sedikitnya 26 Muslim Uighur di wilayah gurun di Turkistan Timur

Nasib Muslim Uighur Sudah Seperti Muslim Rohingya

PIHAK berwenang China dikabarkan telah mengerahkan tentara dan polisi khusus untuk menyerang rumah-rumah Muslim Uighur. Kabar yang santer terdengar bahwa mereka juga membunuh para warga dengan bebasnya.

***

Firman Allah Ta’ala:

{وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ } [البروج: 8]

8. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, (QS AL-BURUJ/ 85: 8)

{لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا} [المائدة: 82]

82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS AL-MAAIDAH: 82.)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. AN-NASA-I (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS AN-NISAA’/4: 93)

Inilah beritanya.

***

Polisi China Tembak Mati 26 Muslim Uighur di Yilkiqi

KASHGAR, TURKISTAN TIMUR – Pihak berwenang China telah menembak mati sedikitnya 26 Muslim Uighur di wilayah gurun di Turkistan Timur (Daerah Otonomi Uyghur), menuduh mereka melakukan kegiatan ‘terorisme’ dan keagamaan ilegal, dalam kekerasan terbaru di wilayah barat laut bermasalah China.

Mereka adalah di antara sekelompok lebih dari 28 orang Uighur yang dikepung dan ditembaki oleh polisi dalam serangan kilat pekan lalu di kota Yilkiqi di distrik Kargilik (Yecheng, dalam bahasa China) di prefektur Kashgar, Radio Free Asia (RFA) mengutip laporang seorang pemirsa.

Seorang pendengar RFA, mengutip kontak di Yilkiqi, kota kelahirannya, mengatakan ia diberitahu bahwa polisi China menembaki sekelompok terdiri dari 28 orang Muslim Uighur yang polisi tuduh mereka sedang menjalani pelatihan militer dan mereka yang tewas di tempat kejadian dikuburkan di tempat menggunakan escavators.

Seorang warga Yilkiqi mengatakan bahwa polisi pada Sabtu menggeledah rumah tetangganya yang saudaranya diduga terlibat dalam insiden itu dan bahwa ia mendengar bahwa 26 Muslim Uighur telah dibunuh.

Pihak kepolisian mengkonfirmasi kejadian tersebut namun menolak menyebutkan jumlah korban tewas.

“Kami melakukan operasi anti-teror pada 20 Agustus, dan benar-benar berhasil menghancurkan para teroris,” kata kepala polisi kota Yilkiqi Batur Osman RFA Service Uyghur.

Dia menolak untuk memberikan jumlah Muslim Uyghur yang tewas dalam penyerbuan tersebut, mengatakan banyak dari mereka berasal dari luar kota dan sebagian tidak membawa dokumen identitas.

Salah satu asisten polisi di kantor polisi Yilkiqi mengatakan kepada RFA bahwa di antara mereka yang tewas setidaknya 15 Muslim Uighur dan satu polisi etnis China Han.

“Kami para asisten polisi tidak dikirim ke tempat kejadian tapi aku mendengar dari orang lain yang berada di sana bahwa 16 orang tewas, di antaranya seorang polisi China ,” kata asisten polisi tersebut, yang mengidentifikasi dirinya hanya sebagai Alimjan.

Dia mengklaim bahwa enam pisau dan kapak telah ditemukan dari tempat kejadian. (an/wb) Selasa, 27 Aug 2013(voa-islam.com) 

***

Nasib Muslim Uighur Sudah Seperti Muslim Rohingya

By Ratna on June 20, 2013

muslim china

PIHAK berwenang China dikabarkan telah mengerahkan tentara dan polisi khusus untuk menyerang rumah-rumah Muslim Uighur. Kabar yang santer terdengar bahwa mereka juga membunuh para warga dengan bebasnya walau tanpa disuruh pemerintah.

“Kami tidak bisa sebebasnya bicara tentang budaya, pendidikan dan bahasa,” ungkap Rebiya Kadeer, pemimpin muslim Uighur dalam ceramahnya di Jepang, Kamis (20/6).

“Sekarang saya bicara pada dunia bagaimana menyelamatkan hidup ditengah-tengah masyarakat di negeri kami,” tambahnya.

Kadeer mengatakan polisi khusus di Xinjiang memiliki hak untuk menyerang rumah Muslim Uighur.

“Mereka sekarang bisa membunuh kami dengan mudah, tanpa disuruh lagi oleh pemerintah.”

Aksi itu muncul sehari setelah pengadilan China memenjarakan 19 Muslim Uighur hingga enam tahun karena dituduh mempromosikan kebencian dan ekstremisme agama. Media pemerintah mengatakan salah satu dari mereka dijatuhi hukuman enam tahun karena men-download materi online untuk keperluan Jihad. Delapan muslim lainnya dihukum antara dua sampai lima tahun.

Sebuah putusan menjelang empat tahun kerusuhan di Xinjiang, yang menewaskan hampir 200 orang. Dimana pihak berwenang China telah menghukum sekitar 200 orang, sebagian besar warga Uighur, atas kerusuhan dan dijatuhi hukuman 26 tahun bahkan hukuman mati.

Atas hal itu, kelompok HAM menuduh pihak berwenang China melakukan diskriminasi terhadap Muslim Uighur di Xinjiang atas nama terorisme.

Pembersihan Etnis

Kadeer juga mengungkapkan bahwa pemerintah China terus mengkampanyekan pembersihan etnis terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

“Saya berharap dunia tahu dengan kebijakan atas pembersihan etnis yang mengatakan kami teroris,” katanya.

Pada April lalu, 21 orang termasuk petugas polisi tewas dalam bentrokan di Xinjiang. Media pemerintah Cina mengatakan baku tembak pecah saat kejadian setelah polisi mencoba untuk menggeledah rumah penduduk yang dicurigai memiliki pisau.

Kadeer mengatakan Cina telah menggunakan militer untuk melakukan pembunuhan di Xinjiang.

“Polisi dan tentara bekerja sama membunuh kami,” katanya, menambahkan bahwa militer telah menggunakan bahan peledak.

“Bahkan kami melihat beberapa video dari daerah yang diserang. Rumah-rumah semuanya terbakar dan runtuh.”

Muslim menuduh pemerintah melakukan pembersihan jutaan etnis Han di wilayah mereka dengan tujuan akhir menghilangkan identitas dan budaya. Sebuah kebijakan yang persis menimpa muslim Rohingya di Myanmar.

Beijing memandang wilayah Xinjiang yang luas sebagai aset yang tak ternilai karena lokasinya yang strategis karena dekat Asia Tengah dan cadangan minyak dan gas yang besar. [ra/islampos/oi]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.030 kali, 1 untuk hari ini)