China Tolak Warganya Pulang dari Indonesia, Curiga Jangan-jangan…


Foto/rmol


Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto mempertanyakan kebijakan pemerintah China yang menolak kepulangan ratusan warganya dari Indonesia.

Didik curiga, pemerintah China tengah menerapkan kebijakan ganda.

Pasalnya, saat awal penyebaran COVID-19 di Wuhan, pemerintah China malah menarik pulang warga negaranya dari berbagai negara.

Namun kebijakannya berbeda. Saat ratusan WNA China hendak pulang ke negaranya justru tidak diizinkan.

Kebijakan tersebut tentu memunculkan banyak tanda tanya dari publik.

Demikian disampaikan Didik mukrianto kepada wartawan, Minggu (5/4/2020).

Politisi Partai Demokrat ini menuturkan, dirinya sudah mengonfirmasi langsung soal tertahannya WNA China itu ke Angka Pura.

“Apakah ada kebijakan lain dari pemerintah Tiongkok terkait dengan warga negaranya dan penangangan corona di Indonesia?” ujarnya.

Atau, jangan-jangan mereka kawatir Indonesia menjadi sumber penularan baru yang tidak bisa ditoleransi.

“Kalau menilik pernyataan Xi Jinping beberapa hari yang lalu, tentang keyakinan beliau bahwa Indonesia bisa mengatasi Korona, seharusnya pertanyaan terakhir itu tidak relevan,” lanjut Didik.

Untuk itu, dia mendorong agar pemerintah Indonesia mempertanyakan kepada pemerintahan Presiden Xi Jinping, maupun Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta.

“Tentu pemerintah mempunyai otoritas lebih untuk memberikan keterangan,” katanya.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi kekawatiran dan spekulasi publik yang berlebihan.

“Sebaiknya pemerintah segera membuat terang masalah ini dengan menjelaskan kepada masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, 208 WNA China tak bisa pulang ke negaranya dan tertahan di Bandara Seokarno-Hatta, Jumat (3/4).

Ratusan WNA asal China tersebut berencana pulang ke negaranya menggunakan pesawat Charter Garuda Indonesia dengan nomor GA-8900 melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Akan tetapi, mereka urung berangkat lantaran belum mendapat persetujuan dari otoritas pemerintah China.

Kasubag Humas Ditjen Imigrasi, Ahmad Nursaleh menyebut, hal itulah yang kemudian membuat keberangkatan 20 WNA China itu gagal berangkat.

“Cap keberangkatan dibatalkan dan mereka tidak bisa berangkat,” ujarnya kepada RMOL, (5/4/2020).

“Penerbangan itu belum mendapat persetujuan dari otoritas pemerintah RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Jadi penerbangannya dibatalkan bukan ditolak,” jelasnya.

Nursaleh sendiri mengaku tidak mengetahui kapan ratusan WNA asal China tersebut akan kembali berangkat ke negaranya.

“Kami gak tau kapan mereka akan berangkat lagi, apabila secara prosedur mereka tidak terkendala untuk berangkat maka akan kita berangkatkan,” pungkasnya.

Saat ini, ratusan WNA China itu kembali ke tempat tinggal masing-masing di Surabaya dan Semarang.

Sumber: pojoksatu.id

 

gelorabangsa.com,  Monday, April 6, 2020

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.331 kali, 1 untuk hari ini)