Chinaisasi Islam dan “Islam Nusantara”


Ilustrasi Muslimah Uighur Diperkosa Ramai-ramai, ini Kengerian Kamp Konsentrasi RRC/ eramuslim Rabu, 22 Safar 1441 H / 23 Oktober 2019 10:00 W

 

Seorang da’i Indonesia sengaja melihat langsung ke wilayah- wilayah Muslim di negeri Komunis China, di antaranya wilayah Muslim Uighur di Xinjiang, dan wilayah Muslim Suku Hui yang diebut ‘Mekkah Kecil” yang tadinya pusat Pendidikan Islam dan pengajaran Bahasa Arab, namun sudah dilarang penguasa Komunis China.

Laporannnya secara berseri dituangkan di akun fb da’I tersebut, dan kemudian dikutip nahimunkar.org di link ini: mengenai betapa tragisnya nasib muslimin Uighur di Xinjiang, dilarang shalat, dipenjarakan di kamp dengan dipaksa makan daging babi dan minum khamr yang sangat diharamkan dalam Islam. https://www.nahimunkar.org/thejourneytoxinjiang-1-15/

Juga di linik ini: mengenai muslim suku Hui di ‘Makkah Kecil’ di China dan sebagainya yang
Islam dan Pendidikan Islamnya sejak 2017 mulai diberangus secara sistematis oleh penguasa Komunis China dengan aneka larangan dan rekayasa penghapusan Islam. https://www.nahimunkar.org/di-china-anak-anak-muda-tidak-boleh-shalat-berjamaah-di-masjid/

Di akhir sebuah laporan, da’I tersebut menulis:

“Kubah dirubah seperti atap bangunan China. Menara dirubah mirip pagoda. Ini benar-benar program Chinaisasi Islam. “Islam Nusantara” kalau di negeri kita.

Saya tidak habis pikir, begitu sistematis program Chinaisasi Islam oleh Rezim Komunis Cina ini. Menurut warga sekitar, program ini dimulai sejak tahun 2017. Waktu yang bersamaan dengan diberlakukannya camp re-edukasi untuk Muslim Uyghur di Xinjiang.

Pesantren dibatasi, anak muda dilarang ke masjid, tema khutbah Jumat diatur, Bahasa Arab dibatasi, kubah dan menara masjid diganti. Jelas yang mereka lakukan adalah pemutusan mata rantai generasi Islam secara sistematis.

Hari ini mungkin belum terasa. Tapi, sepuluh dua puluh tahun lagi? Mekkah Kecil di Negeri China ini akan hilang. ?

Allahul Musta’an.”

#TheJourneyToXinjiang #19


https://www.facebook.com/umaier.khaz.3?/

https://www.nahimunkar.org/di-china-anak-anak-muda-tidak-boleh-shalat-berjamaah-di-masjid/

 

***

Rekayasa Penghapusan Islam

Dikhawatirkan pengebirian Islam oleh penguasa Komunis China secara sistematis itu di belahan dunia lainnya ada yang berjurusan sama dalam merekayasa Islam. Bila orang yang telah meneliti dengan langsung mendatangi tempat2 pengebirian Islam/ penghapusan Islam di China sampai membuat laporan: “Kubah dirubah seperti atap bangunan China. Menara dirubah mirip pagoda. Ini benar-benar program Chinaisasi Islam. “Islam Nusantara” kalau di negeri kita.

Saya tidak habis pikir, begitu sistematis program Chinaisasi Islam oleh Rezim Komunis Cina ini. Menurut warga sekitar, program ini dimulai sejak tahun 2017. Waktu yang bersamaan dengan diberlakukannya camp re-edukasi untuk Muslim Uyghur di Xinjiang.”, maka perlu kita renungkan.

Di Indonesia ada proyek besar dibiayai Pembangunan kampusnya menelan dana hingga Rp 3,9 triliun. Diberitakan, di antara yang menyanggupinya untuk mendukungnya adalah pihak Syiah Iran, yaitu apa yang disebut UIII (Universitas Islam Internasional Indonesia) dibangun di tanah luas Kawasan tanah RRI di Cimanggis Depok, dengan mencanangkan Pendidikan s2 dan s3 bermateri Islam Nusantara yang oleh situs NU disebut Islam ala Nusantara.

Apakah sejurusan dengan yang dilakukan China? Tahun 2018 yang lalu, tepatnya Selasa (5/6/2018) pembangunan kampus UIII (Islam Nusantara) itu peletakan batu pertamanya dilakukan oleh tokoh utama yang anak-anaknya disekolahkan di sekolahan gereja China di Singapura, yaitu Anglo-Chinese School, sekolah punya Gereja Methodist di Singapura.

Menag Fachrul ketika belum lama diangkat jadi menteri agama, dikunjungi Dubes Iran di kantor Kemenag Pusat di Jakarta, mengemukakan UIII (Universitas Islam Internasional Indonesia) di Cimanggis Depok itu akan beroperasi/ mulai dibuka tahun 2020. https://www.nahimunkar.org/uiii-universitas-islam-internasional-indonesia-islam-nusantara-dan-syiah-iran-2/

Bila merujuk pada laporan seorang da’I yang telah berkunjung ke berbagai wilayah Islam di China yang Umat Islamnya sangat menderita karena kezaliman penguasa Komunis china itu, laporannya di antaranya ditutup dengan ungkapan: “Hari ini mungkin belum terasa. Tapi, sepuluh dua puluh tahun lagi? Mekkah Kecil di Negeri China ini akan hilang.  
Allahul Musta’an.’; maka bagaimana denga rekayasa terhadap Islam dengan apa yang disebut Islam Nusantara dengan Lembaga taraf internasional UIII?

Boleh jadi, kalimat itu tinggal diulang kembali dengan lokasi yang dikesinikan belaka. Semoga saja tidak. Karena Allah Ta’ala telah berfirman:

{يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (32) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ} [التوبة: 32، 33]

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya. Dialah Yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) dan agama yang benar untuk Dia menangkan atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS at-Taubah: 32-33).

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.” (QS. Ash-Shaff: 7)

Ibnu katsir menjelaskan bahwa orang-orang kafir yaitu musyrikin dan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) ingin memadamkan cahaya (agama) Allah SWT. Petunjuk dan agama yang haq (benar) yang dibawa utusan Allah ingin mereka padamkan dengan bantahan-bantahan dan kebohongan-kebohongan mereka. Maka perumpamaan upaya orang-orang kafir itu seperti orang yang ingin memadamkan sinar matahari atau cahaya rembulan dengan cara meniupnya. Ini tidak mungkin. Demikian pula Rasul yang Allah utus dengan agama-Nya pastilah akan sempurna dan tampak. Oleh karena itu dalam hal yang mereka lontarkan dan inginkan, Allah Ta’ala telah berfirman membantah mereka:

وَيَأْبَى اللهُ إِلا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS at-Taubah: 32)


(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 741 kali, 1 untuk hari ini)