Sayangnya perempuan itu, lebih dalam dari sayangnya laki-laki. Sementara sayangnya laki-laki itu, lebih luas dari sayangnya perempuan. Tapi sesayang-sayangnya perempuan ataupun laki-laki, sayangnya Allah buat kamu lebih dari sayangnya mereka semua.

Jadikan semua cintamu berdalil. Secara syar’i maupun secara kauni.

[1] Sayangnya perempuan itu, lebih dalam dari sayangnya laki-laki. Dalilnya adalah ayat 15 surat al-Ahqaf:

حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًۭا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًۭا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا

ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.

Sekarang tanya: “Kalau bukan karena dalamnya sayang perempuan (setelah karena Allah), mana bisa ia tahan kepayahan itu?”
Sekatang tanya: “Ada laki-laki yang sekuat itu? Ada laki-laki mau sepayah itu?”

[2] Sayangnya laki-laki itu, lebih luas dari sayangnya perempuan.

Dalilnya adalah ayat 3 di surat an-Nisa:

فَٱنكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ

Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat.”

Wajar kalau suami ada keinginan atau minimal selentingan keinginan nikah lagi. Karena sayangnya mereka meluas, walaupun dalamnya tak mampu sedalam sayangnya perempuan. Dan wajar piring terbang dari dapur, karena itu adalah ungkapan dalamnya rasa sayang perempuan terhadap suaminya.

TAPI TOH…

[3]  Sesayang-sayangnya perempuan ataupun laki-laki, sayangnya Allah buat kamu lebih dari sayangnya mereka semua.

Dalilnya?

Buat laki-laki, sayangnya kan luas ya. Tapi terbatas. Sementara, sayangnya Allah mencakup segala sesuatu.
Dalilnya adalah ayat 156 di surat al-A’raf:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu

Buat perempuan, sayangnya kan dalam ya. Tapi kedalamannya terbatas. Sementara, sayangnya Allah lebih dari itu sayangnya segala perempuan.

Dalilnya adalah hadits riwayat Ahmad no. 12018 dengan sanad shahih, bahwa: Rasulullah melintasi sekelompok sahabatnya – ada seorang anak kecil di tengah jalan. Ketika ibunya melihat hal itu, ibu itu ketakutan bahwa anaknya akan jatuh, lalu ia bergegas menghampiri dan memanggil-manggil: “Anakku….anakku….”. Ibu itu berjalan cepat, dan mengambilnya. Para sahabat bertanya: Ibu ini tidak akan melemparkan anaknya ke dalam api.
Rasulullah menanggapi:

وَلَاءُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يُلْقِي حَبِيبَهُ فِي النَّارِ

Dan Allah tidak akan melemparkan kekasihnya ke dalam api neraka.”

Sekarang, kamu sudah paham pemetaannya? Alhamdulillah. Lalu, apa yang harus dilakukan?

Cintailah Allah, maka Allah akan mencintaimu. Jikapun kamu mencintai makhluk, maka cintailah ia karena Allah, bukan karena sekadar ia. Karena kamu tidak diizinkan untuk mencintai makhluk bukan karena Allah, dan kamu harus mencintai Allah sekalipun semua makhluk tidak mengizinkan.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata dalam al-Fawa’id:

“Kecintaan dan keinginan terhadap sesama makhluk tidak boleh ditujukan kepada dzat makhluk tersebut. Karena, tidak ada yang boleh dicintai karena dzatnya kecuali Allah, dan segala sesuatu pasti akan berpulang kepada-Nya.”

Ingat, kamu akan berpulang kepada Allah. Awalan kamu adalah ketentuan Allah. Akhiran kamu adalah perhitungan Allah. Jika kamu kehilangan seseorang, Allah punya segalanya. Jika kamu kehilangan petunjuk Allah, kamu kehilangan segalanya, dan tiada seorang pun mampu kelak menolong.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah juga berkata di kitab yang sama:

“Maka dari itu, siapa saja yang kecintaan, keinginan, kehendak dan ketaatannya ditujukan kepada selain Allah, niscaya semua itu akan sia-sia dan lenyap begitu saja. Bahkan, orang tersebut akan ditinggalkan oleh sesuatu yang paling dibutuhkannya.

Sebaliknya, siapa saja yang cinta, harapan dan kecemasannya hanya ditujukan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan keuntungan abadi berupa kenikmatan, kelezatan, kebahagiaan dan keberkahan dari-Nya.”

Cintamu adalah cinta yang berdalil. Maka, jangan sia-siakan akhiratmu dengan menyia-nyiakan perasaanmu. Jika baru bisa menangis karena Allah, maka itu jauh lebih baik dari seribu lantunan doa dari lisan yang hatinya lalai untuk Allah. Kembalikan cintamu kepada Allah, maka insya Allah, cinta itu akan menjadi dalil (bukti) kelak bahwa kamu layak menjadi penghuni Surga-Nya.

Semoga kitalah kamu itu. Dan semoga ini bermanfaat.

Ditulis oleh saudarmu nun jauh di sana.

Facebook  Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.172 kali, 1 untuk hari ini)