Rencana Jokowi menggunakan dana haji untuk proyek infrastruktur nampaknya harus dipikirkan matang ratusan kali sebelum dilaksanakan. Pasalnya proyek infrastruktur pelabuhan Makasar yang baru diresmikan Oktober 2016 lalu, kini hanya menjadi tempat pemancingan dan pacaran.

Diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada 26 November 2016, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia yang terletak di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan ternyata hanya mampu memikat para pemancing.

Daeng Cora (34 tahun) salah satunya. Warga Kelurahan Untia itu mengatakan dirinya kerap memancing di Pelabuhan Mewah yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu bersama dengan rekannya yang juga hobbi dengan memancing.

“Kita lihat sendiri lah di sini aktivitas pelabuhan mati sehingga mancing lumayan tenang. Saya sendiri biasa mancing dari pagi hingga sore hari baru balik ke rumah,” akunya

Daeng Cora memprediksi Pelabuhan Untia Makassar bakal selamanya tak beroperasi karena menurutnya keengganan pemilik kapal untuk bongkar muat di situ adalah karena tempat untuk bersandar kapal di Pelabuhan Untia sangat sempit serta laut di sekelilingnya sangat dangkal. Sementara, kapal pengangkut ikan lumayan besar seperti yang dapat dilihat di Pelabuhan Paotere Makassar yang ada sejak zaman kolonial Belanda.

Ini adalah contoh portet dana negara sebesar 300 M yang dihamburkan sia-sia tidak berujung. Bagaimana jika menggunakan dana haji? Yang otomatis pemiliknya tidak ridha dunia akhirat digunakan untuk pembangunan tidak jelas yang dilakukan oleh pemerintah saat ini. (LI/PI/Ram)

Sumber: eramuslim.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.051 kali, 1 untuk hari ini)