(Lihat bagaimana celoteh dari pemuda Ansor- Banser NU, dan kyai tua dari Kalangan NU soal betapa ngawurnya ketika bicara mengenai surga)

Tweet

See new Tweets

Conversation

SegoKecap Retweeted


Hartono Ahmad Jaiz

 


@hajaiz

 

contoh bicara tentang surga tanpa dalil. jelas menjerumuskan!

Quote Tweet

 

ᴄᴀᴛꜱɪᴇ ᴍᴘᴜᴢᴢ 

@CatsieMpuzz

· Nov 22, 2021

Yuk yg mauw aja yg mauw by pass masuk surga segera daftar ke Ujang Bustomi , Laskar Banser GP Anshor #NegeriSurgaPenyamun

369 views

0:01 / 0:29

4:36 PM · Nov 22, 2021·Twitter Web App

Saya yakin kalau sampeyan sudah bergabung di Ansor dan Banser, insyaAllah sampeyan sudah mendapatkan satu tiket untuk menuju surganya Allah subhanahu wa ta’ala

https://twitter.com/doblonJUVE/status/1462741462810959873

———-

Wapres Ma’ruf Amin Dinilai Offside, karena Bilang: Penduduk Surga Kebanyakan Bangsa Indonesia

Posted on 2 Agustus 2022

by Nahimunkar.org

Pak Wapres, kalo gak salah kita ini adalah makhluk.

Sementara urusan surga-neraka itu ranahnya Sang Khaliq.. .

 

Aki Tulalit

 

@YRadianto

·

44mnt

***

Wapres: Penduduk surga nanti kebanyakan bangsa Indonesia

 

Video:

https://www.kompas.tv/article/314953/full-wapres-maruf-amin-penduduk-surga-kebanyakan-bangsa-indonesia

 

 

***

Astaghfirullah, KH. Munif Zuhri Sebut NU Agama, Tidak NU Masuk Neraka, Yang Masuk Neraka Ditolong NU

Posted on 9 Juli 2018

by Nahimunkar.org

Moslemcommunity.net – KH. Munif Zuhri

Mbah Hasyim ketika mendirikan NU didatangi Rasulullah sampai enam kali. Tidak cuma sekali, dua kali, tiga kali, tapi enam kali.

Sebab apa? Sebab Rasulullah sangat ridho terhadap berdirinya NU di Negeri ini, yang diharapkan bisa menjaga agama dan memperbaiki negara.

Maka bagi saya NU itu bukan hanya organisasi keagamaan kemasyarakatan, tetapi NU itu sudah agama, tidak NU neraka. Soal ada selain NU kok masuk surga itu ditolong oleh orang NU, gitu saja.

Dalam benak saya, saya tidak masuk di pengurusan struktural NU, karena menyadari sudah sangat beruntung menjadi warga NU. Maka saya berharap, saya tidak usah menjadi apa-apa, saya cukup senang, saya cukup bangga, menjadi butiran debu yang menempel di tiang bendera NU yang tidak sempat terusap sampai kiamat.

Umur saya juga tidak lama lagi. Saya ingin habiskan untuk NU, meskipun saya berdiam di rumah, saya doakan NU. NU darah saya.

Semoga ini akan bisa mendasari semua warga nu di pelosok negeri. [dutaislam.com/gg]
Keterangan :

Ditranskrip dan diterjemahkan dari mauidzoh KH Munif Zuhri dalam acara pembukaan Konferwil PWNU Jateng, 7 Juli 2018.

Tonton videonya:

https://youtu.be/EMxkZKa5ksI

 

Komentar :

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Musibah apalagi ini ?

Mengatakan bahwa selain NU masuk neraka, yang masuk neraka pasti ditolong NU, ajaran apa ini? Na’udzubillah, seolah-olah hanya kelompoknya saja yang paling benar, yang lain salah.

Sumber: News.Moslemcommunity.Net

(nahimunkar.org)

***

Coba bandingkan dengan surga Dajjal

Klaim kyai NU tentang surga dan neraka (tidak NU (maka masuk) neraka) itu coba mari kita bandingkan dengan surga dan nerakanya Dajjal.

Surga Dajjal adalah neraka dan neraka Dajjal adalah surga

عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى، جُفَالُ الشَّعَرِ، مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ، فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ»

Dari Hudzaifah , Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berkata: “Dajjal cacat matanya yang kiri, keriting rambutnya, bersamanya surga dan nerakanya. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim, no. 2934)

***

Sebelum ini ramai pula adanya klaim dari dedengkot NU. Beredar video yang menjelaskan: Dedengkot NU Penerus Gus Dur Mengklaim Islam Nusantara lah yang Islam Sejati, dan mengecam Islam Arab / Timur Tengah sebagai Islam Abal-abal https://www.nahimunkar.org/dedengkot-nu-penerus-gus-dur-mengklaim-islam-nusantara-lah-yang-islam-sejati-dan-mengecam-islam-arab-timur-tengah-sebagai-islam-abal-abal/

Klaim itu diucapkan Yahya Cholil Staquf dedengkot NU yang dekat dengan Jokowi. Dia baru saja pulang dari “Israel”. Tampaknya sebagai bekas juru bicara Gus Dur, dia mengaku pula sebagai penerus Gus Dur (dalam hal berkomplot dengan Yahudi Zionis?).

Soal Islam Nusantara itu justru kemudian ditanyakan kepada dedengkot NU yang di Australia. Khabarnya lagi ramai. Di antaranya ada netizen menulis komentar sebagai berikut:

Abd Aziz : Tapi ketika ditanya Islam Nusantara buatannya sama tidak dengan Islam yang dibawa nabi Muhammad Shollollohu’alaihi wa salam? Dia jawab Sama. Kalau sama kenapa repot2 bikin Islam Nusantara? Bungkam, nggak bisa jawab dia. Ditanya lagi jika berbeda, dimana letak perbedaannya? Sampai sekarang dia nggak bisa jawab dan nggak ngebalas tweeernya. Kasihan sekali, semoga diberi Hidayah.

Disahut netizen lain:

Maksudnya, Nadirsyah Hosen petinggi NU yg di Australia?

Kasihan bapaknya yg sudah wafat (Prof KH Ibrahim Hosen LML asal Bengkulu alumni Mesir, ulama MUI terkemuka yg senantiasa memimpin Komisi Fatwa MUI. Beliau pernah di pengadilan sebagai saksi ahli dan menegaskan bahwa jilbab itu wajib bagi kaum Muslimah/ wanita Muslim. Tidak seperti fahamnya orang liberal ataupun dedengkot lain seperti Quraish Shihab yang mengaggap jilbab itu budaya Arab). Kini anak lanange Prof Ibrahim Hosen itu (Nadir Syah Hosen, NU Australia) ternyata jadi pentolan apa yang disebut Islam Nusantara (liberal). Semoga mingkemnya (tidak menjawab pertanyaan soal Islam Nusantara yang ditanyakan orang)  itu diikuti dengan pertaubatan. Karena ilmu tidak manfaat itulah yang senantiasa perlu dihindari, bahkan ada tuntunan doa untuk itu. Ingatlah, tepuk tangan dan sanjungan orang-orang liberal yang menyelisihi Islam tidak akan menolong sedikitpun ketika kita sudah meninggal dunia.

Hitung-hitung, dari kalangan NU setelah Said Aqil Siradj dan Msdar F Mas’udi yang sudah sering keblosok-blosok oleh ucapannya sendiri, kini menyusul pula Yahya Cholil Staquf (Dedengkot NU Penerus Gus Dur Mengklaim Islam Nusantara lah yang Islam Sejati, dan mengecam Islam Arab / Timur Tengah sebagai Islam Abal-abal), KH Munif Zuhri (Pidato dengan mengatakan: NU Itu Sudah Agama. Tidak NU Neraka. Soal ada orang bukan NU kok masuk surga itu ditolong oleh orang NU. Mudah), dan Nadirsyah Hosen pentolan NU Australia (yang mingkem ketika ditanya soal perbedaan Islam Nusantara dengan Islam).

Siapa menyusul untuk keblosok?

Dikhawatirkan

Yang dikhawatirkan, Umat Islam akan jadi saksi mujarab ketika mereka (orang-orang NU yang kebangetan nyelenehnya mengenai Islam) meninggal dunia. Karena ada hadits yang cukup penting untuk jadi peringatan benar-benar.

Ada hadits yang tetap (kuat riwayatnya) dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

 مَرُّوا بِجَنَازَةٍ فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا خَيْرًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَبَتْ ثُمَّ مَرُّوا بِأُخْرَى فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا شَرًّا فَقَالَ وَجَبَتْ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا وَجَبَتْ قَالَ هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا فَوَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ

“Mereka (para sahabat) pernah melewati satu jenazah lalu mereka menyanjungnya dengan kebaikan. Maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “wajabat” (Pasti baginya). Kemudian mereka melewati jenazah yang lain lalu mereka menyebutnya dengan keburukan, maka Beliaupun bersabda: “Pasti baginya”. Maka kemudian ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu ‘anhu bertanya: “Apa yang dimaksud “wajabat” (pasti baginya)?. Beliau menjawab: “Jenazah pertama kalian sanjung dengan kebaikan, maka pasti baginya masuk surga sedang jenazah kedua kalian menyebutnya dengan keburukan, berarti dia masuk neraka karena kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi”. (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasaai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Baihaqi, dan al-Baghawi). (Al-Lajnah Ad-Daaimah juz 11 halaman 165, fatwa nomor (2612)

Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.org)

 

***

Ancaman bagi yang berdusta atas nama Allah Ta’ala

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰيٰتِهٖۗ اِنَّهٗ
لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ

Transliterasi Arab-Latin: wa man aẓlamu mim maniftarā ‘alallāhi każiban au każżaba bi`āyātih, innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn

Arti: Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung, (QS Al-An’am: 144).

Arti Bahasa Jawa: Sapa ta kang luwih nganiyaya ketimbang wong kang gawe-gawe goroh ingatase Allah Ta’ala? Utawa anggorohake ayat-ayate Allah? (Ora ana). Sejatine wong-wong kang padha dholim iku ora beja.

/ mukminun.com

(nahimunkar.org)