Ilustrasi/ egyptiani.


Posting foto kecoa mirip kurma, kunciran mirip donat, cairan mirip sirup apalagi makanan langsung di tengah kaum muslimin yang sedang berpuasa dengan tujuan bercanda, sangat potensial masuk bab istihza’ (mengolok-olok) agama Allah. Secara tanpa sadar candaan tersebut bisa merupakan kekufuran; karena tindakannya meremehkan syariat puasa dan orang-orang yang sedang berpuasa. Sudah pasti ini perbuatan jahl yang dalam hadits disebutkan bahwa Allah tidak punya hajat atau keinginan akan puasanya orang semacam ini.

Sekiranya bayangkan: ada orang shalat khusyu’ baik-baik, lalu ada satu orang becandain dia di depannya sambil melawak. Jika ini bukan merupakan bentuk olok-olok terhadap syariat shalat dan orang yang sedang shalat, lalu apa lagi?

Takutlah pada Allah dan hati-hatilah akan adzab-Nya. Jangan sekali-kali meremehkan perkara ini. Hanya dengan sekali klik, dosa bisa diraup tanpa sadar. Minta sambil marah agar non-muslim hormati orang berpuasa tapi sendirinya bertingkah seperti itu, ditakutkan pelakunya menyimpan pundi kemunafikan. Allahul musta’an.

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

***

وَلَئِن سَأَلۡتَهُمۡ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ ٦٥ لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡۚ إِن نَّعۡفُ عَن طَآئِفَةٖ مِّنكُمۡ نُعَذِّبۡ طَآئِفَةَۢ بِأَنَّهُمۡ كَانُواْ مُجۡرِمِينَ ٦٦ [سورة التوبة,٦٥-٦٦]

(65) Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? (66) Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa [At Tawbah,65-66]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.282 kali, 1 untuk hari ini)