MATESIH, KARANGANYAR (Panjimas.com) – Ustadz Fadlun, Ketua PAC Muhammadiyah Matesih Karanganyar Jawa Tengah (Jateng) mengaku tidak habis pikir dengan ulah aparat kepolisian dari Polsek Matesih yang mencopot spanduk Anti Syi’ah yang terpasang di Masjid Al Ikhlas Manjar Dawung Matesih.

Pasalnya, spanduk tersebut merupakan upaya dan niat baik takmir masjid untuk menjelaskan dan membentengi masyarakat dan umat Islam dari bahaya laten kesesatan ajaran Syi’ah. (Baca: Khawatir Berlebihan! Spanduk Anti Syi’ah di Masjid Matesih Dicopot Aparat Kepolisian)

“Insya Allah (Rabu –red) kemarin kami langsung mendatangi Polsek Matesih. Kami mengajukan protes kepada Kapolsek Bapak Joko yang beragama Nashoro ini. Insya Allah hari ini mau kita pasangi lagi. Kalau masih dilepas dari aparat Polsek, kami serahkan urusan ini kepada kaum Muslimin para pembela agama Allah,” tegas ustadz Fadlun kepada kontributor Panjimas.com pada Kamis (5/3/2015).

Ustadz Fadlun menduga ada campur tangan kaum Syi’ah dalam pencopotan spanduk Anti Syi’ah yang dilakukan Polsek Matesih itu. Sebab sebelumnya, menjelang tabligh akbar yang di isi oleh Sekjen DSKS, ustadz Tengku Azhar pada tanggal 17 Februari 2015 lalu, spanduk Anti Syi’ah yang membentang di jalan Matesih juga dirobek oleh seseorang. Setelah itu, pengurus Muhammadiyah memasang lagi dan spanduk hilang lagi.

Seperti diberitakan Panjimas.com sebelumnya, Kesadaran umat Islam, khususnya para takmir masjid di Indonesia akan bahaya laten Syi’ah akhirnya membuat takmir masjid ramai-ramai mengadakan sejumlah kajian dan tabligh akbar yang membongkar tentang kesesatan ajaran Syi’ah.

Tak hanya itu, takmir masjid juga ramai-ramai memasang spanduk bertema Anti Syi’ah disekitar masjid yang menjelaskan kepada masyarakat tentang bahaya dan kesesatan ajaran Syi’ah. Salah satu daerah yang akhir-akhir ini ramai terpampang spanduk Anti Syi’ah adalah di Kota Solo dan Karanganyar Jawa Tengah (Jateng).

Namun, upaya dan niat baik takmir masjid dan sejumlah elemen Islam di Kota Solo dan Karanganyar untuk membentengi masyarakat dan umat Islam dari bahaya laten Syi’ah itu tidak berjalan mulus. Kasus terbaru, sebuah spanduk di Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar dicopot oleh aparat kepolisian pada Rabu (4/3/2015) sore dengan alasan yang berlebihan dan tidak masuk akal.

“Spanduk Anti Syi’ah di Masjid Al Ikhlas Manjar Dawung Matesih, lokasi barat Balai Desa Dawung Matesih yang kemarin dipakai tabligh akbar ustadz Tengku Azhar (Sekjen DSKS –red) oleh Majelis At Taubah kemarin sore dilepas oleh 5 personel anggota Polsek Matesih,” kata ustadz Fadlun, Ketua PAC Muhammadiyah Matesih kepada kontributor Panjimas.com pada Kamis (5/3/2015). [GA] Ahad, 17 Jumadil Ula 1436H / March 8, 2015

***

Ahad, 17 Jumadil Ula 1436H / March 8, 2015

Datangi Polsek Matesih, Ketua PAC Muhammadiyah Serahkan Buku MUI Soal Kesesatan Syi’ah

MATESIH, KARANGANYAR (Panjimas.com) – Selain melakukan protes kepada Kapolsek Matesih yang beragama Kristen, Ketua PAC Muhammadiyah Matesih, ustadz Fadlun juga menyerahkan sejumlah buku soal kesesatan ajaran Syi’ah kepada Kapolsek Matesih saat mendatangi Polsek Matesih. (Baca: Khawatir Berlebihan! Spanduk Anti Syi’ah di Masjid Matesih Dicopot Aparat Kepolisian)

Salah satu buku yang diberikan PAC Muhammadiyah adalah buku soal kesesatan Syi’ah yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Harapannya, pihak kepolisian biar membuka mata bahwa kaum Syi’ah mulai saat ini sudah menjadi ancaman serius bagi NKRI. (Baca: Copot Spanduk Anti Syi’ah di Masjid, Ketua PAC Muhammadiyah Protes Kepada Kapolsek Matesih)

“Kemarin pada waktu kami mendatangi Polek Matesih untuk menyampaikan protes, kami juga menyerahkan buku MUI tentang kesesatan Syi’ah. Kepolisian juga biar tau bahwa lembaga resmi pemerintahan seperti MUI telah memfatwakan bahwa Syi’ah itu sesat,” tegas ustadz Fadlun kepada kontributor Panjimas.com pada Kamis (5/3/2015).

Seperti diberitakan Panjimas.com sebelumnya, Kesadaran umat Islam, khususnya para takmir masjid di Indonesia akan bahaya laten Syi’ah akhirnya membuat takmir masjid ramai-ramai mengadakan sejumlah kajian dan tabligh akbar yang membongkar tentang kesesatan ajaran Syi’ah.

Tak hanya itu, takmir masjid juga ramai-ramai memasang spanduk bertema Anti Syi’ah disekitar masjid yang menjelaskan kepada masyarakat tentang bahaya dan kesesatan ajaran Syi’ah. Salah satu daerah yang akhir-akhir ini ramai terpampang spanduk Anti Syi’ah adalah di Kota Solo dan Karanganyar Jawa Tengah (Jateng).

Namun, upaya dan niat baik takmir masjid dan sejumlah elemen Islam di Kota Solo dan Karanganyar untuk membentengi masyarakat dan umat Islam dari bahaya laten Syi’ah itu tidak berjalan mulus. Kasus terbaru, sebuah spanduk di Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar dicopot oleh aparat kepolisian pada Rabu (4/3/2015) sore dengan alasan yang berlebihan dan tidak masuk akal.

“Spanduk Anti Syi’ah di Masjid Al Ikhlas Manjar Dawung Matesih, lokasi barat Balai Desa Dawung Matesih yang kemarin dipakai tabligh akbar ustadz Tengku Azhar (Sekjen DSKS –red) oleh Majelis At Taubah kemarin sore dilepas oleh 5 personel anggota Polsek Matesih,” kata ustadz Fadlun, Ketua PAC Muhammadiyah Matesih kepada kontributor Panjimas.com pada Kamis (5/3/2015). [GA]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.310 kali, 1 untuk hari ini)