Corona Mewabah, Geger Video Goyang Erotis di Acara HUT Garut Jawa Barat


Suasana panggung megah acara Garut Culture Fest di Lapangan Ciateul, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang diselenggarakan Sabtu-Ahad (14-15/03/2020). (ANTARA/HO Warga Garut)

Beredar video tarian erotis di Garut di tengah wabah Corona

Garut – 

Beredar video tarian erotis sejumlah wanita di Garut Culture Festival. Kejadian tersebut disesalkan berbagai pihak di tengah wabah pandemi Corona ini.

Video tersebut tersebar di aplikasi perpesanan WhatsApp. Seperti dilihat detikcom, dalam video berdurasi 36 detik itu, terlihat sejumlah wanita yang tengah menari erotis.

Wanita-wanita tersebut tampak mengenakan kaus dan celana pendek. Dalam video itu, terdengar tarian erotis diiringi musik dugem.

Video tersebut disertai tulisan kecaman atas aksi itu. “Ini salah satu kegiatan acara ‘Garut Cultur Festival’ yang dilaksanakan 14-15 Maret 2020,” demikian tulisan dalam video tersebut.

“Lebih parahnya lagi, kegiatan seperti ini dilakukan saat dunia dan Indonesia berduka karena merebaknya wabah virus Corona,” katanya.

Tarian erotis tersebut diketahui berlangsung saat gelaran Garut Culture Festival di SOR Ciateul, Tarogong Kidul, Minggu (15/3/2020).

Video tersebut menjadi perbincangan di media sosial dan aplikasi perpesanan. Banyak warga yang mengecam tarian erotis tersebut.

“Dilihat dari video, itu sangat tidak pantas. Sangat tidak mencerminkan kultur dan budaya Garut,” kata Muhammad Nur (28), salah seorang warga Garut, saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (19/3).

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman membenarkan tarian erotis itu terjadi dalam acara rangkaian hari jadi Garut. Helmi menyesalkan ada aksi goyang erotis.

“Saya baru mengetahui ada hal itu. Saya sangat menyesalkan,” ucap Helmi kepada wartawan di COVID Center.

(mud/mud)

Hakim Ghani – detikNews

Kamis, 19 Mar 2020 17:40 WIB

***

 

Geger Goyang Erotis di Acara HUT Garut, Mahasiswa Kecam Panitia

Goyang erotis di acara HUT Garut

Garut – 

Video goyang erotis di Garut Culture Festival dikecam masyarakat. Selain dianggap tak pantas, tarian itu dikecam lantaran digelar saat virus Corona tengah mewabah.

Goyang erotis tersebut pertama kali jadi perbincangan setelah sebuah video berdurasi 36 detik tersebar melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Di video itu, terlihat sejumlah gadis menari erotis diiringi musik dugem.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tarian erotis tersebut terjadi di acara Garut Culture Festival yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Garut, di SOR Ciateul, Jalan Merdeka, Tarogong Kidul, Minggu (15/3/2020).

 

Video tersebut menuai kecaman. Salah satunya datang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Garut. Ketua Umum KAMMI Garut, Rian Abdul Azis mengecam aksi itu.

“KAMMI menyesalkan tarian erotis yang dilakukan di SOR Ciateul. Itu sangat jauh dari norma agama,” ucap Rian saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (19/03/2020).

Menurut Rian, tarian erotis tersebut tidak mencerminkan Kabupaten Garut yang notabene dikenal sebagai kota santri.”Apalagi ini dilakukan di ruang terbuka san disaksikan masyarakat banyak,” katanya.

KAMMI menuntut Pemkab Garut untuk memanggil panitia penyelenggara. Selain itu, KAMMI juga meminta panitia untuk meminta maaf kepada masyarakat.

“Yang paling tidak etis ini diselenggarakan saat kita sama-sama tengah berjuang melawan virus Corona,” ucap Rian.

“Jelas kami menuntut Pemkab Garut untuk memanggil panitia dan meminta panitia untuk meminta maaf kepada masyarakat,” tutup Rian.(mud/mud)

Hakim Ghani – detikNews

Kamis, 19 Mar 2020 20:02 WIB

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 669 kali, 1 untuk hari ini)