Cuitan-cuitan Denny Siregar dan BuzzeRp Tersapu Bersih oleh Pernyataan Teman Sebarisan Sendiri

  • pendukung Jokowi, Abdillah Toha menyebut dipimpin Presiden Jokowi kondisi Indonseia saat ini malah terpuruk. Pandemi makin mengganas, ekonomi terpuruk, penegakan hukum gagal, fiskal terancam bangkrut, rakyat kecil menderita.
  • Abdillah Toha juga menyebut, Presiden Jokowi dikelilingi oleh orang-orang yang rakus jabatan, serta para buzzer yang menjerumuskan.
  • “Bapak dikelilingi oleh staf yang tidak kompeten, oligarki yang rakus, politisi korup…”


Politikus senior yang selama ini menjadi pendukung Jokowi, Abdillah Toha menyebut dipimpin Presiden Jokowi kondisi Indonseia saat ini malah terpuruk. Pandemi makin mengganas, ekonomi terpuruk, penegakan hukum gagal, fiskal terancam bangkrut, rakyat kecil menderita.

Abdillah Toha juga menyebut, Presiden Jokowi dikelilingi oleh orang-orang yang rakus jabatan, serta para buzzer yang menjerumuskan.

“Bapak presiden Jokowi yang saya hormati. Tes seorang pemimpin adalah pada masa krisis. Kita sedang menghadapi multi krisis dan belum tampak tanda mereda. Pandemi makin mengganas, ekonomi merosot, penegakan hukum gagal, fiskal terancam bangkrut, rakyat kecil menderita,” kata Abdillah Toha di akun twitternya belum lama ini.

“Bapak dikelilingi oleh staf yang tidak kompeten, oligarki yang rakus, politisi korup dan sudah mulai kampanye pilpres, KPK dan hukum yang gembos, komunikasi yang buruk, buzzer yang menjerumuskan, dan lainnya,” katanya.

Pernyataan Abdillah Toha ini menyapu bersih barisan para buzzer pendukung Jokowi.

“Cuitan-cuitan @Dennysiregar7 dan buzzeRp yang lain tersapu bersih oleh pernyatan teman sebarisan sendiri, Bung Abdillah Toha! Mau menyangkal apa lagi?” ujar akun Raja Purwa @BossTemlen.

Cuitan-cuitan @Dennysiregar7 dan buzzeRp yang lain tersapu bersih oleh pernyatan teman sebarisan sendiri, Bung Abdillah Toha! Mau menyangkal apa lagi? pic.twitter.com/YDAP4BIUMl

— Raja Purwa (@BossTemlen) July 10, 2021

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 12 Juli 2021 SOSIAL MEDIA

***

Parikan cah angon zaman dulu diubah jadi begini dan ada di google:

Ning nong ning gung Mbah bayan

Sego jagung ra doyan

Dudu kebon dudu ratan (bukan kebun bukan jalan)

Dijak ngulon malah ngetan (diajak ke barat malah ke timur)

Jaman kemajuan, ning lali paugeran (zaman kemajuan tapi ga’ gubris aturan)

Ning nong ning gung pak bayan
Sego jagung ora doyan
Iwak pithik enake
Ketiban dingklik aduh mak’e

Pak bayan tukang perintah
Punya banyak anak buah
Siji wae ra ono sing genah (satu pun ga’ ada yang beres)
Soyo suwe malah soyo bubrah (makin lama makin rusak)
(parikan cah angon zaman dulu ternyata kini dimodifikasi seperti itu, dan ad
a di google)

***

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ } [المائدة: 2]

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS Al-Maidah:2)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 441 kali, 1 untuk hari ini)