Cuitan Permadi Arya alias Abu Janda ini sudah menyinggung keyakinan (aqidah) dan Al-Qur’an.

Para ahli hukum, ahli kristologi, ahli Al-Qur’an, Ahli Tafsir, Ahli Aqidah Islam, dan ahli-ahli lainnya mungkin perlu mengkaji cuitan yang tampaknya rawan dan dapat menyinggung perasaan Umat Islam itu, karena menyinggung keyakinan dikaitkan Al-Qur’an, namun secara serampangan.

Permadi Arya menulis di akun twitternya:

Tweet

Percakapan


Permadi Arya

@permadiaktivis

 

nabi Isa itu manusia yg diagungkan Allah dalam Al-Quran. jika umat Kristiani memanggilnya Yesus, membuat simbol bentuk patung TIDAK merubah itu Nabi Isa sama yg diagungkan Allah dalam Al-Quran. Menghina Yesus berarti menghina Nabi Isa. Kok ada ya ustad goblok gini aja gak ngerti?

10.25 AM · 18 Agt 2019·Twitter for Android


859

Retweet


3,6 rb

Suka

https://twitter.com/permadiaktivis

 

***

Para ahli tentunya akan mampu menganalisa, sejauh mana cuitan permadi arya alias abu janda itu bila dirujukkan ke Pasal 156 a KUHP Penodaan Agama.

Apakah cuitan Permadi Arya (Abu Janda) yang sudah masuk wilayah keyakinan dan dikaitkan dengan Al-Qur’an namun versi hawa nafsunya sendiri itu setarap denga penodaan agama yang dilakukan Ahok atau bahkan lebih (karena mengandung hinaan pula terhadap ustadz), tampaknya perlu dianalisa secara cermat dikaitkan dengan pasal penodaan agama.

Adapun pasal yang dimaksud, silakan simak ini.

***

 

Pasal 156 a KUHP: Penodaan Agama

UU Hukum Pidana (KUHP) Pasal 156 : Penodaan Agama


 

 

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

 

Pasal 156
Barang siapa di rnuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beherapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa hagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

 

Pasal 156a
Dipidana dengan pidana penjara selama-lumanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. yang pada pokoknya bcrsifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;

b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.

 

http://indonesianskeptics.blogspot.in/2013/10/uu-hukum-pidana-kuhp-pasal-156-penodaan_11.html

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.173 kali, 1 untuk hari ini)