• Aliran sesat Syiah mulai dapat panggung

     

Dari awal saya tau Husein Ja’far Al Hadar itu Syiah apalagi saat dia block akun aku saat debat.

Cuma mau ingatkan, jaga keluarga kalian dari kesesatan syiah.

Indonesia surganya agama sesat. Apalagi dengan terpilihnya Yaqut sebagai menag. Maka lengkaplah kebahagiaan sekte sesat seperti syiah


 


 



вαℓqєєss αℓαmery


@agis_official

 

1.36 PM · 21 Apr 2022·Twitter for Android

***

MUI Pusat mensahkan dan mendukung Fatwa MUI Jatim tentang Kesesatan Syiah

Posted on 9 November 2012

by Nahimunkar.org

 

Kaum Muslimin Indonesia hendaknya bersyukur pada Allah subhana wa ta’ala, pasalnya penjelasan MUI Pusat tentang Fatwa MUI Jatim yang mengatakan Syiah adalah Sesat dan Menyesatkan yang selama ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang sudah lama kebingunan akhirnya keluar juga.

Dalam penjelasannya di Harian Republika pada hari ini (8/11/2012), Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, “Setelah melakukan serangkaian penelitian dan berkonsultasi dengan MUI Pusat, MUI Jatim mengukuhkan fatwa serupa. Mencermati hal itu, penulis (KH. Ma’ruf Amin, red NM) menyimpulkan, bahwa Fatwa MUI Jawa Timur tentang Syiah sudah pada tempatnya dan sesuai aturan.”

KH. Ma’ruf Amin adalah ulama di MUI Pusat yang diberikan amanah oleh Dewan Pimpinan MUI Pusat untuk dapat berbicara atas nama MUI, selain beliau di jajaran ketua-ketua MUI Pusat tidak berhak mengeluarkan statement dan pernyataan tentang berbagai masalah atas nama MUI, seperti Umar Shihab yang selama ini banyak mengeluarkan pernyataan bahwa Syiah tidak sesat. Ini sesuai dengan rapat Dewan Pimpinan MUI Pusat hari Selasa, 9 shafar 1433 H/ 3 jan 2012. Agendanya membahas masalah syiah. Hasilnya antara lain sbb :

  1. Rapat memutuskan Umar Shihab (salah satu ketua MUI, bukan ketua umum!) bersalah karena menyatakan Syiah tidak sesat dengan mengatasnamakan institusi MUI. Yang berhak memberi statement adalah K.H. Ma’ruf Amin (selaku koordinator Ketua II MUI) atau yg ditunjuk oleh Rapim DP MUI.
  2. MUI tetap konsisten dengan Keputusan Rakernas MUI tgl 7 Maret 1984 tentang faham Syiah (yang berbeda dengan ahlussunnah dan wajib diwaspadai).

Sebelumnya, MUI Pusat  juga mengukuhkan dan mendukung Fatwa MUI Sampang tentang kesesatan Syiah, beliau mengatakan, “Berdasarkan bukti-bukti lapangan, akhirnya MUI Sampang menetapkan bahwa ajaran Syiah yang diajarkan Tajul Muluk adalah menyimpang dan ditetapkanlah fatwa sesat terhadap ajaran tersebut. Dalam kajian MUI Pusat, fatwa MUI Sampang tersebut sudah memenuhi aturan dalam menetapkan sebuah fatwa, sebagaimana diatur dalam internal MUI. Fatwa tersebut juga telah memenuhi aspek sistematika, yakni melakukan studi lapangan, studi kitab-kitab rujukan, merujuk fatwa MUI tahun 1984, dan menggunakan tool kriteria aliran menyimpang, sebagaimana hasil keputusan Rakernas MUI tahun 2007.”

MUI Daerah Punya Wewenang

Banyak di antara orang-orang Syiah atau yang pro ke Syiah menanggapi Fatwa MUI Jatim bahwa itu hanyalah Fatwa untuk daerah Jawa timur saja yang bersifat lokal, maka MUI Pusat melalui KH. Ma’ruf Amin menjawab, “MUI Juga mempunyai enam aturan khusus terkait dengan kewenangan dan wilayah fatwa ini. Dalam aturan itu jelas bahwa MUI (MUI Daerah-red) juga punya kewenangan menetapkan fatwa sepanjang hal itu belum difatwakan MUI Pusat. Dan. fatwa MUI Daerah itu juga hendaknya telah dikonsultasikan dengan MUI Pusat.”

Fatwa MUI Pusat tidak dapat membatalkan Fatwa MUI Daerah

Dalam penjelasannya, beliau mengatakan, “Apakah fatwa MUI daerah bisa direvisi atau dibatalkan? Pada hakikatnya, fatwa MUI merupakan hasil ijtihad jama’i (ijtihad kolektif) yang dilakukan oleh para pengurus MUI, baik pusat atau daerah, khususnya yang ada di komisi fatwa. Sebagai hasil ijtihad, fatwa tidak bisa dibatalkan, dianulir, atau direvisi sesuai kaidah al-ijtihadu la yanqudhu bil-ijtihadi. Hasil ijtihad pun tidak bisa dibatalkan oleh ijtihad lainnya.” 

(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com) KAMIS, NOVEMBER 08, 2012  LPPI MAKASSAR

***

Membongkar Kesesatan Syiah Melalui Fatwa

Posted on 7 November 2019

by Nahimunkar.org

Membongkar Kesesatan Syiah Melalui Fatwa

 
 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Perbukuan

 
 

Alhamdulillah, buku berjudul Fatwa-Fatwa Syiah Sesat setebal 96 halaman yang diterbitkan dan disusun oleh Tim Penyusun Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat telah hadir di hadapan sidang pembaca.

 
 

Buku ini berisi tentang kumpulan-kumpulan fatwa dari MUI Pusat, MUI Jatim, Pendiri Nahdhatul Ulama, Maklumat Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), Pernyataan Sikap Bersama Ahlussunnah Indonesia, dan Imam-Imam Mazhab serta Para Ulama.

 
 

Dalam buku ini terdapat 4 fatwa syiah sesat dari MUI Pusat yakni, pertama, hukum meragukan kesempurnaan Al Qur’an. Kedua, hukum menghina dan mengkafirkan sahabat Nabi SAW. Ketiga, hukum meyakini adanya kema’shuman Imam. Dan yang keempat, hukum nikah mut’ah.

 
 

Di dalam setiap fatwanya, MUI Pusat memberikan rekomendasi sebelum ketentuan penutupnya yang ditujukan kepada ummat Islam, pemerintah cq. Kementrian Agama, dan aparat penegak hukum.

 
 

Seperti dalam fatwa tentang hukum meragukan kesempurnaan Al Qur’an, rekomendasi MUI kepada ummat Islam agar mewaspadai adanya pandangan dan/atau aliran keagamaan yang meragukan kesempurnaan Al Qur’an Mush-haf Utsmani.

 
 

Sedangkan rekomendasi MUI Pusat kepada aparat penegak hukum adalah agar melakukan penindakan terhadap setiap orang yang menyebarkan pemahaman yang mengarah kepada meragukan kesempurnaan Al Qur’an.

 
 

Buku ini sangat layak dibaca oleh ummat Islam sekaligus mensosialisasikan tentang kesesatan syiah. Bagi aparat,  semoga terbitnya buku ini menjadi salah satu payung hukum untuk menindak tegas penyebaran paham syiah yang sesat dan menyesatkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan bernegara.

 
 

Bagi ummat Islam yang meragukan akan kesesatan syiah, melalui buku ini akan tercerahkan karena kita diyakinkan oleh para ulama yang pernyataannya didasarkan pada rujukan yang Qoth’i (pasti) yakni Al Qur’an dan Al Hadits.

(nahimunkar.org)