Daftar 18 Tokoh TP3 Enam Laskar FPI

Kecewa dengan Komnas HAM, Amien Rais hingga Busyro Muqoddas Kawal Penembakan 6 Laskar FPI

 

  • TP3 [Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI] menilai bahwa aparat kepolisian telah melampaui kewenangannya, dan bahkan pembunuhan tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari. Sehingga atas tindakan tersebut berakibat tewasnya enam anggota laskar FPI.
  • TP3 menilai, apa pun alasannya, tindakan aparat polisi tersebut sudah melampaui batas dan di luar kewenangan, menggunakan cara-cara kekerasan di luar prosedur hukum dan keadilan atau extra judicial killing.
  • TP3 meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi atas adanya tindakan sewenang-wenang dalam kasus pembunuhan tersebut.

Silakan simak ini.

***

Kecewa dengan Komnas HAM, Amien Rais hingga Busyro Muqoddas Kawal Penembakan 6 Laskar FPI

Foto: MNC Media

JAKARTA –Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI menyampaikan pernyataan sikap mereka terkait kasus tersebut. Tim yang beranggotakan 18 orang dari berbagai profesi ini mengaku akan melakukan advokasi hukum dan HAM yang berkelanjutan dalam kasus penembakan Laskar FPI.

Anggota TP3 Marwan Batubara menuturkan, pendampingan tersebut dilakukan agar peristiwa terungkap jelas dan para pelaku dapat dihukum sesuai hukum yang berkaku.

“TP3 melakukan langkah-langkah advokasi setelah mengamati secara cermat sikap, kebijakan, dan penanganan kasus oleh Pemerintah dan Komnas HAM yang kami nilai jauh dari harapan dan justru cenderung berlawanan dengan kondisi yang objektif,” tururnya di Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2021).

TP3 pun menilai bahwa aparat kepolisian telah melampaui kewenangannya, dan bahkan pembunuhan tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari. Sehingga atas tindakan tersebut berakibat tewasnya enam anggota laskar FPI.

“Meyakini yang terjadi adalah pembunuhan dan pembantaian yang patut diduga telah direncanakan sebelumnya. Sebaliknya, TP3 menilai, apa pun alasannya, tindakan aparat polisi tersebut sudah melampaui batas dan di luar kewenangan, menggunakan cara-cara kekerasan di luar prosedur hukum dan keadilan atau extra judicial killing,” ucapnya.

Marwan menuturkan, tindakan brutal polisi terhadap enam laskar FPI merupakan penghinaan terhadap proses hukum dan pengingkaran atas azas praduga tidak bersalah dalam pencarian keadilan. Oleh karenanya, mereka mengutuk dan mengecam keras para pelaku pembunuhan, termasuk dengan atasannya.

“TP3 menuntut pelakunya diproses secara adil dan transparan. Selain itu sebagai pemimpin pemerintahan, TP3 meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi atas tindakan sewenang-wenang dalam kasus pembunuhan tersebut,” ucapnya.

 Berikut 18 orang tokoh yang membentuk TP3:

 1. Muhammad Amien Rais

2. Abdullah Hehamahua

3. Busyro Muqoddas

4. Muhyiddin Junaidi

5. Marwan Batubara

6. Firdaus Syam

7. Abdul Chair Ramadhan

8. Abdul Muchsin Alatas

9. Neno Warisman

10. Edi Mulyadi

11. Rizal Fadillah

12. HM Mursalin

13. Bukhori Muslim

14. Samsul Badah

15. Taufik Hidayat

16. HM Gamari Sutrisno

17. Candra Kurnia

18. Adi Prayitno

iNews · Riezky Maulana,  Kamis 21 Januari 2021 15:00 WIB

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 457 kali, 1 untuk hari ini)