JAKARTA – Melalui paket kebijakan ekonomi jilid X, pemerintah resmi merevisi daftar negatif investasi (DNI) untuk penanaman modal asing (PMA). Dalam revisi DNI, kini investor asing bisa sepenuhnya atau menanamkan modal hingga 100 persen untuk menguasai 35 bidang usaha di antaranya perfilman, e-commerce, farmasi, dan market place.

Sebelum dibebaskan untuk 100 persen dimiliki asing, bidang-bidang usaha tersebut sebelumnya dibatasi 33 persen hingga 95 persen dari kepemilikan asing. Selain itu, terdapat pula bidang usaha yang sebelumnya dikuasai oleh usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) .

Berikut 35 daftar bidang usaha yang kini dibuka 100 persen untuk asing:

  1. Industri Crumb Rubber, semula 49 persen (Perindustrian)
  2. Pengusahaan Jalan Tol, semula 95 persen (Pekerjaan Umum)
  3. Pengelolaan dan Pengembangan Sampah yang tidak berbahaya, semula 95 persen (Pekerjaan Umum)
  4. Direct Selling, semula 95 persen (Perdagangan)
  5. Cold Storage, semula 33 persen (Perdagangan)
  6. Pialang Berjangka, semula 95 persen (Perdagangan)
  7. Restoran, semula 51 persen (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  8. Bar, semula 49 persen (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  9. Kafe, semula 49 persen (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  10. Gelanggang Olahraga (renang, sepak bola, tenis, kebugaran, sport center, kegiatan olahraga lain), semula 49 persen (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  11. Studio Pengambilan Gambar Film, semula 49 persen (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  12. Laboratorium Pengolahan Film, semula 49 persen (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  13. Sarana Pengisian Suara Film, semula 49 persen (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  14. Sarana Percetakan dan Penggandaan Film, semula 49 persen (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  15. Sarna Pengambilan Gambar, semula PMDN (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  16. Sarana Penyuntingan Film, semula PMDN (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  17. Saraan Pemberian Teks Film, semula PMDN (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  18. Pembuatan Film, semula PMDN (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  19. Pertunjukan Film, semula PMDN (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  20. Studio Rekaman, semula PMDN (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  21. Pengedaran Film, semula PMDN (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
  22. Warung Telekomunikasi, semula UMKMK (Kominfo)
  23. Pembentukan Lembaga Pengujian Perangkat Telekomunikasi (tes laboratorium), semula 95 persen (Kominfo)
  24. Penyelenggaraan Transaksi Perdagangan Melalui Elektronik (platform) ; Market Place ; Place Grabber ; Dialy Deals; Iklan Baris Online, semula PMDN (Kominfo)
  25. Industri Bahan Baku Obat, semula 85 persen (Kesehatan)
  26. Jasa Konsultasi Bisnis dan Manajemen dan/atau Jasa Manajemen RS, semula 67 persen (Kesehatan)
  27. Jasa Pelayanan Penunjang Kesehatan (Penyewaan Peralatan Medik), semula 49 persen (Kesehatan)
  28. Jasa Pelayanan Penunjang Kesehatan: Laboratorium Klinik, semula 67 persen (Kesehatan)
  29. Jasa Pelayanan Penunjang Kesehatan: Klinik Medical Checkup, semula 67 persen (Kesehatan)
  30. Praktek dokter umum, semula PMDN (Kesehatan)
  31. Praktek dokter speasialis, semula PMDN (Kesehatan)
  32. Praktek dokter gigi, semula PMDN (Kesehatan)
  33. Jasa Pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh paramedis, semula PMDN (Kesehatan)
  34. Jasa Pelayanan Kesehatan Tradisional, semula PMDN (Kesehatan)
  35. Dana Pensiun, semula PMDN (Keuangan)(rai)

(rhs)

Sumber: economy.okezone.com / Yohana Artha Uly

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.160 kali, 1 untuk hari ini)