بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Ilustrasi. Buku Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta. (kiri). Kyai Kok Bergelimang Kemusyrikan (knan). Buku2 itu beredar di Indonesia dan Timur tengah terutama di Arab Saudi.

Dalam beragama, kendati jalan yang lurus telah nyata dari jalan yang sesat, sejumlah aliran sempalan terus saja dideklarasikan dan dipasarkan untuk menjaring pengikut sebanyak-banyaknya. Dari waktu ke waktu jumlahnya makin menjamur sesuai nafsu manusia yang cenderung suka membuat yang baru dan ingin mendapatkan pengikut. Sesat yaitu setiap yang menyimpang dari jalan yang dituju (yang benar) dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang benar, itulah kesesatan. Yang dimaksud dengan aliran sesat adalah aliran yang menyimpang dari jalan kebenaran yang ditunjukkan oleh agama.
Kebenaran yang dimaksud adalah
A.Firman Allah :

وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٍ۬ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥۤ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلاً۬ مُّبِينً۬ا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak(pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagimereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka danBarangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya makasungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Q.S. Al-Ahzab:36).

وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَيَتَّبِعۡ غَيۡرَ سَبِيلِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَ‌ۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا

Dan Barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.(Q.S.An-Nisa: 115). 
B. Sabda Rasulullah saw. :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ مَا اِنْ تَمَسَكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا اَبَدَ كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِى

Aku tinggalkan dua perkara yang dengannya kamu tidak akan tersesat : Kitab Allah dan sunnahku.[1].
2.Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, Dan sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya berada di neraka kecuali satu golongan. Para sahabat pun bertanya : Siapa mereka ya Rasulullah ? Yaitu (golongan yang berpegang kepada) perkara yang aku dan sahabat-sahabatku berpegang kepadanya[2].
Dari firman Allah dan sabda Rasulullah dapat disimpulkan bahwa aliran yang sesat itu adalah aliran yang tidak mengikuti Al-Quran, Hadits (Sunnah), dan jalan yang ditempuh oleh mayoritas umat Islam (Ijma’).(H.R. Abu Dawud, Kitab as-Sunnah, I-Bab Syarhus Sunnah no. 4596, dan lafazh hadits di atas adalah lafazh Abu Dawud).
3. Hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan

عَنْ أَبِيْ عَامِرٍ الْهَوْزَنِيِّ عَبْدِ اللهِ بْنِ لُحَيِّ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِيْ سُفْيَانَ أَنَّهُ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: أَلاَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: أََلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ اِفْتَرَقُوْا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ. ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ

Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.” ( H.R. Abu Dawud, Kitabus Sunnah Bab Syarhus Sunnah no. 4597, dan lafazh hadits di atas adalah dari lafazh-nya).
4. Hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِيْ الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِيْ النَّارِ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: الْجَمَاعَةُ

Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.‘(H.R. Ibnu Majah, dalam kitab Sunan-nya Kitabul Fitan bab Iftiraaqil Umam no. 3992).

***

  1. Kriteria aliran sesat yang dikemukakan MUI tahun 2007

1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.

2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuadengan Al-Quran dan sunnah.

3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran.

4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Quran.

5. Melakukan penafsiran Al-Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.

6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.

7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.

8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.

9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, shalat wajib tidak 5 waktu.

10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

***

2. Beberapa Aliran yang Difatwakan Sesat.

1. Lembaga Dakwah Islamiyyah Indonesia (LDII) /Islam Jamaah.

Pendiri : Madigol Nurhasan Ubaidah Lubis bin Abdulbin Thahir bin Irsyad (1915-1982).
lahir di Desa Bangi, Kec. Purwoasri, Kediri, Jawa Timur.
Aktif sejak : 1970
Pemimpinnya sekarang : Dr. H. Ahmad Sumarno, M.M,Ph.D.(?)
Paham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits .
Larangan Jaksa Agung RI: 1971
Fatwa MUI : 2005
Pendapat-pendapat mereka:

1.Al-Qur’an dan As-Sunnah baru sah diamalkan kalau manqul (keluar dari mulut imam atau amirnya).

2.Orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap kafir dan najis.

3.Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, boleh ditebus dengan uang oleh anggota ini.

4.Infak mutlak wajib 10% dari penghasilan apapun

5.wajibnya/dilembagakan taqiyah

6.Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) itu lebih tinggi derajatnya dan lebih berat bobotnya dari pada manusia sedunia, maka wajiblah para jama’ah bersyukur kepada sang amir, sebab dengan adanya sang amir maka jama’ah pasti masuk surga.

2. Negara Islam Indonesia (NII) KW-9 / Az-Zaitun

Pendiri NII : Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo,

Aktif sejak : 7 Agustus 1949 , di Tasikmalaya Jawa-Barat.

Pemimpin NII KW-9 : Abu Toto Syekh Panjigumilang

Fatwa sesat MUI: 2003

Pada tahun 1980-an ketika diadakan musyawarah tiga wilayah besar (Jawa Barat, Sulawesi, dan Aceh) diTangerang Jawa Barat, diputuskan bahwa Adah Djaelani Tirtapradja diangkat menjadi Imam NII. Lalu ada pemekaran wilayah NII yang tadinya 7 menjadi 9, penambahannya itu KW VIII (Komandemen Wilayah VIII) Priangan Barat (mencakup Bogor, Sukabumi, Cianjur), dan KW IX Jakarta Raya (Jakarta, Tangerang, Bekasi). Pada dekade 1990-an KW IX dijadikan sebagai Ummul Quro (ibukota negara) bagi NII, dan pemerintahan dipegang Abu Toto Syekh Panjigumilang (yang juga Syekh Ma’had Az-Zaitun, Desa Gantar,Indramayu, Jawa Barat) pada tahun 1992. Penyelewengannya terjadi ketika pucuk pimpinan NII dipegang Abu Toto. Ia mengubah beberapa ketetapan-ketetapan Komandemen yang termuat dalam kitab PDB (Pedoman Dharma Bakti).
Pendapat-pendapat NII KW-9 :
1.Harta orang selain NII boleh dirampas dan dianggap halal sebgai harta fa’i dan ghanimah.
2.Dengan pemahaman teori kondisi perang, maka shalat bisa dirapel, artinya dari mulai shalat Dzuhur sampai dengan shalat shubuh dilakukan dalam satu waktu, masing-masing hanya satu rakaat.
3.Dalam puasa sesudah terbit matahari pun masih boleh sahur, sedang jam 5 sore sudah boleh berbuka.
4.Wajib bagi setiap jama’ah mencari satu orang tiap harinya untuk dibawa tilawah. Lalu diarahkan agar hijrah dan berbaiat sebagai anggota NII. Karena dengan baiat maka seseorang terhapus dari dosa masa lalu, tersucikan diri, dan menjadi ahli surga .Untuk itu peserta ini harus mengeluarkan shadaqah hijrah yang besarnya tergantung dosa yang dilakukan.

5.Menghalalkan segala cara untuk bisa berinfak ke organisasi.

6.Mengancam anggota yang mundur.

3. Salamullah

Pendirinya Lia Aminuddin. (mati 9 April 2021

Tempat kematian: Kecamatan Senen, Jakarta)

Aktif sejak : 1995, di Jakarta.

Fatwa sesat MUI : 1997

Pendapat-pendapatnya :

1.Lia mengaku bertemu Jibril, kemudian sebagai Bunda Maria, dan akhirnya sebagai Jibril.

2.Anaknya Ahmad Mukti sebagai jelmaan roh Nabi Isa a.s.

3.Imam besar Salamullah Abdul Rahman, sebagai jelmaan Nabi Muhammad saw. [Keluaran IAIN (kini UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta]

4.Mempunyai kitab sendiri yang berjudul RuhulKudus.

4. Al-Qiyadah Al-Islamiyah

Pendiri : Ahmad Mushaddeq.

Aktif sejak : 2001

Fatwa sesat MUI : 2007

Pendapat-pendapatnya :

1.Mushaddeq adalah Rasul menggantikan Nabi Muhammad saw. bergelar Al-Masih Al-Mau’ud.

2.Menganggap musyrik orang diluar Al-Qiyadah

3.Tidak menjalankan rukun Islam kecuali shalat sekali dalam satu malam.

5. Jemaah Ngaji Lelaku

Pendiri : Yusman Roy.

Aktif sejak : 2005, di Lawang, Jawa Timur

Fatwa sesat MUI : 2005

Pendapatnya :

Shalat dengan menggunakan dua bahasa

6. Al-Qur’an Suci

Fatwa sesat MUI: belum ada

Pendapat-pendapatnya :

1.Tidak mengakui hadits.

2.Tidak melakukan kewajiban dalam rukun Islam.

3.Memisahkan jamaah dari keluarganya.

4.Menghalalkan bersetubuh dengan keluarga dekat meski tanpa ikatan pernikahan

5.Imam tertinggi dalam kelompok tersebut sebagai rasul

6.Tidak wajib wudhu sebelum shalat

7.Ingkar Sunnah

Ada tiga jenis kelompok Inkar Sunnah.

a. Kelompok yang menolak hadits-hadits Rasulullah saw. secara keseluruhan.

b. Kelompok yang menolak hadits-hadits yang tak disebutkan dalam al-Qur’an secara tersurat ataupun tersirat.

c. Kelompok yang hanya menerima hadits-hadits mutawatir (diriwayatkan oleh banyak orang setiap jenjang atau periodenya, tak mungkin mereka berdusta) dan menolak hadits-hadits ahad (tidak mencapai derajat mutawatir) walaupun shahih.

Pemimpinnya di Indonenesia : Irham Sutarto.

Inkar Sunnah di Indonesia muncul tahun 1980-an

Fatwa sesat MUI : 1983 .

Pendapatnya :

Tidak mempercayai hadits Nabi saw sebagai landasan Islam

8. Isa Bugis

Pemimpin : Isa Bugis (1926)di Aceh Pidie tahun 1926

Aktif : sejak 1980 di Rawamangun, Jakarta

Fatwa Sesat : Departeman Agama RI 1972

Pendapat-pendapat mereka :

1.Mengartikan Al-Qur’an semaunya, tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw, misalnya, Al-Fiil yang artinya gajah menjadi meriam atau tank baja.

2.Tidak percaya mukjizat, dan menganggap mukjizat tak ubahnya seperti dongeng

3.Nabi Ibrahim menyembelih Ismail itu dianggapnya dongeng belaka.

4.Tafsir Al-Qur’an yang ada sekarang harus dimuseumkan, karena salah semua.

5.Al-Qur’an bukan Bahasa Arab, maka untu memahami Al-Qur’an tak perlu belajar Bahasa Arab.

6.Lembaga Pembaharu Isa Bugis adalah Nur, sedang yang lain adalah zhulumat, maka sesat dan kafir.- Air zam-zam adalah air bekas bangkai.

7.Ka`bah adalah berhala

8.Nabi Muhammad SAW adalah pembangkitimperialisme Arab.

9.Ilmu-ilmu tauhid, fiqih dan sejenisnya menurutny adalah syirik

10.Agama itu akal

11.Juru dakwah dari negeri arab yang menyebarkan agama Islam ke berbagai negeri disebutnya sebagai orang-orang yang mabuk yang haus darah dan harta.

9. Ahmadiyah

Pemimpin: Mirza Ghulam Ahmad (1835-1906) mengaku sebagai nabi

Aktif: Sejak 1889 di Pakistan, masuk Indonesia 1924

Fatwa sesat MUI: 1980 dan 2005.

10. Baha’i

Pendiri : Bahaullah / Mirza Husein Ali (1917 – 1892),

11. Jaringan Islam Liberal (JIL).

Pemimpin : Ulil Abshar Abdalla.

Aktif : sejak 2001

Fatwa sesat MUI : 2005

Pendapat-pendapat mereka

1.Menyamakan semua agama, semuanya menuju jalan kebenaran.

2.Menganggap hukum islam itu zalim sehingga bila diterapkan syari’at Islam yang pertama jadi korban adalah kaum wanita.

3.Mereka menggugat kebenaran Islam karena kata mereka kebenaran agama itu relatif, dan mengajak melihat kebenaran pada agama lain.

4.Vodka (sejenis minuman keras) bisa dihalalkan di Rusia karena daerahnya sangat dingin

5.Menganggap Al-Quran sebagai produk budaya dan mengajak mengadakan studi kritik akan keaslian Al-Quran

12. Al-Quran Suci

Fatwa sesat MUI: 2007

Pendapat-pendapat mereka :

– Tidak mengakui hadits.

– Tidak melakukan kewajiban dalam rukun Islam.

– Memisahkan jamaah dari keluarganya.

Memperbolehkan berzina dengan iparnya

13. Mahesa Kurung

Pemimpin : As-Sayyid al-Habib Faridhal Attros al-Kindhy

Aktif sejak : 1984

Fatwa sesat MUI: 2006

Alasan : Menyebarkan kemusyrikan

14. Wahidiyyah

Pemimpin : Abas

Fatwa Sesat MUI Tasikmalaya

Pendapat –pendapat mereka :

1.Ghauts Hadza Zaman punya kewenangan menanamkan dan mencabut iman seseorang.

2.Sosok Mbah Abdul Majid dianggap sebagai juru selamat bagi umat di zaman sekarang

15. Islam sejati

Pemimpin : Heri dan Akhyari.

Fatwa Sesat MUI Banten : 2007

Pendapat :

– Menyembah Tuhan dengan bersujud menghadap keempat arah penjuru angin.

16. Ahmad Sayuti (Nabi Palsu).

Pemimpin : Ahmad Sayuti.

Fatwa Sesat MUI : 2007

Pendapat :

1.Menganggap dirinya sebagai nabi yang diutus Allah dan Nabi Muhammad bukan nabi terakhir

2.Al-Quran adalah kitab hukum bahasa Arab peninggalan Nabi Muhammad putra Abdullah yang ditulis oleh para sahabatnya atas perintah Muhammad.

3.Mengaku kalau Al-Quran turun pada tahun 1993 saat dirinya mendapatkan wahyu

4.Menganggap tafsir Al-Quran selama ini hanya kebohongan belaka

5.Kitab hadis Bukhari hanya kitab bohong yang isinya bukan perkataan Nabi Muhammad

17. Darul Arqam

Pemimpin : Syeikh Suhaemi.

Fatwa sesat MUI: 1994

Pendapat :

– Aurad Muhammadiyah Darul Arqam diterima secara langsung oleh Syekh Suhaemi, tokoh Darul Arqam, dari Rasulullah saw. di Ka’bah dalam keadaan

terjaga.

Selain aliran-aliran ini masih banyak aliran yang dianggap sesat, misalnya : Al-Quran Hijau, Al-Haq, Amanat Keagungan Ilahi, Bumi Segandu, Hidup dibalik Hidup, dan lain-lain. Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat ( Pakem) selama 1980 hingga 2006 mencatat adanya 250 ajaran sesat di Indonesia.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.

      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ       
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Sumber:
www.duniadownload.com  oleh:Farid Zainal Effendi.

***
[1].HR Ad-Daraquthniy no:4559, al-Hakim no:319, al-Baihaqiy
[2].HR Tirmidiy no:2631,2640, Abu Dawud no:4569, Ahmad no : 12229,
Ibnu Majah no:3992.

http://www.jadipintar.com/2014/06/Daftar-Aliran-Aliran-yang-Dianggap-Sesat-di-Indonesia.html

——-

Ketua Umum LDII pengganti Abdullah Syam yg mati Juli 2020:

Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Chriswanto Santoso

***

 Bukti Kesesatan LDII: Rekaman Suara Ketum LDII Diputar di MUI Pusat


Selasa, 28 Rajab 1442 H / 25 Juni 2013 19:16 wib

Bukti Kesesatan LDII: Rekaman Suara Ketum LDII Diputar di MUI Pusat

JAKARTA (voa-islam.com) – Dalam pertemuan ulama Bogor dan sejumlah pimpinan ormas Islam dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, tadi siang, (25/6) di kantor MUI Pusat, Jakarta, membawa bukti kesesatan LDII dengan memutar rekaman suara Ketua Umum LDII Abdullah Syam di depan peserta CAI 2011 dan para pengurus LDII lainnya.

Salah satu ucapan Abdullah Syam adalah masih menyebut jamaah LDII dengan sebutan orang jamaah. Ini menunjukkan LDII masih berparadigma lama, yakni Islam Jamaah, dan telah dinyatakan sesat oleh MUI Pusat sebelumnya.

Seperti diketahui, orang Jamaah adalah para warga sekte Islam Jamaah/LDII yang tentunya sudah berbaiat kepada imamnya saat ini yaitu Sulton Aulia Abdul Aziz bin Nurhasan (anak pendiri sekte Islam Jamaah).

Ada beberapa point kesesatan yang diucapkan dari ceramah Abdullah Syam tersebut. Berikut ini adalah suara Abddulah Syam yang telah ditranskrip dalam bentuk tulisan:

…akhirnya sampailah kepada putra Indonesia terbaik, yaitu Bapak KH Nurhasan al Ubaidah Lubis yang saat itu kita angkat sebagai amir kita, kemudian dilanjutkan setelah beliau tiada, perantara berikutnya yaitu KH. Sueh Abdul Dhohir dan juga kita angkat sebagai amir kita, yang pada berikutnya lagi kita kenal, yaitu setelah beliau tiada kita angkat lagi sebagai amir kita yaitu KH. Abdul Aziz Sulthon Aulia.

Inilah bukti nyata pengakuan Ketua Umum LDII Abdullah Syam sendiri, bahwa ajaran yang ditutup-tutupi oleh LDII adalah sekte sesat Islam Jamaah buatan Nurhasan al-Kadzdzab.

Selanjutnya Abdullah Syam juga menyebut kata “amrin jamiin  yang sudah disepakati dimusyawarahkan”.  Perlu dijelaskan disini adalah amrin jamiin diambil dari bahasa Arab yang artinya kegiatan Islam Jamaah yang sudah disepakati lewat acara musyawarah para pembela sekte ini.

Dalam rekaman suara Abdullah Syam juga dinyatakan, sekte Islam Jamaah/LDII meyakini kalau mereka beramal benar pasti diterima, kalau salah pasti diampuni. Dan juga meyakini kalau umat Islam selain mereka, beramal benar saja, pasti tidak diterima Allah, apalagi salah, pasti wajib masuk Neraka.

Masih dalam rekaman suara tersebut: Warga sekte Islam Jamaah yang dipandang mampu, akan mendapat perintah dari keimaman (dari imam pusat Sulthon Aulia atau dari wakilnya di daerah) yang harus ditunaikan. Kalau tidak ditunaikan, pengurus itu atau pengemban amanah tanggungjawab itu akan diancam tidak masuk surga bersama imamnya.

Selain rekaman ceramah Abdullah Syam, juga diserahkan bukti-bukti lainnya berupa video H. Thoyibun (Dai LDII tingkat pusat). [desastian]

https://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/25/25474/bukti-kesesatan-ldii-rekaman-suara-ketum-diputar-di-mui-pusat/

***

Syiah Menodai Agama, Mengingkari Otentisitas Al-Qur’an

By nahimunkar.com on 12 February 2015

Telah terbukti, Tajul Muluk Pentolan Syiah Sampang divonis penjara 4 tahun karena menodai agama Islam (menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi), melanggar pasal 156A KUHP

Syiah jelas-jelas menodai agama (Islam) itu sudah tidak kurang data dan fakta. Di antaranya.

1. Fatwa MUI Jawa Timur tentang sesatnya Syiah lihat di siniFatwa MUI Jawa Timurtentang Kesesatan Ajaran Syi’ah

2. MUI Pusat menilai fatwa MUI Jawa Timur itu sah. Lihat ini MUI Pusat mensahkan dan mendukung Fatwa MUI Jatimtentang kesesatan syiah

3. Tajul Muluk pentolan syiah dari Sampang telah divonis 4 tahun penjara karena terbukti  melanggar pasal 156a tentang penodan agama, karena Tajul Muluk menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Vonis Pengadilan itu sampai diketok palu oleh tiga jenis pengadilan yakni Pengadilan Negeri Sampang memvonis Tajul  Muluk hukuman penjara 2 tahun karena menodai agama, melanggar pasal 156a. Lalu Tajul Muluk naik banding ke pengadilan Tinggi Surabaya, divonis 4 tahun penjara karena terbukti menodai agama. Kemudian ia mengajukan kasasi dan putusannya, kasasi ditolak MA, maka tetap Tajul Muluk wajib menjalani hukuman 4 tahun penjara. Jadi jelas-jelas syiah telah terbukti sesat bahkan menodai agama (Islam).  Lihat ini https://www.nahimunkar.org/kejahatan-syiah-dari-mazdak-hingga-tajul-muluk-sampang

4. Apabila masih ada yang berkilah bahwa itu hanya Tajul Muluk saja, sedang syiah yang lainnya di Indonesia ini tidak begitu, maka coba lihat bagaimana Jalaluddin Rakhmat dengan konco-konconya dari Ijabi bahkan didukung pula oleh penghalal homoseks Musdah Mulia membela syiah sampang dengan “menyerang” MUI dalam dialog di tv kompas Senin malam (16/9 2013). Hingga ada surat terbuka untuk presiden mengenai kasus itu.

Juga silakan  lihat link ini Kasasi Tajul Muluk Ditolak MA: Bukti Ajaran Syiah Menodai Agama.https://www.nahimunkar.org/syiah-terbukti-menodai-agama/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 233 kali, 1 untuk hari ini)