KIBLAT.NET, Riyadh – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan sebanyak 34 negara bergabung “Koalisi Militer Islam” yang dipimpinnya. Negara-negara tersebut mayoritas dari negara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Pernyataan bersama yang disampaikan kepada media, Senin (14/12), koalisi ini bertujuan memerangi terorisme ini dibentuk di atas prinsip-prinsip yang tengah diputuskan oleh OKI. Di antara prinsip itu, seluruh anggota harus berkerjasama memerangi “teroris” dari segala bentuk dan jenisnya.

OKI diikuti oleh 57 negara dunia. Sampai saat ini, tercatat hanya 34 negara yang bergabung koalisi internasional baru bentukan Arab Saudi. Artinya, 23 negara anggota OKI absen.

Negara-negara anggota OKI yang menonjol, yang tidak koalisi bentukan Saudi itu adalah Iran, Suriah, Iraq, Aljazair dan Afghanistan. Sementara negara-negara lainnya belum menyampaikan sikap.

Di sisi lain, pernyataan Koalisi Militer Islam menyebutkan terdapat 10 negara Muslim yang mendukung dan akan bergabung. Salah satunya, negara Indonesia. Namun belakangan, Indonesia menyatakan tidak bergabung karena koalisi itu dianggap tidak sejalan dengan Undang-Undangan Negara.

Di bawah ini negara-negara anggota OKI, yang belum atau tidak, bergabung dalam Koalisi Militer Islam:

Afghanistan, Azerbaijan, Albania, Uzbekistan, Uganda, Iran, Brunei, Burkina Faso, Tajikistan, Turkmenistan, Aljazair, Suriah, Suriname, Irak, Oman, Guyana Prancis, Gambia, Guinea-Bissau, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Kamerun, Mozambik dan Indonesia.

Sumber: klmty.net / kiblat.net

Penulis: Hunef Ibrahim

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.392 kali, 1 untuk hari ini)