Daftar Janji Jokowi untuk Rakyat Kecil yang Terdampak Corona 

Oleh: Kartika Ratnasari

 


instagram @jogja24jam

Ilustrasi bentrokan Driver Ojol VS Debt Collector di Jogja. Kasus driver ojol ditagih cicilan oleh debt collector kini masih berjalan meski sudah dilarang Jokowi karena dampak virus corona. / IRONI, Sudah Nunjukkin Video Jokowi, Driver Ojol Ini Masih Ditagih Cicilan Oleh Debt Collector./ Wartakotalive Sabtu, 28 Maret 2020 07:07

Masyarakat kecil mengeluh akan dampak besar yang mereka rasakan terhadap kondisi ekonomi keluarga sejak adanya pandemi COVID-19.

Ini dia janji Jokowi untuk rakyat.

Wabah virus corona atau COVID-19 membuat pemerintah membatasi aktivitas dan mobilisasi masyarakat.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk bekerja, belajar, dan ibadah dari rumah.

Setelah diberlakukan kebijakan ini beberapa minggu, kelompok masyarakat kecil mulai merasakan dampak terhadap kondisi ekonomi mereka.

Keluhan-keluhan rakyat kecil yang sangat merasakan dampak corona

Sejumlah karyawan perusahaan dari industri yang sangat terdampak corona seperti perhotelan, mengalami pemutusan hubungan kerja.

Pekerja informal seperti MC acara, wedding organizer, juga harus kehilangan pendapatan mereka karena adanya larangan aktivitas yang melibatkan banyak orang. 

Sopir ojek dan taksi online, pedagang keliling, yang sehari-harinya mencari nafkah di jalan, mau tak mau mengabaikan imbauan pemerintah agar kebutuhan tetap bisa terpenuhi.

Jokowi menanggapi keluhan tersebut dan berjanji untuk meringankan beban masyarakat

Janji ini pun disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di sejumlah kesempatan yang berbeda-beda.

Apa saja janji Jokowi dan pemerintahannya tersebut?

Daftar janji Jokowi untuk masyarakat kecil yang terdampak corona

Relaksasi pembayaran angsuran kendaraan

Banyak ojol dan sopir taksi yang curhat di media sosial.

Bahkan ada yang diundang oleh televisi bersama sejumlah politikus, dokter, dan beberapa pihak dari profesi lainnya.

Mereka yang berpenghasilan harian khawatir tak bisa memenuhi kebutuhannya karena kebijakan kerja dari rumah oleh pemerintah.

Di sisi lain, mereka juga takut oleh virus corona yang menghantui selama mereka masih harus bekerja di jalan. 

Presiden Joko Widodo mengaku telah mendengar keluhan-keluhan tersebut. 

Dilansir dari Detik.com, Ia menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir.

Sebab, pemerintah sudah memberikan relaksasi bahwa mereka tidak perlu membayar angsuran kredit kendaraan selama 1 tahun.

Dalam kondisi darurat corona saat ini, pemerintah membebaskan para driver ojek online (ojol) maupun sopir taksi untuk membayar cicilan kendaraan selama 1 tahun. Hal itu juga berlaku untuk nelayan yang memiliki cicilan perahu.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Presiden Jokowi saat rapat kerja dengan para Gubernur melalui video conference dari Istana Merdeka di Jakarta, Selasa (24/3).

“Keluhan yang saya dengar juga dari tukang ojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit, saya kira sampaikan ke mereka, tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun,” ujarnya.

Jokowi menegaskan kepada bank maupun leasing, bahwa kebijakan itu tidak main-main. 

“Dan pihak perbankan dan industri keuangan non bank dilarang mengejar-ngejar angsuran. Apalagi menggunakan jasa penagihan atau debt collector. Itu dilarang dan saya minta kepolisian mencatat hal ini,” tuturnya.

Relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar

Masih dalam rapat yang sama, Jokowi juga mengatakan bahwa selain memberikan relaksasi itu, OJK juga melonggarkan kredit UMKM.

“OJK akan memberikan kelonggaran relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar baik kredit perbankan maupun industri keuangan non bank, penundaan cicilan sampai satu tahun, dan penurunan bunga,” tuturnya.

Korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat corona akan mendapatkan uang

Selain janji Jokowi terkait relaksasi kredit angsuran kendaraan dan UMKM, ia juga merespon dampak Covid-19 atau virus corona pada para pekerja yang terkena PHK.

Dengan kebijakan tersebut, para karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bisa mendapatkan pendapatan untuk kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari Suara.com, inilah yang dikatakan oleh Presiden Jokowi:

“Kemudian juga akan segera dimulai kartu prakerja, implementasi dari kartu pra kerja, ini kita pakai untuk antisipasi para pekerja yang terkena PHK, para pekerja harian yang kehilangan penghasilan dan para pengusaha mikro yang kehilangan pasar atau kehilangan omset,” ujar Jokowi lewat video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Dalam menjalankan kebijakan ini, Jokowi telah menganggarakan dana hingga Rp 10 triliun. Kepala Negara pun meminta semua pihak agar menjalankan kebijakan secara tepat sasaran.

Untuk mendukung kebijakan ini, pemerintah memperkenalkan Kartu Pra Kerja. 

Melalui Kartu Pra Kerja, Pemerintah memberikan bantuan biaya pelatihan hingga Rp 7 juta per peserta sekali seumur hidup. 

Pemerintah akan membayarkan biaya pelatihan itu langsung kepada lembaga pelatihan melalui platform digital.

Meringankan cicilan KPR subsidi

Presiden Jokowi juga memberikan subsidi selisih bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah selama 10 tahun. 

Dilansir dari Republika.com, Jokowi mengatakan, jika bunga KPR di atas 5 persen, selisih bunganya akan dibayarkan oleh pemerintah.

“Pemerintah memberikan subisidi selisih bunga selama 10 tahun. Jika bunga di atas 5 persen maka selisih bunganya akan dibayar pemerintah,” kata Jokowi.

Selain itu, janji Jokowi lainnya adalah akan memberikan subsidi bantuan uang muka bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang mengambil kredit rumah bersubsidi. 

Ia menyebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp 1,5 triliun untuk dua stimulus subsidi ini.

Subsidi dari pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah yang masih memiliki kredit KPR ini diberikan untuk mengatasi dampak dari pandemi corona.

Tambah dana sebesar Rp 200 ribu di kartu sembako 

Pemerintah juga telah menganggarkan Rp 4,5 triliun untuk menambah tunjangan Kartu Sembako Murah.

Adapun tambahan anggaran ini akan berlaku selama enam bulan ke depan. 

Dilansir dari Liputa6.com, inilah yang dikatakan oleh Presiden Jokowi:

“Akan ditambah 50 ribu. (Jadi) diterima 200 ribu per keluarga penerima manfaat anggaran. (Sudah) dianggarkan Rp 4,5 triliun,” ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada gubernur melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

Kartu Sembako Murah atau kartu sembako adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program penjangkauan harga sembako bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 

Kartu tersebut dipromosikan oleh Joko Widodo pada masa kampanye Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, bersama dengan KIP Kuliah dan Kartu pra-kerja

artikel.rumah123.com, Sabtu, 28/03/2020 17:00

***

Kewajiban Menepati Janji dan Haram Mengingkarinya.

Cukuplah ayat-ayat al-Qur-an dan hadits-hadits yang shahih dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi sandaran dan argumentasi tentang kewajiban menepati janji dan haramnya mengingkarinya.

Diantaranya, firman Allâh Azza wa Jalla :

وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

Dan penuhilah janji. Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya [al-Isrâ’/17:34]

Juga sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tanda-tanda orang munafik ada tiga; kalau berbicara dia berdusta, kalau berjanji dia ingkar, dan kalau diberi amanah (kepercayaan) dia berkhianat.[ HSR al-Bukhâri (no. 33) dan Muslim (no. 59).]

https://almanhaj.or.id/4186-hadits-lemah-tentang-janji-adalah-utang.html

(nahimunkar.org)

(Dibaca 565 kali, 1 untuk hari ini)