1. Frans Lebu Raya (gubernur Nusa Tenggara Timur)
Agama: Kristen Katolik
jadi Gubernur diusung Partai Golkar dan PDIP

2. Cornelis (gubernur Kalimantan Barat)
Agama: Kristen Katolik
jadi Gubernur diusung Partai PDIP, Demokrat dan PKB

3. Agustinus Teras Narang (gubernur Kalimantan Tengah)
Agama: Kristen Protestan
jadi Gubernur diusung Partai Golkar, PDIP, Demokrat anggota DPR dari partai PDIP

4. Sinyo Harry Sarundajang (gubernur Sulawesi Utara)
Agama: Kristen
jadi Gubernur diusung Partai Demokrat dan PDIP

5. Karel Albert Ralahalu (gubernur Maluku)
Agama: Kristen
jadi Gubernur diusung Partai Golkar & PDIP

6. Abraham Octavianus Atururi (gubernur Papua Barat)
Agama Kristen Katolik
jadi Gubernur diusung Partai Golkar & PDIP

Al-Qur’an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sebagai Pemimpin / Teman Setia
QS. 58. Al-Mujaadilah : 14-15.

{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (14) أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [المجادلة: 14، 15]

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Alloh sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Alloh telah menyediakan bagi mereka ADZAB yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”
Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir
QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.

{رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [الممتحنة: 5]

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Maka Pilih Ulil Amri/Pemimpin itu yang jelas Islam, jangan Non Muslim jika mau selamat dari Adzab Alloh Ta’ala, dalam soal ini. Wallohu a’lam

Suara pembaca: Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd (Aktivis Anti Pemurtadan, Pengamat Pendidikan Non Formal dan Informal).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 27.042 kali, 1 untuk hari ini)