Daftar Pejabat Positif Corona: Menag Fachrul, Ketua KPU Arief Budiman, dan Sederet Pejabat Lainnya

 


Ilustrasi. Menteri Agama Fachrul Razi. Foto/ kpstv

Silakan simak berikut ini.

***

Deretan Pejabat Publik yang Positif Covid-19, Waspadai Klaster


Ilustrasi virus corona atau Covid-19 ( )

 Hari ini, masyarakat Indonesia kembali mendapatkan kabar tidak menyenangkan terkait dengan kasus positif Covid-19.

Pasalnya, Menteri Agama, Fachrul Razi dinyatakan terpapar virus corona yang dikonfirmasi langsung oleh Staf Khususnya dalam laman resmi Kementerian Agama.

“Pada 17 September, Menag melakukan tes swab dan hasilnya positif,” ungkapnya dalam keterangan di laman tersebut.

Pihak pejabat publik memang melakukan banyak upaya untuk mencegah penyebaran virus ini, dan masih melakukan beberapa kerja lapangan sehingga potensinya menjadi besar.

Baca Juga: Menteri Agama Fachrul Razi Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebelumnya juga diketahui bahwa anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Thantowi juga dinyatakan terpapar virus corona.

Dikutip dari Kompas.com, kabar Pramono positif Covid-19 ini hanya berselang satu hari setelah Ketua KPU, Arief Budiman menyatakan bahwa dirinya positif Covid-19.

Bersamaan dengan itu, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Syamsuddin Haris juga menyatakan bahwa dirinya terpapar virus corona.

Baca Juga: Jalani Test Swab, Ketua KPU Arief Budiman Terkonfirmasi Positif Covid-19

Beberapa pejabat publik lainnya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, yang saat ini menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto.

Kemudian ada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang juga menjalani perawatan di RSPAD pada Maret 2020 yang lalu.

Di tingkat daerah, ada pula Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah yang tutup usia pada pekan lalu karena sempat dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya, ada juga lima kepala daerah yang dilaporkan meninggal dunia karena terpapar virus berbahaya ini.

Baca Juga: Dino Patti Djalal, Mantan Wamenlu Terkonfirmasi Positif Covid-19

Yaitu, Bupati Sudiarjo, Nur Ahmad Syaifudin, Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony, Wali Kota Banjar Baru, Nadjmi Adhani, Wali Kota Tanjung Pinang, Syahrul, dan Bupati Morowali Utara, Aptripel Tumimomor.

Banyaknya pejabat publik yang terpapar virus corona ini menimbulkan tanda tanya apakah memang sudah bisa dinyatakan sebagai klaster baru, yaitu klaster pemerintahan?

Dilansir dari corona.jakarta.go.id, bahwa per 7 September 2020, ada 139 kasus penularan di Kementerian Kesehatan dan 49 kasus positif di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes.

Kementerian Perhubungan juga mencatatkan 90 kasus penularan, dan Kementerian Keuangan 42 kasus penularan.

Prameswari Sasmita –

Sonora.ID –
21 September 2020 13:10 WIB

***

Selain Ketua KPU, Ini 17 Pejabat yang Pernah Positif Corona

Virus corona bisa menular kepada siapa saja, tidak peduli itu masyarakat biasa, dokter, maupun pejabat.

Terbaru, diberitakan Kompas.com pada Jumat (18/9/2020), Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman terkonfirmasi positif Covid-19.

Kondisi itu diketahui usai Arief menjalani tes PCR, Kamis (17/9/2020), sebagai syarat untuk menghadiri rapat di Istana Bogor pada 18 September.

Kehadirannya dalam rapat itu kemudian diwakili oleh anggota KPU lainnya. Sementara itu, Arief segera melakukan isolasi mandiri di rumah sejak 18 September dini hari.

Arief mengaku tidak mengalami gejala apa pun, seperti batuk pilek, panas, maupun sesak napas.

Ia bukan pejabat Indonesia pertama yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Ketua KPU Arief Budiman Berstatus OTG Covid-19

 
 

Selain Arief, sederet pejabat lainnya juga dilaporkan pernah terinfeksi virus corona, berikut daftarnya:

1. Sekda DKI Jakarta

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah diketahui terpapar Covid-19. Ia meninggal dunia pada Rabu (16/9/2020). 

Saefullah meninggal pada pukul 12.55 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Diberitakan Kompas.com, Rabu (16/9/2020), Saefullah cukup aktif terlibat dalam berbagai rapat dengan DPRD DKI Jakarta hingga proses pengambilan keputusan terkait penanganan Covid-19 di Ibu Kota sebelum jatuh sakit

Terakhir, Saefullah menginstruksikan agar waktu bekerja aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kantor dibatasi hanya 5,5 jam.

2. Menteri Kelautan dan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikonfirmasi positif Covid-19 oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan.

Diberitakan Kompas.com, Rabu (8/9/2020), Daniel mendapat informasi tersebut pertama kali pada 3 September 2020. 

Saat ini Edhy, yang juga seorang kader Partai Gerindra, telah sembuh dari Covid-19. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Diberitakan Kompas.com, Rabu (16/9/2020), Dasco mengatakan Edhy pertama kali dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur saat terpapar Covid-19.

Setelah itu, Edhy dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Ia membenarkan Edhy sempat dirawat di ICU agar perawatannya lebih optimal. Edhy dalam keadaan sadar saat dirawat di ICU.

3. Menteri Perhubungan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif Covid-19 pada 14 Maret 2020. Ia tercatat sebagai pasien nomor 76.

Diberitakan Kompas.com, Rabu (2/9/2020), Budi Karya merupakan pejabat pemerintah pusat pertama yang dinyatakan positif Covid-19.

Pengumuman Budi Karya positif Covid-19 disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno atas izin keluarga.

Budi Karya sempat tak sadarkan diri selama 14 hari setelah dinyatakan positif Covid-19. Dia akhirnya dinyatakan sembuh pada 31 Maret, setelah 17 hari dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

Baca juga: Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

4. Dirjen Perkeretaapian Kemenhub

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Selasa (24/03/2020).

Zulfikri melakukan tes swab bersama istrinya pada 18 Maret 2020. Dirinya positif, sementara sang istri dinyatakan negaif.

5. Bupati Karawang

Bupati Karawang Cellica Nurachadiana sempat dinyatakan positif virus corona.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Bandung, Selasa (24/03/2020).

Kini, Cellica sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

6. Wakil Wali Kota Bandung 

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sempat dinyatakan positif Covid-19. Kabar tersebut dibagikan Yana dalam akun resmi Instagramnya pada Senin (23/3/2020).

Yana menyampaikan sempat merasakan demam sebelum akhirnya dinyatakan positif. Ia dinyatakan sudah sembuh dari Covid-19.

7. Wali Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dinyatakan positif Covid-19 setelah pulang dari lawatannya ke Turki pada Maret 2020.

Ia menduga tertular Covid-19 dalam perjalanan pulang di pesawat dari Turki ke Indonesia. Di perjalanan pulang itu, ada salah seorang penumpang yang tak henti-hentinya batuk.

Bima Arya lalu dirawat di RSUD Kota Bogor dan akhirnya dinyatakan sehat serta kembali bertugas pada 28 April 2020.

8. Wakil Ketua DPR

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Achmad mengaku sempat dinyatakan positif Covid-19. Dia tertular Covid-19 dari suami adik iparnya.

Dasco pun melakukan isolasi mandiri pada 14-18 April 2020 setelah dinyatakan positif Covid-19.

Setelah sembuh dan beraktivitas seperti biasa, Dasco bertugas menjadi Koordinator Satgas Lawan Covid-19 bentukan DPR.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Pesta Pernikahan Dianggap Ide Buruk di Tengah Pandemi Covid-19

9. Wakil Gubernur Kalimantan Timur

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi sempat dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada 15 Agustus 2020.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Hadi saat dikonfirmasi Kompas.com. Meski demikian, ia menyebut tidak mengalami demam atau batuk dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kini, Hadi dinyatakan sudah sembuh dari Covid-19.

10. Wakil Wali Kota Surakarta

Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo dinyatakan positif Covid-19 setelah mengikuti tes swab PCR pada Sabtu (18/7/2020), dua hari setelah bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.

Purnomo menyebut, saat itu dipanggil Kepala Negara untuk membahas pencalonan Gibran Rakabuming Raka, anak Jokowi, sebagai calon Wali Kota Solo.

11. Gubernur Kepulauan Riau

Gubernur Kepulauan Riau Isdianto dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (1/8/2020), lima hari setelah Isdianto dilantik Presiden Jokowi.

Namun, Kepala Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono memastikan Isdianto berstatus negatif Covid-19 saat masuk ke Istana.

Sebab dua hari sebelum pelantikan, pihak Istana sudah meminta Isdianto dan keluarga serta rombongan terbatas yang akan memasuki Istana untuk melakukan swab tes, dan hasilnya negatif.

12. Plt Wali Kota Medan

Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution sempat dinyatakan positif Covid-19 pada Senin (3/8/2020). Hal itu diketahui setelah dilakukan tes PCR, dan hasilnya positif.

Akhyar langsung diarahkan ke rumah sakit dan diawasi ketat oleh tim medis khusus. 

Setelah dua pekan menjalani perawatan di rumah sakit, Akhyar dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Minggu (16/8/2020).

Baca juga: China Larang Produk Laut dari Eksportir Indonesia Setelah Ditemukan Virus Corona

13. Bupati Morowali Utara

Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimor meninggal dunia pada Kamis (2/4/2020) di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Hasil tes PCR yang dilakukan tim medis menunjukkan Aptripel positif Covid-19. Aptripel diduga terinfeksi setelah melakukan perjalanan ke Jakarta.

14. Wali Kota Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul meninggal dunia akibat Covid-19 di RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Selasa (28/4/2020).

Dia disebut telah dirawat di RS tersebut sejak Sabtu (11/4/2020).

Syahrul langsung dirawat di ruang isolasi karena kondisinya saat itu mengarah pada Covid-19.

15. Wali Kota Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meninggal dunia pada Senin (10/8/2020) setelah dua pekan dirawat akibat Covid-19.

Meninggalnya Nadjmi mengejutkan sejumlah pihak, karena Nadjmi sempat aktif di media sosial dan membagikan video saat dirinya sedang menjalani perawatan.

16. Wakil Bupati Way Kanan

Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony meninggal dunia akibat virus corona.

Ia meninggal dunia pada Minggu (16/8/2020), setelah sepekan dirawat di RSUP dr H Abdul Moeloek Bandar Lampung. 

17. Plt Bupati Sidoarjo 

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin meninggal dunia akibat Covid-19 pada Sabtu (22/8/2020).

Sebelum meninggal, Nur Ahmad diketahui mengeluhkan demam, batuk, dan sesak napas selama sepekan.

Penulis Jawahir Gustav Rizal

Editor Jihad Akbar/ Kompas.com – 19/09/2020, 14:23 WIB

***

Nasib pejabat di akherat pun tergantung amalnya waktu di dunia.

Apabila pejabat itu beriman, beramal shalih, tidak zalim, bahkan adil, maka termasuk yang dijanjikan surga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan merupakan manusia2 terkemuka, karena kebaikan yang dilakukan di dunia banyak pengaruhnya terhadap kehidupan dan keselamatan banyak manusia.

Sebaliknya, bila pejabat itu tidak beriman, zalim, memusuhi Islam, mempersulit masyarakat dan sebagainya, maka ancaman dahsyatnya siksa api neraka pun tersedia. Karena kemadharatan dan derita yang ditimpakan ke umat manusia diderita oleh banyak orang. Tinggal di akherat akan menghadapi balasan yang harus dipertanggung jawabkannya. Tinggallah penyesalan dengan teriakan penuh keputus asaan;

{يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29) خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (30) ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ (31) ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (32) إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ (33) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ } [الحاقة: 27 – 34]

27. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. [Al Haqqah:27]

28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. [Al Haqqah:28]

29. Telah hilang kekuasaanku daripadaku”. [Al Haqqah:29]

30. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. [Al Haqqah:30]

31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. [Al Haqqah:31]

32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. [Al Haqqah:32]

33. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. [Al Haqqah:33]

34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. [Al Haqqah:34].

 

Demikianlah ancaman siksa dahsyat bagi orang yang tidak beriman dengan rangkaian perbuatan2 buruknya di dunia.

Adapun orang yang beriman dengan rangkaian amal shalih, termasuk (bahkan lebih2 lagi) pejabat yang beriman dan beramal shalih, tidak sombong, tidak membuat kerusakan, tidak zalim, bahkan takut kepada Allah dan bertaqwa, maka dijanjikan kegembiraan berupa surga tempatnya di akherat kelak.

{الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ} [الحج: 41]

تفسير ابن كثير ت سلامة (5/ 437)

وَقَوْلُهُ: {وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ} ، كَقَوْلِهِ تَعَالَى {وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ} [الْقَصَصِ: 83] .

وَقَالَ زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ: {وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ} : وَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ مَا صَنَعُوا.

 

{الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ} [الحج: 41]

41. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf (baik) dan mencegah dari perbuatan yang mungkar (buruk); dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. [Al Hajj:41]

Akhir ayat tersebut dalam Tafsir Ibnu Katsir dikaitkan dengan QS Al-Qashash: 83

{تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ} [القصص: 83]

83. Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. [Al Qasas:83]

Penjelasan dalam Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI sebagai berikut:

Kebahagiaan yang hakiki, yaitu di akhirat kelak, tidak akan diperoleh oleh orang seperti Karun (yang binasa karena keangkuhannya). Kenikmatan negeri akhirat itu kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dengan kekuasaan yang dimilikinya dan tidak berbuat kerusakan di bumi dengan melakukan kemaksiatan dan kejahatan. Dan kesudahan yang baik itu, yaitu surga, hanya bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang kalbunya penuh dengan keimanan karena rasa takut kepada Allah, sehingga mereka melakukan apa yang diridai Allah.

(Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI)/ tafsirweb.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 816 kali, 1 untuk hari ini)