• CIR mengkritik keras sikap arogan Dahlan Iskan yang mengabaikan pelanggaran hak cipta mobil listrik Tucuxi.
  • Bahkan, Dahlan berfilosofi menyesatkan: pelanggaran (uji coba tanpa prosedur dan abaikan UU lalu lintas) bukan kejahatan.
  • Mengapa proses uji coba dilakukan serampangan? Dahlan ingin mensukseskan atau menggagalkan program itu di tengah jalan?

Inilah beritanya.

***

CIR Mengkritik: Dahlan Iskan Tak Serius dalam Proyek Mobil Listrik

dahlan&mobil_83524287432

Center for Indonesian Reform (CIR) mengapresiasi sikap Danet Suryatama, perancang mobil listrik nasional yang menilai dikecewakan perlakuan semena-mena Dahlan Iskan.

“Visi Danet sejajar dengan B.J. Habibie, dia rancang mobil listrik super canggih agar bangsa lain tak remehkan karya asli Indonesia. Dari situ nanti, proyek mobil listrik nasional yang murah untuk rakyat punya legitimasi profesional. Bahkan, yang dibutuhkan sebenarnya adalah transportasi publik murah dengan energi ramah lingkungan dan terbarukan,” ujar Sapto Waluyo, Direktur Eksekutif CIR.

Sapto mengaku mengenal Danet sejak bekerja di Daimler-Chrysler sebagai teknisi/desainer otomotif yang berdedikasi. Dia mau balik ke Indonesia, antara lain tertarik dengan program mobil nasional.

Dalam rilis resmi  ElektrikCar yang dikrim ke CIR, Danet menyebut modifikasi rem vacuum pump bisa berakibat fatal. Sementara Dahlan berkesimpulan pasca uji coba yang nekad, perlunya gearbox.

Karenanya CIR mengkritik keras sikap arogan Dahlan Iskan yang mengabaikan pelanggaran hak cipta mobil listrik Tucuxi.

Bahkan, Dahlan yang berfilosofi menyesatkan: pelanggaran (uji coba tanpa prosedur dan abaikan UU lalu lintas) bukan kejahatan.

“Kita prihatin dengan kecelakaan yang terjadi, tapi itu karena kesalahan tim Dahlan sendiri yang mengotak-atik mesin dan melakukan uji coba tanpa persiapan standar. Tucuxi itu kan baru prototipe, ada perjanjian dalam proses jual-belinya (yang diabaikan Dahlan, red), sehingga tidak bisa dibongkar dan dimodifikasi sepihak. Kita lebih mencemaskan perkembangan proyek mobil listrik yang disebut ‘program nasional’, karena ternyata orang sekelas Meneg BUMN tidak menghormati inovasi teknologi,” ujar Sapto.

Pengamat politik UI Yon Mahmudi, turut mengkritisi. “Dalam konteks itu, Dahlan bertindak selaku pembeli, penguji dan penilai produk teknologi sekaligus. Semua itu dilakukan dengan inisiatif sendiri, tapi amatiran. Apa itu tupoksi Menneg BUMN? Mengapa pengujian produk unggulan tidak diserahkan Kementerian Perhubungan atau Kemenristek? Itu merusak kredibilitas Dahlan yang saat ini digadang-gadang sebagai bakal Capres,” jelas Yon Mahmudi.

Gaya Dahlan, yang pada mulanya dinilai sebagai terobosan, karena rakyat sudah bosan dengan birokrasi berbelit-belit dan koruptif. Kini dinilai makin hari terlihat kebablasan.

“Dahlan mau keluar dari suatu sistem lama, tapi tak serius membangun sistem baru yang lebih solid dan menghargai profesionalitas. Proyek mobil listrik ini kan serius, Presiden yang akan meluncurkan dan promosi perdananya mungkin akan digunakan para tamu kehormatan dalam momen APEC di Bali, November 2013. Mengapa proses uji coba dilakukan serampangan? Dahlan ingin mensukseskan atau menggagalkan program itu di tengah jalan?”, ungkap Sapto mempertanyakan motif tersembunyi Dahlan di balik beragam manuver yang keluar dari tugas utamanya selaku Menneg BUMN.*

Rep: Panji Islam

Red: Cholis Akbar/ Ahad, 13 Januari 2013 / Hidayatullah.com

***

Dahlan Iskan Dinilai sebagai Pejabat yang Arogan. Mentang-mentang Punya Banyak Media/Koran ?

Fri, 11/01/2013 – 20:00 WIB

dahlan&mobil_83524287433

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dinilai sebagai pejabat yang arogan dan tidak tahu malu. Sebab, Dahlan telah mengabaikan peraturan lalu lintas di tanah air. Hukumannya apalagi ringan dari polisi, maka dia tampak kian arogan. Dahlan dikenal punya banyak media dan koran.

Dahlan mengendarai mobil listrik Tucuxi di jalan raya dengan memakai pelat nomor palsu DI 19 serta mobil yang belum diuji kelayakan oleh Kementerian Perhubungan.

Anggota Komisi III DPR Nudirman Munir mengatakan, Dahlan sebagai pejabat negara yang tidak paham dengan peraturan.

“Harusnya sebagai pejabat Negara, malu melakukan tindakan seperti itu. Dia berarti muka badak, dia seharusnya malu,” kata Nudirman, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Oleh sebab itu, dia meminta aparat penegak hukum khususnya kepolisian menindak tegas mantan direktur utama PLN itu. Sebab, Dahlan telah memberikan contoh yang tidak baik kepada publik.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dianggap memberikan contoh buruk kepada masyarakat. Apa saja teladan tidak baik yang ditunjukkan oleh mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara tersebut?

Menurut anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aboebakar Alhabsy, Dahlan telah mengendarai mobil bodong di jalan raya. Hal itu membahayakan keselamatan pengguna jalan dan melanggar Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas.

Sebagaimana diberitakan, Dahlan melakukan uji coba mobil listrik Tuxuci pada Sabtu (5/1/2013) sore. Ia mengawali uji coba 1.000 kilometer dari Kota Solo kemudian bergerak ke Magetan lewat Tawangmangu.

Di Ngerong, Magetan, mobil yang dikemudikan Dahlan menabrak tebing. Mobil yang ditaksir senilai lebih dari Rp1 miliar tersebut, ringsek. Diduga kecelakaan terjadi karena rem blong.

“Kalau dikatakan beliau sedang melakukan uji kelayakan, saya kira tidak patut, bukankah pengujian kelayakan seharusnya dilakukan di balai pengujian kendaraan bermotor, bukan di jalan raya,” kata Aboebakar, Jakarta, Senin (7/1/2013).

Setiap kendaraan yang dipakai di jalan raya seharusnya telah melalui uji kelayakan sebagaimana Pasal 49 UU lalu lintas, dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, bukan Menteri BUMN. Dahlan bukanlah petugas ahli yang memiliki kewenangan melakukan pengujian kendaraan bermotor./ rimanews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 479 kali, 1 untuk hari ini)