.

 

JAKARTA – Bermula dari kicauan @Triomacan2000 di lini massa twitter pada Sabtu pagi, 28 Desember 2013 tentang sentilan kepada Presiden SBY yang ditujukan (mention) akun itu ke @dipoalam49, akun resmi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Dipo Alam.

Terkait laporan @triomacan, Dipo membahas dugaan korupsi Menteri BUMN Dahlan Iskan, Sekretaris Kabinet Dipo Alam dengan menggelar pertemuan bersama empat pengacara dari admin akun Twitter TrioMacan2000, Senin 30 Desember 2013.

Setibanya di ruang rapat Sekretaris Kabinet, empat pengacara TrioMacan2000 meminta pertemuan berlangsung tertutup.

Dipo mengatakan, ia hendak menerima laporan secara langsung dan tertulis terkait tudingan TrioMacan2000 yang menyebut Dahlan Iskan melakukan korupsi di Kementerian BUMN yang ia pimpin.

“Kenapa mereka (TrioMacan2000) dilayani? Karena sudah banyak kultwit TrioMacan2000 yang menuduh ada tindak pidana korupsi oleh Pak Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN,” kata Dipo di kantornya, Jakarta.

Menurut Dipo, kicauan TrioMacan2000 mengenai dugaan korupsi Dahlan Iskan tidak bisa ditindaklanjuti penegak hukum karena akun tersebut anonim dan berada di ranah dunia maya. Padahal jika hanya bicara lewat internet, hal tersebut bisa hanya menjadi sebuah fitnah.

“Di sini kami punya Deputi Politik Hukum. Mereka ditugasi untuk menerima laporan macam-macam, baik tindak pidana maupun perdata. Juga terkait BUMN dan lainnya. Semua tetap harus ada laporan tertulisnya,” kata Dipo.

Dipo mengatakan, pertemuan dia dengan pengacara TrioMacan 2000 diharapkan bisa memperjelas kabar mengenai laporan-laporan dugaan korupsi oleh anggota kabinet, agar bisa ditindaklanjuti secara konkret dan diproses lewat hukum.

 

Gebrakan @Triomacan2000, Tuduhan Berawal Dari Akun Maya Ke Dunia Nyata 

Kicauan TM2000 di lini masa twitter yang berjudul “Info yang bisa didapatkan Presiden SBY dengan sekali menelpon” itu pada intinya adalah luapan keheranan TM2000 terhadap sikap Presiden SBY yang dinilai melindungi Dahlan Iskan yang sudah sangat jelas merupakan seorang terduga korupsi dan semestinya sudah menjadi tersangka atau terpidana korupsi pada tahun 2009 lalu jika Presiden SBY tidak tiba – tiba tanpa alasan jelas mengangkat Dahlan Iskan menjadi Direktur Utama PT. PLN (Persero).

Pengangkatan Dahlan Iskan yang saat itu adalah terperiksa pada kasus korupsi dana APBD Kalimantan Timur di Perusahaan Daerah Ketenagalistrikan (Perusda Listrik) Kaltim, sebagai Direktur Utama PT. PLN (Persero) merupakan kesalahan fatal Presiden SBY karena menghambat proses hukum Kejaksaan Tinggi Kaltim yang akan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dengan penetapan tersangka Dahlan Iskan, Rizal Effendi dan zainal Mutaqien yang sudah cukup bukti – bukti bahwa mereka secara sendiri – sendiri atau bersama – sama telah melakukan korupsi di Perusda Listrik Kaltim sehingga merugikan negara sedikitnya Rp. 96 miliar.

Di samping itu, TM2000 juga mempertanyakan mekanisme pengangkatan Dahlan Iskan selaku Dirut PLN yang patut diduga tidak melalui prosedur sesuai ketentuan Inpres dan Tim Penilai Akhir (TPA). Sangat tidak logis jika TPA yang diketuai Wakil Presiden, beranggotakan Seskab dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tidak memiliki data atau informasi yang memadai mengenai catatan hitam dan korupsi – korupsi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan, baik ketika dia menjabat Direktur Utama BUMD PT. Panca Wira Usaha Jawa Timur, mau pun saat menjadi Direktur Utama Perusda Ketenagalistrikan Kaltim. Total ratusan miliar uang negara hilang dan berpindah ke kantong Dahlan Iskan.

Sentilan nakal TM2000 Sabtu pagi itu ternyata mampu membangkitkan kembali jiwa aktivis Seskab Dipo Alam yang dulu dikenal sangat anti korupsi dan kritis terhadap penyimpangan – penyimpangan pejabat pemerintah. Melalui akun @dipoalam49, beliau memberikan tanggapan sekaligus tantangan kepada akun TM2000 untuk membuktikan kicauan info korupsi Dahlan Iskan adalah benar, didukung bukti dan bukan fitnah. Tantangan Dipo Alam kepada TM2000 dibalas dengan kesediaan datang memenuhi undangan Dipo pada hari Senin, 30 Desember 2013 lalu di kantor sekretariat kabinet yang juga merupakan kantor pusat pemerintahan Republik Indonesia.

Melalui perwakilannya, pada Senin pagi pukul 08.30 Wib, TM2000 memenuhi undangan Dipo Alam dalam rangka mempertanyakan sikap Presiden SBY terhadap Menteri Dahlan Iskan yang merupakan koruptor besar di mata TM2000, sekaligus menyerahkan 3 laporan kasus korupsi dan kejahatan Dahlan Iskan, termasuk kejahatan penggelapan dana bantuan bencana sumbangan pembaca Jawa Pos untuk korban bencana gempa dan tsunami Maumere – Sikka, NTT.

Perwakilan TM2000 yang menyampaikan laporan korupsi / kejahatan Dahlan Iskan itu terdiri dari William, Ibnu, Edy Syahputra dan Irwandi Lubis SH juga menyampaikan pengaduan ke Seskab terkait macetnya proses hukum Dahlan Iskan cs yang korupsinya sudah pernah dilaporkan ke KPK, Kejaksaan dan Bareskrim Polri. TM2000 juga mempertanyakan sikap oknum – oknum di ketiga instansi penegak hukum yang terkesan menghambat dan mempetieskan laporan pengaduan masyarakat terkait korupsi Dahlan Iskan cs.

Menyikapi laporan dan pertanyaan TM2000, Seskab Dipo Alam berjanji akan mempelajari laporan dan bukti – bukti yang telah diterimanya serta menindaklanjuti pengaduan mengenai dugaan penyalahgunaan kewenangan oknum aparat hukum di kejaksaan dan bareskrim Polri. Pada kesempatan itu Seskab Dipo Alam meminta TM2000 menulis nama – nama oknum aparat hukum yang telah menghambat proses hukum Dahlan Iskan cs.

Meski hanya sekilas membaca laporan dan bukti – bukti yang diterimanya, Dipo Alam yakin pihaknya dapat menyelesaikan masalah ini dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja. Apalagi pada saat itu, Dipo akan langsung bertemu Presiden RI di Istana Bogor guna menghadiri rapat kabinet yang diselenggarakan Presiden SBY di sana.

Pengaduan TM2000 kepada Seskab perihal korupsi Dahlan Iskan merupakan prosedur sesuai Undang – Undang mengingat Dahlan Iskan adalah salah satu anggota Kabinet Indonesia Bersatu II yang koordinasinya berada di lingkup Sekretaris Kabinet, Dipo Alam. Termasuk pengaduan TM2000 mengenai ulah nakal oknum Kejaksaan dan Polri yang menghambat proses hukum kasus korupsi Dahlan Iskan, juga merupakan ruang lingkup tupoksi Sekretaris Kabinet RI Dipo Alam.

Bagaimana perkembangan selanjutnya mengenai kasus – kasus korupsi Dahlan Iskan ini ? Apakah Presiden akan menindak tegas siapa saja yang bersalah dengan kewenangan yang dimilikinya, termasuk memecat Menteri BUMN Dahlan Iskan dan oknum – oknum kolaboratornya ? Apakah pada hari – hari awal tahun baru 2014, presiden sudah dapat memutuskan yang terbaik untuk kemaslahatan negara dan rakyat Indonesia ?

Berapa lama Dahlan Iskan menghitung hari ? Ataukah rakyat kembali gigit jari ? Kita tunggu saja nanti. Sekian. [radennuh/voa-islam.com] Jum’at, 1 Rabiul Awwal 1435 H / 3 Januari 2014 06:40 wib (voa-islam.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.033 kali, 1 untuk hari ini)