Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin – Kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). (ilustrasi/aktual.com – foto/antara)


Sidang perdana kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan dibacakan hari ini, Kamis (9/3), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Siang tersebut menghadirkan terdakwa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dikcapil) Kementerian Dalam Negeri, Irman dan bekas Direktur Pengelolaan Administrasi Dukcapil, Sugiharto.

“Dakwaan dibacakan pagi ini, sekitar pukul 10.00 WIB,” kata pengacara Sugiharto, Susilo Aribowo saat dikonfirmasi, Kamis (9/3).

Kemungkinan besar, Irman dan Sugiharto didakwa menyalahgunakan wewenangnya sebagai panitia proyek e-KTP. Akibatnya, timbul kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Berdasarkan informasi yang didapat Aktual.com, ada dua nama Gubernur aktif dari PDI-P yang disebut dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto.

Dua nama yg dimaksud ialah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo 520 ribu dolar Amerika Serikat, dan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey yang disebut menerima 1,2 juta dolar AS.

Laporan: M Zhacky

By: Ismed Eka Kusuma/aktual.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.734 kali, 1 untuk hari ini)