Kegaduhan ada yang sifatnya timbul begitu saja, karena memang ada persoalan; namun ada yang timbulnya karena direkayasa. Dan juga ada yang ditungu-tunggu timbulnya, kemudian  direkayasa.

Kegaduhan itu semakin gaduh kalau memang ada dalang yang berkecimpung merekayasanya.

Dalang dalam perwayangan, kalau wayang kulit, dia yang membentrokkan satu dengan lainnya, dia juga yang meneruskannya hingga sampai tuntas ceritanya. Wayang kulit yang diadu domba oleh sang dalang itu tentu saja tidak bisa protes apa-apa.

Dalam dunia kenyataan, dalang pengadu domba juga bisa menciptakan suasana gaduh, bentrok sejadi-jadinya, dan yang diadu domba itu kadang tidak sadar juga. Celakanya sasaran adu domba itu tidak jauh-jauh, di seputar umat Islam. Bahkan bisa mencapai da’i-da’inya atau bahkan ulama-ulamanya.

Yang lebih canggih lagi, dalang  pengadu domba itu tidak ketahuan bahwa itu pelaku adu domba, bahkan seakan jadi korban dari orang yang lebih canggih, hingga posisinya terpojok dan kalah. Padahal dia dalang, tapi diposisikan sebegitu, hingga orang yang diadu domba tidak merasa, dan yang menonton juga tidak tahu bahwa itu dalang.

Orang yang canggih dan mengalahkan si dalang itu tadi memang kongkalikong dengan si dalang. Bahkan bisa juga dengan yang lain-lainnya. Malahan mungkin itu adalah komplotan yang memang “tugasnya” begitu.

Timbulnya kegaduhan itulah yang diciptakan oleh si dalang dan komplotannya. Entah untuk tujuan apa, mereka lah yang tahu.

Kalau merujuk ke politik penjajah Belanda, itu namanya politik pemecah belahan atau disebut devide et impera yaitu politik pecah belah alias adu domba. Dalam bahasa Arabnya disebut teori politik فرق تسد farriq tasud, pecah belahlah maka kamu akan memimpin.

Karena begitu bahayanya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengancam tukang adu domba, tidak masuk surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim no. 105)

Hidup satu kali saja kenapa menjadikan diri jadi dalang atau tukang adu domba. Betapa ruginya.

Semoga Umat Islam waspada. Dalang adu domba kini makin canggih, tidak ketahuan tapi timbulnya kegaduhan di kalangan Umat Islam cukup merepotkan.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.695 kali, 1 untuk hari ini)