Redaksi – Selasa, 29 Zulqa’dah 1435 H / 23 September 2014 06:28 WIB

Mohammed Afif, koordinator Humas Hizbullah  Libanon , dalam  wawancara dengan New York Times  mengungkapkan kelompoknya secara tidak langsung menerima bantuan dari intelijen Amerika dalam memerangi Negara Islam (IS).

Setelah IS menakhlukan  kota Arsal Lebanon , AS telah mengirim senjata baru kepada tentara Lebanon, yang berkoordinasi dengan Hizbullah. Demikian juga, intelijen AS berkoordinasi dengan  Hizbullah .

Afif mengatakan kepada surat kabar Amerika itu bahwa,  “kita perlu membuka halaman baru dengan media dunia, dengan orang-orang Arab dan internasional,” mengisyaratkan adanya legitimasi internasional  untuk kelompok milisi Syiah Hizbullah dengan pemimpinnya, Hassan Nasrallah .

Nasrallah baru-baru ini menyatakan kekhawatiran pergerakan IS(IS),  menyerukan untuk bertempur  hidup dan mati, dan mengatakan pertempuran dengan IS(IS)  tidak  kalah penting dibandingkan pertempuran melawan  Israel, dan ia memfitnah IS, bahwa tindakan dan tujuan IS(IS) hanyalah melayani Israel.”

Ali Rizk, seorang analis politik asal Lebanon yang pro Syiah Hizbullah berbicara dalam siaran di saluran berita Al-Mayadeen, dikutip oleh  New York Times bahwa , “Di dalam pemberitaan yang tampil di dunia ini seolah olah  AS tidak bersekutu  dengan organisasi  Hizbullah, “Tapi apa yang terjadi  adalah sesuatu yang sama sekali berbeda.”

Ia membenarkan adanya bantuan AS kepada Hizbullah, Ali Rizk mengatakan “Hizbullah tidak mewakili ancaman terhadap dunia barat. Hizbullah merupakan ancaman terhadap Israel, karena Israel merupakan ancaman terhadap Lebanon. Tapi Hizbullah tidak akan mengancam AS dan Eropa… “

“Sementara Hizbullah dapat manfaat  dari Amerika Serikat, di satu sisi  Hizbullah  bersama  dengan Iran  mendukung Presiden Suriah Syiah Bashar Assad terhadap pemberontak Sunni. Dengan adanya potensi  ancaman IS(IS),  sangat dimungkinkan AS akan bersama  dengan Hizbullah untuk perangi IS(IS),” tambahnya.

Afif menyalahkan Amerika karena dengan mendukung pemberontak Sunni Suriah, yang sebabkan banyaknya persenjataan AS yang akhirnya direbut oleh milisi Islam , dan ia mengatakan , “Binatang ini (Mujahidin Sunni)  yang Anda bangkitkan, seperti dalam kasus masa lalu, Anda hanya menjadikan mereka  berbahaya bagi Anda.” (JL/KH)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.136 kali, 1 untuk hari ini)