Godaan dunia semakin tampak nyata korbannya. Tersangka kasus korupsi dalam 3 kasus sekaligus ini ternyata dulunya guru ngaji di kampong yang kehidupannya memprihatinkan.

Loncatlah dia jadi politisi. Ketika sudah berkecimpung jadi Politisi Golkar, Rusli Zainal yang menduduki jabatan Gubernur Riau ini,  kini sebagai tersangka korupsi yang mengakibatkan kerugian Negara Rp 500 miliar hingga Rp 3 triliun. Itu baru yang satu kasus yakni kasus kehutanan Pelalawan.
Suaranya pun sudah berubah tentunya bila dibanding dengan ketika masih jadi guru ngaji. Kalau diputar ulang sebagaimana ketika menjadi guru ngaji di kampong waktu masih muda, maka sebenarnya sudah ada ayat-ayat yang memperingatkan, termasuk memperingatkan dirinya, sebagaimana banyak dilakukan oleh para pejabat. Di antaranya ayat:

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ} [البقرة: 11، 12]

 11. dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”

12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS Al-Baqarah: 11-12).

Inilah beritanya.

***

Suap PON Riau

Rusli Zainal, dari Mengajar Mengaji Menjadi Tersangka

Tribunnews.com – Sabtu, 9 Februari 2013 01:19 WIB

Rusli Zainal_836427536482

Gubernur Riau Rusli Zainal (berbatik cokelat), diperiksa di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (30/8/2012).

PEKANBARU – Gubernur Riau HM Rusli Zainal ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus suap PON Riau 2012.

Perjalanan Rusli Zainal menjadi orang nomor satu di Riau, melewati jalan yang berliku dan terjal.

Rusli bertahan hidup dengan mengajar mengaji, dan tidak segan jika harus berutang di warung. Bermodalkan uang Rp 15 ribu, Rusli muda merantau dari kampungnya, Desa Bolak, di pinggiran Kabupaten Indra Giri Hilir.

Berbekal pengalaman dan ridho Allah, ia berhasil menjadi pengusaha dan terpilih menjadi anggota DPRD Inhil. Melalui kerja keras seiring berjalannya waktu, Rusli terpilih menjadi Bupati Indra Giri Hilir, dan merupakan yang pertama dari kalangan swasta.

Dalam mewujudkan mimpinya membangun Riau, Rusli mencoba bertarung di Pilgub Riau, dan berhasil menyingkirkan gubernur petahan saat itu, Shaleh Yasit. (Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hengki Seprihadi TRIBUNNEWS.COM).

***

Rusli Zainal Tersangka untuk Tiga Kasus

Jumat, 08 Februari 2013 | 15:13

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya resmi mengumumkan Gubernur Riau, Rusli Zainal ditetapkan sebagai tersangka untuk tiga kasus dugaan korupsi sekaligus dengan modus perubahan peraturan daerah (Perda).

Dalam perkara pertama, politisi Partai Golkar tersebut melakukan tindak pidana korupsi terkait perubahan Perda No.6 tahun 2010 tentang penambahan anggaran pembangunan venue untuk pelaksaanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Pekanbaru, Riau.

Rusli diduga menerima sejumlah hadiah dari rekanan pelaksana pembangunan venue PON melalui eks Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau, Lukman Abbas yang telah duduk sebagai pesakitan dalam kasus tersebut.

“Terhadap yang bersangkutan (Rusli Zainal) dikenakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi saat jumpa pers, di Jakarta, Jumat (8/2) siang.

Perkara kedua, Rusli dijerat terkait perubahan perda yang sama. Hanya saja, berbeda peran, yaitu diduga memberikan sesuatu kepada anggota DPRD Riau.

“Kedua, sejak tanggal 8 Februari 2003 juga, penyidik sudah menemukan dua alat bukti cukup berkaitan dengan kasus pembahasan Perda yang terkait tersangka Faizal Azwan dan M Dunir,” ungkap Johan.

Atas perbuatannya, Rusli dijerat dengan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Dengan dugaan memberi sesuatu.

Perkara ketiga, Rusli selaku Gubernur Riau diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengesahan bagan kerja penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) tahun 2001-2006 di Pelelawan, Riau. Rusli dijerat Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam kasus PON Riau, KPK sudah menetapkan 13 orang tersangka. Empat orang telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Pekanbaru, Riau.

Sementara dalam kasus kehutanan Pelalawan nama Rusli juga kerap disebut. Kasus tersebut bermula dari  dispensasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) kepada 12 perusahaan di Riau. Dalam kasus ini, negera dirugikan  Rp 500 miliar hingga Rp 3 triliun.

Kasus ini merupakan hasil pengembangan dugaan korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) bagi 12 perusahaan di Pelalawan. Kasus Pelalawan itu, sudah menjerat mantan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jafar.

Penulis: N-8/WBP/ /WBP/ beritasatu.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 587 kali, 1 untuk hari ini)