Data Korban dan Kerugian Akibat Gempa Sumatera Barat

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ ﴿١٥٦﴾ أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ﴿١٥٧﴾

155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, 156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” 157. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al-Baqarah/ 2: 155, 156, 157).

Jumlah korban jiwa meninggal dunia di seluruh Sumbar akibat bencana ini tercatat 1.195 orang, terdiri atas 983 orang ditemukan jasadnya dan teridentifikasi serta 212 orang hilang tak ditemukan.

Berdasarkan hasil verifikasi final, sebanyak 249.833 unit rumah milik masyarakat rusak akibat gempa dan tanah longsor.

Total kerugian materiil akibat gempa 7,9 skala Richter diikuti tanah longsor di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada 30 September 2009 ditaksir mencapai Rp21,58 triliun.

Inilah beritanya:

Kerugian Akibat Gempa Sumbar Rp21,58 Triliun

Antara – Minggu, 15 November

Pariaman (ANTARA) – Total kerugian materiil akibat gempa 7,9 skala Richter diikuti tanah longsor di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada 30 September 2009 ditaksir mencapai Rp21,58 triliun.

Kerugian terbesar dialami akibat kerusakan perumahan milik masyarakat yang mencapai 74 persen dari total Rp21,58 triliun itu, kata Wakil Gubernur Sumbar, Marlis Rahman di Padang, Sabtu.

Menurut dia, kerugian tersebut berdasarkan hasil verifikasi final yang menyebutkan sebanyak 249.833 unit rumah milik masyarakat rusak akibat gempa dan tanah longsor.

Kategori kerusakan terdiri atas 114.797 unit rusak berat atau roboh rata dengan tanah, 67.198 unit rusak sedang dan 67.838 unit rusak ringan.

Kerugian terbesar dialami karena kerusakan pada komponen bidang ekonomi produktif mencapai 11 persen, lalu komponen sosial tujuh persen dan komponen infrastruktur lima persen.

Kerusakan lainnya yang menimbulkan kerugian adalah pada komponen lintas sektor terutama pada kantor pemerintahan yang mencapai kerugian tiga persen dari total Rp21,58 triliun tersebut, tambahnya.

Sedangkan kerugian berdasarkan kepemilikan aset yang rusak, diketahui 89 persen adalah milik swasta dan masyarakat serta 11 persen milik pemerintah.

Gempa dan tanah longsor melanda Sumbar itu terparah dialami Kabupaten Padang Pariaman yang menimbulkan kerugian materiil mencapai Rp8,67 triliun.

Bupati Padang Pariaman, Muslim Kasim menjelaskan, kerugian terbesar ditimbulkan oleh kerusakan pemukiman masyarakat dengan nilai mencapai Rp7,8 triliun.

Gempa dan tanah longsor itu menyebabkan 59.693 unit rumah warga di Padang Pariaman rusak berat, sebagian besar diantaranya roboh rata dengan tanah, rusak sedang (16.525 unit) dan rusak ringan (15.148 unit).

Kerusakan terbesar kedua dialami pada sektor sosial yang mencapai nilai Rp598,61 miliar, akibat rusak beratnya ratusan tempat ibadah, sekolah dan puskesmas.

Terbesar ketiga dialami sektor infrastruktur akibat rusaknya banyak ruas jalan, jembatan dan irigasi dengan total nilai kerugian Rp160,43 miliar.

Kemudian, kerusakan pada sektor ekonomi akibat kerusakan pusat perdagangan tradisional dan tempat usaha masyarakat menimbulkan kerugian mencapai senilai Rp74,94 miliar.

Kerugian di sektor lainnya seperti budaya, pariwisata, pemuda dan olah raga ditaksir senilai Rp35,28 miliar.

Sementara itu, jumlah korban jiwa meninggal dunia di seluruh Sumbar akibat bencana ini tercatat 1.195 orang, terdiri atas 983 orang ditemukan jasadnya dan teridentifikasi serta 212 orang hilang tak ditemukan.

Sumber: http://id.news.yahoo.com/antr/20091115/tpl-kerugian-akibat-gempa-sumbar-rp21-58-cc08abe.html

Semua itu jadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman atau yakin, yang hatinya tergerak untuk berbakti kepada Allah Ta’ala. Dan semua kejadian itu menjadi bukti kekuasaan Allah Ta’ala.

وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ ﴿٢٠﴾ وَفِي أَنفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ ﴿٢١﴾

020. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,021. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS Adzdzariyat/ 51: 20, 21).

Hendaknya orang-orang yang tertimpa musibah menjalaninya dengan penuh kesabaran dan tawakkal (pasrah) kepada Allah Ta’ala. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka, menyadarkannya, dan memberi jalan keluar yang lebih baik. Sedang bagi yang tidak tertimpa hendaknya membantu mereka semampunya dan ikhlas lillahi Ta’ala. (nahimunkar.com)

(Dibaca 1.008 kali, 1 untuk hari ini)