Aktivis Pergerakan Islam (API) Bersatu mendatangi Istana Negara. (Foto: iNews.id/ Annisa Ramadhani).

JAKARTA – Aktivis Pergerakan Islam (API) Bersatu mendatangi Istana Negara. Sebelum, menuju Istana, mereka berkumpul di masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat sekaligus melaksanakan ibadah salat zuhur.

Tujuan mereka ke Istana untuk mengantarkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mencopot Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Perwakilan mereka diterima oleh Subandi dari Sekretariat Negara (Setneg).

“Sudah kami serahkan tadi (suratnya),” ujar Ketua API Bersatu Asep Syaripudin di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (1/2/2018).

Dia mengungkapkan, alasan meminta Jokowi mencopot Kapolri karena pernyataannya di video yang bersifat provokasi. Mereka menilai tidak sepantasnya Kapolri menafikkan peran ormas Islam selain Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Dia juga memprotes pernyataan Kapolri yang menuding ormas Islam selain NU dan Muhammadiyah ingin merontokkan negara ini. Mereka juga kecewa dengan pernyataan Kapolri yang melarang jajarannya untuk bekerja sama dengan ormas Islam selain NU dan Muhammadiyah.

“Nah kalimat ini sangat provokatif. Kami akan sampaikan kepada presiden agar Kapolri diingatkan, bahkan tuntutan kami Kapolri sebaiknya yasudah lah sampai di sini saja,” ucapnya.

Dia menuturkan, selain ke Jokowi, mereka juga akan melayangkan surat yang sama ke DPR. Harapannya, DPR bisa mendorong Jokowi untuk menindaklanjuti tuntutan mereka yang dituangkan dalam surat tersebut.

“Kan Kapolri yang ngangkat presiden, kalau DPR kan yang mengontrol Jokowi,” tuturnya.

Dia menegaskan, selama Kapolri belum meralat pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf terbuka ke publik, mereka terus gencar menyuarakan tuntutan tersebut. Menurutnya permintaan maaf itu penting untuk menimbulkan efek jera kepada pejabat negara lainnya.

“Jangan sampai ada lagi pejabat siapapun dia menyampaikan kalimat-kalimat yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal di masyarakat yang berpotensi mendistorsi sejarah. Sejarah ini lahir karena proses panjang,” katanya.

Editor : Kurnia Illah / Annisa Ramadhani / inews.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.392 kali, 1 untuk hari ini)