JAKARTA (voa-islam.com)–Wakil Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Mohammad Noer, mengatakan semakin banyaknya pelajar Indonesia yang belajar di Negara Syiah Iran adalah hal yang harus diwaspadai.

Terlebih, baru-baru ini Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin berupaya untuk menjalin kerjasama pendidikan dengan Negara Syiah Iran.

“Itu suatu fenomena yang harus diwaspadai. Apalagi  mereka punya agenda sendiri,” ujar Noer saat ditemuiVoa-Islam di Tebet, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Noer melanjutkan, “Sekarang mereka sudah masuk di beberapa kementerian, maksud dan tujuannya adalah untuk memasuki sistem pendidikan mereka ke sini, ” kata Noer.

Selain itu, Noer menuturkan bahwa jangan sampai dengan kedatangan para kader Syiah di tanah air membuat mereka bebas melakukan ritual yang bertentangan dengan paham Sunni. Sehingga hal tersebut menurutnya, sangat membahayakan keutuhan NKRI.

“Mereka begitu banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan sunni, membahayakan, mengancam NKRI,” tegas dia.

Adapun terkait jumlah pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Iran, menurut mantan Anggota DPR RI Komisi VIII Ali Machsan Musa, yang pernah berkunjung ke Iran tahun 2007, sekitar 6000-7000 orang.*[Nizar/Syaf/voa-islam.com] – Rabu, 4 Ramadhan 1437 H / 8 Juni 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 655 kali, 1 untuk hari ini)