• jalaluddin rahmatWakil Rektor: “Tokoh Syiah Tidak Berani Debat Terbuka di Forum Ilmiah”
  • Diprotes Mahasiswa, Jalaluddin Rakhmat Batal Jadi Pembicara di UNJ
  • Wakil Rektor Universitas Azzahra Apresiasi Langkah Rektor UNJ Tolak Syiah
  • Syiah sudah terbukti di banyak forum ilmiah tidak mampu dan tidak berani berdebat, mengkaji dengan bukti dan data yang mematahkan kesesatan Syiah. Sehingga tesis Syiah melakukan penodaan Islam selalu terbukti secara ilmiah dengan bukti dan data.
  • Jalaluddin Rakhmat, kata Taufan, adalah tokoh kontroversial dan memiliki cacat akademik. Jalal juga termasuk tokoh kontroversial yang melakukan penodaan agama atas pandangan-pandangan Syiahnya.

Inilah beritanya .

***

Wakil Rektor: “Tokoh Syiah Tidak Berani Debat Terbuka di Forum Ilmiah”

TIDAK banyak Rektor Universitas berani menolak syiah dalam konteks forum populer yang diadakan di kampus seperti Halal bi Halal dan lain sebagainya. Bahkan beberapa Rektor membiarkan penodaan Islam oleh Syiah dengan alasan kebebasan ilmiah, kebebasan bereskpresi, tetapi lupa bahwa kebebasan tersebut diartikulasikan dengan mengindahkan kaidah ilmiah dan mengacu pada peran kampus mengembangkan kebenaran.

Demikian dikatakan Wakil Rektor Universitas Azzahra, Taufan Maulamin, mengapresiasi langkah Rektor UNJ memenuhi tuntutan mahasiswa untuk menolak kehadiran tokoh Syiah Jalaluddin Rakhmat.

“Kita terkadang sirna ingatan bahwa kampus tidak hanya panggung menumpahkan semua ide, gagasan apapun tanpa batas. Tetapi yang utama adalah Kampus sebagai tempat dimana mengemban tanggung jawab Mencari, mengembangkan nilai-nilai yang benar sehingga terbangun pemikiran dan peradaban yang sesuai dengan Keyakinan pada Allah SWT,” terangnya panjang lebar kepada Islampos.com, Senin, 11/8.

Pada sisi ini, kata Taufan, Syiah sudah terbukti di banyak forum ilmiah tidak mampu dan tidak berani berdebat, mengkaji dengan bukti dan data yang mematahkan kesesatan Syiah. Sehingga tesis Syiah melakukan penodaan Islam selalu terbukti secara ilmiah dengan bukti dan data.

“Justru dengan momentum ini kita tantang Kang Jalal yang Syiah berbicara jujur berdampingan dengan pakar-pakar kampus yang secara akademik memiliki otoritas kepakaran pada bidang ilmu agama. Pada forum terbatas dan suasana Akademis dengan harapan beliau mendapat Hidayah, selanjutnya bertobat kembali ke jalan yang benar,” pungkasnya.

[Pz/Islampos] By Pizaro on August 12, 2013

***

Diprotes Mahasiswa, Jalaluddin Rakhmat Batal Jadi Pembicara di UNJ

By Pizaro on August 12, 2013

SETELAH mendapat protes dari mahasiswa, pihak Universitas Negeri Jakarta (UNJ) akhirnya batal mengundang Jalaluddin Rakhmat sebagai pembicara halal bi halal kampus yang sedianya akan berlangsung tanggal (15/8).

Pihak kampus melalui Rektor UNJ, Prof Bedjo Sujanto, mengumumkan pembatalan itu kepada Mahasiswa hari Ahad (11/8) dan akan mengganti dengan pembicara lainnya.

“Mahasiswa UNJ, tolong kasih tahu teman-teman mahasiswa, bahwa undangan untuk Jalaluddin Rakhmat sudah saya suruh batalkan. Saya sudah minta ketua panitia, Dekan FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) untuk membatalkan, dan mengganti peceramah dari UNJ. Terimakasih,” terangnya melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya pihak mahasiswa menentang rencana kampus mengundang Jalaluddin Rakmat karena pandangan Syiahnya yang kerap mencaci maki Sahabat dan Istri Nabi Muhammad.

Kedatangan Ketua Dewan Syuro Ikatan Jama’ah Ahlul Bait tersebut dinilai akan merusak suasana UNJ yang dikenal sebagai kampus para calon guru dan dihuni oleh para mahasiswa muslim.

[Pz/Islampos]

***

Wakil Rektor Universitas Azzahra Apresiasi Langkah Rektor UNJ Tolak Syiah

By Pizaro on August 12, 2013

WAKIL Rektor Universitas Az-Zahra, Taufan Maulamin, mengapresiasi langkah Rektor Universitas Negeri Jakarta memenuhi tuntutan mahasiswa untuk menolak tokoh Syiah Jalaluddin Rakhmat. Selaku pendidik, Prof Bedjo Sujanto dinilai mampu membentengi UNJ sebagai kampus yang bertujuan melahirkan lulusan beriman.

“Rektor UNJ menempatkan acara halal bi halal menjadi ajang silaturahmi yang bebas dari penodaan akidah dan berpotensi merusak generasi Islam,” kata Taufan kepada Islampos.com, Senin (12/8) di Jakarta.

Lebih lanjut Taufan  menyatakan Bedjo tampil sebagai pemimpin yang memiliki wisdom dan berani mengambil sikap tegas di tengah kegalauan bersikap yang menimpa para pemimpin negeri ini.

“Kampus harus membedakan, mana yang termasuk forum ilmiah berupa kajian ilmiah dalam mimbar kebebasan akademik untuk penelitian, pengkajian, pengembangan ilmu, dan forum public yang diadakan di kampus,” ujar Ketua  Asosiasi Akuntansi dan Keuangan Syariah Indonesia itu.

Jalaluddin Rakhmat, kata Taufan, adalah tokoh kontroversial dan memiliki cacat akademik. Jalal juga termasuk tokoh kontroversial yang melakukan penodaan agama atas pandangan-pandangan Syiahnya.

“Terus terang tidak banyak rektor berani menolak Syiah dalam konteks forum populer yang diadakan di Kampus seperti halal bi halal dan lain sebagainya,” tandas Taufan mengapresiasi.[Pz/Islampos]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.982 kali, 1 untuk hari ini)