• Utang Indonesia ke RRC Membengkak Rp17,45 Triliun dalam Satu Bulan

Inilah beritanya.

***

 

Senin, 23 Mei 2022  BERITA NASIONAL

Utang Indonesia ke RRC Membengkak Rp17,45 Triliun

[PORTAL-ISLAM.ID]  Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia dari kreditur China melonjak US$1,19 miliar atau setara Rp17,45 triliun (asumsi kurs Rp14.664 per dolar) dalam satu bulan. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), Utang dari kreditur China per Maret tahun ini tercatat US$22,01 miliar. Sementara per Februari 2022 hanya sebesar US$20,82 miliar.

 

Lonjakan utang juga datang dari kreditur Hong Kong. Jumlah utang dari negara tersebut pada Maret 2022 mencapai US$16,85 miliar. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan Maret 2021, yakni US$14,25 miliar. Namun, turun dibandingkan Februari 2022, US$16,97 miliar.

 

Kendati demikian, secara keseluruhan ULN Indonesia pada kuartal I 2022 menurun. Posisi ULN RI pada akhir kuartal I 2022 tercatat sebesar US$411,5 miliar. Angka tersebut turun dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal sebelumnya yang mencapai US$415,7 miliar.

 

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) dan sektor swasta,” demikian tulis data BI seperti dikutip, Ahad (22/5/2022).

 

Secara tahunan, posisi ULN kuartal I ini mengalami kontraksi sebesar 1,1 persen, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 0,3 persen. Lebih rinci, posisi ULN pemerintah pada kuartal I 2022 sebesar US$196,2 miliar. Angkat itu turun dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni US$200,2 miliar.

 

Secara tahunan, pertumbuhan ULN pemerintah mengalami kontraksi sebesar 3,4 persen, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi kuartal sebelumnya yang sebesar 3,4 persen.

 

“Penurunan terjadi seiring beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo, baik SBN domestik maupun SBN valas, serta adanya pelunasan neto atas pinjaman yang jatuh tempo selama periode Januari hingga Maret 2022, yang sebagian besar merupakan pinjaman bilateral,” tulis data BI.

 

Di samping itu, volatilitas di pasar keuangan global yang cenderung tinggi turut berpengaruh pada pemindahan investasi pada SBN domestik ke instrumen lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor non residen pada SBN domestik.

 

Sementara, posisi ULN swasta pada kuartal I 2022 tercatat sebesar US$206,4 miliar. Angka itu turun dari US$206,5 miliar di kuartal IV 2021. Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi 1,8 persen, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 0,6 persen.

 

Perkembangan tersebut disebabkan oleh pembayaran pinjaman luar negeri dan surat utang yang jatuh tempo selama kuartal I 2022 sehingga ULN lembaga keuangan dan perusahaan bukan lembaga keuangan terkontraksi masing-masing sebesar 5,1 persen dan 1 persen.

 

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin.

 

Kemudian, sektor industri pengolahan serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 76,6 persen dari total ULN swasta. ULN tersebut tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76 persen terhadap ULN swasta. 

 

(Sumber: KeuanganNews)

 

***

Senin, 23 Mei 2022  BERITA NASIONAL

Defisit Pertamina Diprediksi Rp190 Triliun, Menteri Erick Sampai Ahok Dianggap Menutupi

[PORTAL-ISLAM.ID] Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat mengatakan bahwa PT Pertamina (Persero) saat ini sedang berada dipersimpangan jalan. 

 

Defisit tahun ini diprediksi mencapai Rp190 triliun. 

 

Akan tetapi Menteri BUMN Erick Thohir hingga Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama dianggap menutupinya.

 

Berdasarkan data Achmad, defisit Pertamina tahun 2021 mencapai 109 triliun belum dibayarkan pemerintah. Dengan begitu, tagihan Pertamina kepada pemerintah totalnya Rp299 triliun sampai Desember 2022 nanti.

 

“Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang membuka kondisi arus kas Pertamina tanpa didampingi menteri BUMN Erick Thohir. Sri Mulyani menjelaskan defisit pertamina mencapai US$12,98 miliar atau setara Rp190,8 triliun (kurs Rp14.700 per dolar AS) pada akhir tahun ini karena terdampak kenaikan harga minyak mentah dunia,” katanya melalui keterangan pers, Sabtu (21/5/2022).

 

Di situ, Sri menjelaskan bahwa proyeksi ini didapat dari arus kas Pertamina yang sudah defisit US$2,44 miliar atau Rp35,86 triliun per Maret 2022.

 

Itu terjadi karena ketika harga minyak mentah dunia naik, Pertamina tidak langsung menaikkan harga BBM di dalam negeri.

 

Menurutnya, kondisi Pertamina sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan Pertamina menanggung negative carry (selisih lebar antara harga jual eceran dan harga keekonomian BBM) dari tahun 2021.

 

Sejak itu, pertamina mengalami kondisi keuangan yang constantly negative karena Pertamina harus menanggung perbedaan. Ini yang menyebabkan kondisi keuangan Pertamina saat ini dipersimpangan jalan.

 

“Menteri BUMN, Komisaris dan Direksi Pertamina selalu menutupi hal ini karena diyakini berita constantly negative carry tersebut akan merugikan reputasinya dan juga mengganggu rencana IPO beberapa anak perusahaan pertamina lainnya,” jelasnya.

 

Melalui Sri, Achmad menuturkan bahwa publik mengetahui kinerja jajaran Pertamina, baik itu komisaris dan direksi tidak cukup solutif menyelesaikan masalah defisit sejak 2021 lalu.

 

“Ini juga teguran untuk seluruh jajaran BUMN bekerja lebih baik lagi terutama Menteri BUMN yang akhir-akhir ini disibukan berkampanye menuju Pilpres 2024,” ucapnya.

 

Bila jajaran komisaris dan direksi Pertamina kreatif, tambah Achmad, seharusnya perseroan melakukan strategi lain di luar mengharapkan penerimaan dari negara.

 

Hal tersebut membuat publik jadi mengerti bahwa jajaran Pertamina yang digaji besar tersebut tidak bekerja dengan baik dan membiarkan masalah defisit menjadi tanggungan pemerintah.

 

“Seharusnya jajaran Pertamina berpikir untuk memiliki punya sumber penghasilan lain dibandingkan dengan kompensasi harus dibayarkan oleh negara karena negara sedang dalam kondisi tidak sehat,” ungkapnya.

 

(Sumber: Bisnis)

(nahimunkar.org)