Habib Zein Al-Kaff: Bila Aparat Tak Tegas, akan Ada Tragedi Sampang Lainnya

Sekertaris jendral ANNAS Bekasi Abdul Malik: “Ajaran Islam adalah ajaran yang damai, rahmatan lil ‘alamin. Kalau syiah (justru) merusak agama dan merusak kemaluan,” serunya di masjid Nurul Islam Bekasi pada Ahad, (21/02), dalam deklarasi dan pengukuhan susunan pengurus dan sosialisasi kesesatan Syiah.

Sementara itu Ketua ANNAS Pusat KH Athian Ali M Dai mengingatkan, jangan sampai tertipu oleh taqiyah orang Syiah. “Karena kerjanya orang-orang Syiah adalah berbohong,” terangnya.

Taqiyah adalah salah satu ajaran Syiah yang membolehkan penganutnya berbohong, khususnya kepada umat Islam.

Dewan Pakar ANNAS Menegaskan, Syiah Ajaran Terorisme Transnasional‎.

Sekretaris Komisi Dakwah MUI Menyarankan, Jangan Duduk-duduk dengan Syiah.

Ketua DDII Bekasi Heran: Masih ada yang Bilang Syiah tidak Sesat, Ngaji Dimana?

Inilah beritanya.

***

 AHAD, 21/02/2016 14:40 WIB

Aliansi Nasional Anti Syi’ah Bekasi Raya Resmi Dibentuk

annas-bekasi01

Penyerahan Plakat dari Ketua ANNAS Bekasi Raya Nashrullah kanan kepada KH Athian Ali Ketua Umum ANNAS

BEKASI_DAKTACOM: Dalam rangka mengantisipasi gerakan Syi’ah yang berpotensi mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indonesia, Aliansi Nasional Anti Syi’ah (ANNAS) resmi membentuk kepengurusan untuk wilayah Bekasi Raya.

Bertempat di Islamic Center KH Noer Alie Bekasi, Ahad (21/2), acara pengukuhan ini dihadiri oleh ribuan warga Bekasi, tidak ketinggalan perwakilan Ulama dari berbagai daerah.

“Umat Islam Kota Bekasi perlu merapatkan barisan mengingat gerakan Syi’ah di Indonesia khususnya Kota Bekasi sidah semakin berani,” ujar Nashrullah selaku ketua umum ANNAS Bekasi Raya.

Selaku ketua ANNAS, Nashrullah juga membuka pintu bagi seluruh pihak yang hendak bekerjasama dalam melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah penyebarluasan ajaran Syi’ah yang menyesatkan.

Dalam acara ini turut hadir pula ketua umum ANNAS KH Athian Ali M Da’i, Al Habib Zein bin Muhammad Al Kaff selaku pengasuh Ponpes Al Bayyinat jatim, dan KH A. Salimin Dani, MA selaku Ketua Pimpinan Daerah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia-Bekasi.

Sementara dari unsur Pemkot Bekasi turut hadir Kepala Bagian Bina Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Kota Bekasi, Ahmad Yani.

Editor:Azeza Ibrahim. Sumber:Radio Dakta/ dakta.com

***

ANNAS Bekasi Raya Gelar Deklarasi Anti Syiah

KIBLAT.NET, Bekasi – Berangkat dari niat memurnikan ajaran Islam dari aliran sesat Syiah, ANNAS Bekasi mengadakan deklarasi dan pengukuhan susunan pengurus dan sosialisasi kesesatan Syiah.

Sekertaris jendral ANNAS Bekasi Abdul Malik, mengatakan dalam sambutannya bahwa Syiah merupakan ajaran yang merusak agama dan raga.

“Ajaran Islam adalah ajaran yang damai, rahmatan lil alamin. Kalau syiah merusak agama dan merusak kemaluan” kata Sekertaris jendral ANNAS Bekasi Abdul Malik di masjid Nurul Islam Bekasi pada Ahad, (21/02)

Maka, ia berharap dengan deklarasi ini, masyarakat juga dapat berpartisipasi untuk menolak Syiah

“Maka dengan dibentuknya aliansi nasional anti syiah ini sebagai,bentuk pemurnian agama allah,” tambahnya.

Menurut pantauan Kiblat.net, deklarasi ini mengambil tema “Umat Islam Bersatu Tolak Syiah”. Jabatan Ketua ANNAS Bekasi diserahkan kepada Ustadz Nasrullah. Dalam deklarasi ini, ratusan warga Bekasi terlihat memadati Masjid Nurul Islam, Komplek Islamic Center Bekasi.

Turut hadir pula Ketua ANNAS pusat, KH. Athian Ali dan beberapa ulama-ulama yang selama ini vokal menyuarakan bahaya Syiah.

 Reporter: Taufiq Ishak
Editor: Fajar Shadiq/kiblat.net

***

AHAD, 12 JUMADIL ULA 1437H / FEBRUARY 21, 2016

Habib Zein Al-Kaff: Bila Aparat Tak Tegas, akan Ada Tragedi Sampang Lainnya

Habib ahmad zein al kaff

BEKASI (Panjimas.com) – A’wan Syuriah PWNU Jawa Timur, Al-Habib Ahmad Zein Al Kaff mengimbau kepada para pejabat dan aparatur negara agar melarang aliran sesat Syiah.

Hal itu disampaikan Habib Zein lantaran geliat Syiah di Indonesia begitu membahayakan. Mereka kini mulai masuk dalam pemerintahan melalui partai-partai. Bahkan duduk sebagai anggota DPR RI.‎

‎Ia mengkhawatirkan konflik dan peperangan yang terjadi di Timur Tengah terjadi di negeri ini, jika pemerintah abai.‎

“Indonesia ini adalah bumi Ahlus sunnah wal jamaah,” kata Habib Zein dalam orasinya saat deklarasi ANNAS Bekasi Raya di Islamic Center, Bekasi, pada Ahad (21/2/2016).‎

Ia juga mengimbau agar kaum Muslimin bersatu. Meskipun mereka terbagi dalam berbagai Ormas Islam, mereka pada dasarnya satu.‎

“Mereka adalah keluarga besar Ahlus sunnah. Dimana Ahlus sunnah begitu menghormati pemimpin-pemimpin Islam,” ujar Ketua Dewan Syuro ANNAS Pusat itu.‎

Habib Zein mengingatkan, gelombang aliran sesat Syiah menggeliat dibarengi dengan kembalinya para mahasiswa Syiah dari Iran.

“Mereka pulang ke daerahnya tanpa sungkan mencaci pemimpin-pemimpin yang kita hormati. Para sahabat mereka murtadkan. Ummul Mukminin dituduh melakukan perbuatan serong. Inilah penyebab terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, bila ajaran Syiah ini dibiarkan pemerintah, makan akan memicu gesekan terhadap umat Islam.‎

“Akan terjadi sampang-sampang lagi, apabila aparatnya tidak tegas terhadap syiah,” tandasnya [AW]‎

***

Dewan Pakar ANNAS: Syiah Ajaran Terorisme Transnasional

BEKASI (Panjimas) – Pengurus Dewan Pakar ANNAS Pusat, Ustadz Rizal Fadhilah SH, menyampaikan orasi yang sangat berapi-api dalam deklarasi ANNAS Bekasi Raya.

Ustadz Rizal menyampaikan bahwa, jika Bekasi ingin menjadi kota yang aman dan tentram maka aliran sesat Syiah harus disingkirkan.‎

“Kalau mau aman kota bekasi, jangan ada Syiah di kota Bekasi dan Kabupaten. Sepanjang ada Syiah akan meresahkan umat,” kata Ustadz Rizal di hadapan jamaah yang hadir di masjid Nurul Islam, Islamic Center, Kota Bekasi pada Ahad ( 21 / 2 / 2016).

Ia melanjutkan, Syiah merupakan ajaran teroris yang sebenarnya. Pasalnya, selama ini Syiah telah menebar teror, diantaranya melalui pemikiran.

“Syiah adalah ajaran teroris, mereka meneror pikiran kita. Al-Qur’an yang kita pegang dibilang tahrif, hadits-hadits shahih dikritik dibilang palsu,” tegasnya.

Tak hanya itu, ajaran tathbir (melukai diri) dalam Syiah adala salah satu bentuk nyata teror fisik.‎

“Mereka bilang, kita biasa melukai diri sendiri, maka akan lebih biasa melukai orang lain,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap, jika pemerintah hendak merevisi Undang Undang Terorisme, seharusnya ajaran teror Syiah wajib masuk di dalamnya.‎

“Oleh karena itu jika Undang Undang Terorisme akan direvisi, seharusnya memasukkan delik yang bisa menjerat unsur-unsur seperti Syiah,” ucapnya.

Ia menegaskan, Syiah merupakan ajaran transnasional, ajaran teroris inilah yang seharusnya dijerat dalam Undang Undang Terorisme. [AW]‎

AHAD, 12 JUMADIL ULA 1437H / FEBRUARY 21, 2016

***

Inilah Tiga Kemungkinan Alasan Seseorang Masuk Syiah Menurut KH Athian Ali

Oleh Jurniscom, Minggu, 21 Februari 2016 21:33 WIB

BEKASI (JurnalIslam) – Dalam orasi Pengukuhan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bekasi Raya, Ketua ANNAS Pusat KH Athian Ali M Dai menyampaikan tiga kemungkinan alasan seseorang masuk Syiah.

Pertama, orang tersebut tidak paham Islam. “Terutama tidak mengenal fungsi Al-Quran sebagai petunjuk dan pedoman bagi manusia,” katanya di Islamic Center Bekasi, Ahad (21/2/2016).

Kedua, orang tersebut tidak mengenal Syiah. “Kalau ada yang meragukan kesesatan Syiah, ternyata ia tidak mengenal Syiah,” lanjutnya.

Dan kemungkinan yang ketiga adalah orang tersebut tertipu oleh taqiyah orang Syiah. “Karena kerjanya orang-orang Syiah adalah berbohong,” terangnya.

Taqiyah adalah salah satu ajaran Syiah yang membolehkan penganutnya berbohong, khususnya kepada umat Islam.

“Saya setuju tidak perlu berdialog dengan orang-orang pembohong,” tegasnya.

Reporter: Zul, Irfan | Editor: Ally | JurnalIslam

***

 AHAD, 12 JUMADIL ULA 1437H / FEBRUARY 21, 2016

Sekretaris Komisi Dakwah MUI: Jangan Duduk-duduk dengan Syiah

BEKASI (Panjimas.com) – Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat, Ustadz Fahmi Salim MA menyatakan, salah bila gerakan anti Syiah adalah sebuah gerakan kebencian.

Hal ini disampaikan Ustadz Fahmi Salim menanggapi berbagai isu dan tudingan yang saat ini mengarah pada gerakan anti Syiah.‎

“Sangat salah besar jika ada yang mengatakan gerakan anti syiah adalah ajaran kebencian, sebaliknya gerakan ini tegak dan kokoh pada kecintaan,” kata Ustadz Fahmi Salim di hadapan jamaah yang hadir dalam deklarasi ANNAS Bekasi Raya di Masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi, Ahad (21/2/2016).‎

Sebagai ummat yang mencintai Allah dan RasulNya, manakala ayat Allah diolok-olok termasuk mereka yang mengingkari kebenaran ayat Allah terhadap para sahabat, hal inilah yang harus ditentang.‎‎

“Kita tidak memiliki kebencian apa pun kecuali apa yang dibenci Allah dan RasulNya,” tandasnya.

Selain itu, menurut Ustadz Fahmi Salim tak perlu lagi diskusi dengan Syiah yang kerap mengolok-olok ayat Al-Qur’an dan melecehkan para sahabat.

Ia pun mengutip firman Allah Ta’ala,

‎وَ قَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى اْلكِتبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ ايتِ اللهِ يُكْفَرُ بِهَا وَ يُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلاَ تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوْضُوْا فِى حَدِيْثٍ غيْرِهِ ‎

bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah ditentang dan diejeknya. Maka itu janganlah kamu duduk bersama mereka, sehingga mereka itu memasuki dalam pembicaraanan yang lain. (Q.S. An Nisa: 140).‎

Ia menjelaskan, bahwa mendengarkan kebatilan-kebatilan yang disampaikan aliran sesat Syiah, bisa menjadi sebuah dosa.‎

“Kita mendengarkan kebatilan yang duduk di samping kita, itu sudah suatu dosa,” tandasnya. [AW]‎

***

AHAD, 12 JUMADIL ULA 1437H / FEBRUARY 21, 2016

Ketua DDII Bekasi: Masih ada yang Bilang Syiah tidak Sesat, Ngaji Dimana?

BEKASI (Panjimas.com) – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bekasi, Ustadz Ahmad Salimin Dani MA mendukung adanya deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bekasi Raya.

Hal itu disampaikan Ustadz Salimin Dani, menyikapi maraknya geliat Syiah di Bekasi.

“Berdirinya ANNAS saya harapkan ini betul-betul menjadi benteng bagi Umat Islam dari kesesatan Syiah,” kata Ustadz Salimin Dani di hadapan jamaah yang hadir dalam Deklarasi ANNAS Bekasi Raya, di Masjid Nurul Islam, Islamic Center, pada Ahad (21/2/2016).

Di samping itu, Ustadz Salimin Dani menyampaikan agar kaum Muslimin mengetahui tentang kesesatan Syiah.

“Kalau masih ada orang yang mengatakan Syiah tidak sesat, saya bingung! Kajian darimana, ulama siapa yang bilang?” tanyanya.

Ustadz Salimin Dani menjelaskan, para ulama sudah menyatakan Syiah itu sesat, bahkan keluar dari Islam, lantaran ajaran Syiah menyatakan Al-Qur’an itu kurang dan melaknat para sahabat.

“Pendapat Al-Imam Sufyan Ats Tsauri ketika ditanya tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar, yakni orang-orang Syiah yang melakukan hal itu, ia berkata; mereka telah kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian ditanya, apakah kita boleh menyalatkan orang Syiah yang mati? Maka Al-Imam Sufyan Ats Tsauri mengatakan, haram hukumnya menyalatkan mereka!” ungkapnya.

Ia menambahkan, ulama hadits seperti Imam Bukhari pun sangat tegas dalam menyikapi Syiah.

Al-Imam al-Bukhari rahimahullah berkata, Bagiku sama saja shalat di belakang Jahmi (seorang penganut akidah Jahmiyah) dan Rafidhi (Syiah) atau di belakang Yahudi dan Kristen. Mereka tidak boleh diberi salam, tidak boleh pula dikunjungi ketika sakit, dinikahkan, dijadikan saksi, dan dimakan sembelihannya. [AW]/panjimas.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 949 kali, 1 untuk hari ini)