lustrasi Baliho Jokowi Tumbang, Pemotor tewas tertimpa baliho ‘Jokowi Presidenku NasDem Partaiku’ Selasa (10/7 2018)  di Jalan Rengas Bandung, Karangsambung, Kedungwaringin, Bekasi./ foto Merdeka.com/liputan6.com


Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY mengeluarkan surat larangan pelaksanaan Deklarasi Dukungan Calon Presiden 01 Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3/2019). Bawaslu menilai deklarasi tersebut sarat dengan kampanye di luar jadwal kampanye yang sudah ditentukan.

Sementara itu, Seknas Jokowi, M Yamin Meninggal Dunia dalam Iring-Iringan 5 Mobil Jakarta-Jogja untuk Deklarasi

Muhammad Yamin Mangkunegara. (Foto: Facebook/Muhammad Yamin)

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Sekretrariat Nasional (Seknas) Jokowi, Muhammad Yamin Mangkunegara (53), meninggal dalam perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta

Menurut kabar, sore ini (JUm’at 22/3) jenazah Yamin dibawa ke rumahnya di Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Padahal, kepergian Yamin ke Yogyakarta (dari Jakarta) adalah untuk menghadiri Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi se-Yogyakarta di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3) besok. Calon petahana Joko Widodo akan hadir dalam acara tersebut./publica-news.com 22 Maret 2019 | 17:59:50

Berikut ini berita dilarangnya deklarasi dukungan Jokowi di Jogja.

***

Deklarasi Dukungan Jokowi di Stadion Kridosono Jogja Dilarang

Petugas Satpol PP mencopot alat peraga kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin di pusat Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (19/3/2019). – Antara/Rahmad

Solopos.com, JOGJA—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY mengeluarkan surat larangan pelaksanaan Deklarasi Dukungan Calon Presiden 01 Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3/2019). Bawaslu menilai deklarasi tersebut sarat dengan kampanye di luar jadwal kampanye yang sudah ditentukan.

Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono menyatakan surat larangan kampanye bernomor S.0234/K.BAWASLU-DIY/III/2019 tersebut dikeluarkan setelah lembaganya meneliti dan mengecek jadwal pelaksanaan kampanye pada Pemilu 2019.

 “Setelah kami cek ke KPU DIY, panitia pelaksana kegiatan tidak terdaftar sebagai pelaksana kampanye. Kami melarang adanya kegiatan kampanye selama acara berlangsung,” kata dia Jumat (22/3/2019) sebagaimana dilaporkan Harian Jogja.

Bawaslu, kata Bagus, masih memperbolehkan panitia menggelar kegiatan dengan sejumlah syarat. Kegiatan tidak boleh bermuatan kampanye pemilu, termasuk adanya atribut, citra diri, ajakan memilih dan hal-hal lainnya di lokasi kegiatan. Dia juga meminta panitia segera mengajukan pemberitahuan tertulis kembali. Surat tersebut harus diajukan oleh pelaksana kampanye yang terdaftar di KPU DIY. Permberitahuan kegiatan ditujukan kepada Polda DIY dengan tembusan kepada KPU dan Bawaslu DIY.

“Dengan catatan, surat pemberitahuan tersebut tidak menyerupai metode kampanye rapat umum karena belum waktunya rapat umum digelar,” katanya.

Bagus merujuk pada Peraturan KPU tentang Jadwal dan Tahapan Kampanye, Metode Kampanye. Kampanye rapat umum baru dilaksanakan mulai Minggu (24/3/2019) lusa. Jika acara tetap dilangsungkan tanpa sesuai prosedur yang susah ditentukan, Bawaslu akan memproses sesuai dengan mekanisme penanganan pelanggaran Pemilu.

“Kalau dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang dilarang masih dilanggar maka kami akan bubarkan kegiatan bersama pihak kepolisian.”

Deklarasi dukungan untuk Jokowi digelar oleh Komunitas Alumni Jogja Satukan Indonesia. Selain menghadirkan Jokowi, deklarasi akan diisi dengan flashmobJuki Kill the DJ, orkestra gamelan Djaduk Ferianto, musikus Sri Krishna, band kegendaris God Bless, dan lainnya. Kegiatan tersebut rencananya berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dengan target peserta sekitar 30.000 orang.

Sumber : Harian Jogja/news.solopos.com

***

Saat Harian Jogja mengonfirmasikan surat Bawaslu tersebut, panitia enggan merespons. Namun, mereka memastikan Presiden Jokowi akan menghadiri kegiatan tersebut./ https://jogjapolitan.harianjogja.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.085 kali, 1 untuk hari ini)