Metrotvnews.com, Depok: (Kiri-kanan), Ketua Ormas Islam Al Irsyad Ustadz Baharmus, Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Hamzah Zainuddin, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Penggagas Muktamar I Ikatan Ulama dan Dai asia tenggara Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Deklarator Miumi Dr Muimudin, Ketua Dewan Dakwah Indonesia Ustadz Syuhada Bahri, Ketua Dakwah Perhimpunan Al Irsyad Ustadz Munif dan Ketua Majelis Ulama Singapura Ustadz Husein Ya’qub mengangkat tangan bersama saat Deklarasi dan Muktamar Pertama Ulama dan Dai se-Asia Tenggara di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/11). Deklarasi dan Muktamar Pertama Ulama dan Dai se- Asia Tenggara yang dihadiri Ulama dan Dai dari 11 negara Asia Tenggara diantaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Filipina, Vietnam, Laos, Kamboja dan Timor Leste tersebut mengambil tema Membangun Peradaban Asia Tenggara dengan Prinsip Moderat Ajaran Islam. MI/Bary Fathahilah/fz
http://foto.metrotvnews.com/ 29 November 2014 20:00 WIB
Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara Dideklarasikan
KIBLAT.NET, Depok – Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara hari ini, (29/11) dideklarasikan di Depok. Acara itu dihadiri ratusan peserta perwakilan ulama dan dai dari seluruh negara di Asia Tenggara.
“Rabithah ini sebagai wadah untuk silaturahim, konsolidasi, ta’awun para ulama dan dai di Asia Tenggara,” kata inisiator deklarasi Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA, di Depok, Sabtu (29/11).
Rasmin menambahkan bahwa sebagai wadah ulama dan dai lembaga ini akan melakukan upaya peningkatan keilmuan dan amal. Selain itu juga sebagai sarana untuk memaksimalkan dakwah dan penguatan akidah umat Islam di Asia Tenggara dalam bingkai prinsip wasatiyyah (pertengahan).
“Makna wasatiyyah ini kita ingin benar-benar pertengahan, bersikap tidak berlebih-lebihan, kalau sekarang dikenal dengan istilah ekstrim,” terang Rasmin.
“Dan sikap pertengahan dari yang memudah-mudahkan, yang kemudian menganggap Islam tidak lagi aktual dan diperlukan liberalisasi dan seterusnya,” imbuhnya.
Ikatan ulama ini, menurut penjelasan Zaitun Rasmin, juga sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan antar masyarakat di Asia Tenggara, khususnya kalangan umat Islam. Sehingga, dapat membantu mencegah perselisihan dan pertikaian antar negara ASEAN.
Kemaslahatan Muslim di Asia Tenggara juga menjadi objek perjuangan ikatan ulama ini. Sasaran utamanya adalah umat Islam yang menjadi minoritas di wilayahnya.
“Ikatan ini akan memperjuangkan kemaslahatan masyarakat Muslim, khususnya yang minoritas. Karena selama ini mereka kehilangan hak-haknya,” terang Rasmin.
Deklarasi Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara ini juga dihadiri Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, dan ratusan perwakilan dari seluruh negara Asia Tenggara termasuk Timor Timur.
Muktamar pertama kali ini juga akan dibentuk kepengurusan dari ikatan ulama dan dai se-Asia Tenggara.

Reporter: Imam S.
Editor: Fajar Shadiq
(nahimunkar.com)

(Dibaca 467 kali, 1 untuk hari ini)