.

Ribuan Ummat Islam berkumpul di komplek stadion Manahan Solo Jawa Tengah untuk menyatukan suara ummat, yaitu Cinta Sunnah Anti Syiah, Rabu, 25 Desember 2013.

Ketua DDII Jawa Tengah Ust. Aris Munandar menegaskan bahwa acara ini sekaligus sebagai simbol penolakan ajaran sesat seperti Ahmadiyah, Inkarus Sunnah dan juga Syiah. Statemen agak unik disampaikan oleh H. Moedrick Sangidoe. Tokoh kawakan kota Solo ini menyatakan kegeramannya terhadap pengamanan berlebihan oleh aparat pada hari Natal. “Sebagai orang Islam saya tersinggung.” Sikap berlebihan itu, menurut Moedrick, merupakan stigmatisasi secara tidak langsung bahwa umat Islam itu teroris dan suka menyerang perayaan Natal. “Kenapa hal serupa tidak diberlakukan untuk hari-hari besar umat Islam?” tandasnya.

Kiblatnet memberitakan sebagai berikut.

***

Inilah Naskah Deklarasi Komunitas Pecinta Sunah di Surakarta

Pernyataan Komunitas Pencinta Sunnah Surakarta

Menyikapi perkembangan kondisi ummat Islam yang semakin jauh dari identitas Islam, teromabang ambingkan oleh berbagai aliran dan pemikiran sesat, maka Komunitas Pencinta Sunnah Surakarta menyatakan:

  1. Mengajak kaum muslimin kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallahu ‘alahi wa sallam sebagai sumber petunjuk, hukum, dan inspirasi kehidupan kaum muslimin.
  2. Mengajak kaum Muslimin untuk meneladani RasulullahShallahu ‘alahi wa sallam, dan sahabat Rasulullah Shallahu ‘alahi wa sallam terutama pendahulu pertama dari Muhajirin dan Anshor, dalam mengamalkan dan memperjuangkan Islam.
  3. Menolak segala pemikiran dan pemahaman agama yang bertentangan dengan Sunnah Nabi dan pemahaman para sahabat yang mulia Radhiyallahu ‘anhum.
  4. Memupuk cinta kepada Rasulullah Shallahu ‘alahi wa sallam, ummahatul mukminin, serta para sahabat Radhiyallahu ‘anhum, yang dibuktikan dengan mempelajari keutamaan dan keteladanan mereka, meneladani mereka, dan membela nama baik mereka.
  5. Mengajak kaum muslimin untuk bersama-sama menjadi Ummat Pecinta Sunnah Nabi saw dan Sahabat, menolak segala kekufuran, kefasikan, dan segala kemaksiatan.

Surakarta, 12 Safar 1435 H/ 16 Desember 2013 M

Dengan Nama Allah Kami Masyarakat Muslim Surakarta menyatakan sebagai Komunitas Pencinta sunnah Nabi Shallahu ‘alahi wa sallam, Ummahatul Mukminin seluruh ahlul bait, serta semua sahabat generasi pertama dan Muhajirin dan Ansor, siap mengikuti manhaj dan sunnah mereka dalam memenangkan Islam sebagaimana yang Allah perintahkan dan Rasulullah wasiatkan. Siap menghidupkan sunnha Nabi dalam kehidupan kami. Semoga Allah mengumpulkan kami dengan Nabi Muhammad saw, Keluarga Beliau, Ummahatul Mukminin serta Seluruh sahabat Beliau dengan kecintaan kami kepada mereka.

Allahu Akbar

Surakarta, 12 Safar 1435 H/ 16 Desember 2013 M

  • Majlis Ulama Indonesia Surakarta
  • Dewan Syari’ah Kota Surakarta
  • Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
  • MIUMI Surakarta
  • Pondok Pesantren Darusy Syahadah
  • Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Isy Kariman
  • Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki
  • Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ibnu Abbas Klaten
  • Lasykar Umat Islam Surakarta
  • Laskar Al Islah Surakarta
  • FKAM Surakarta
  • Majlis Ta’lim Joglo Arrahmah
  • Majlis Taklim Masjid Istiqlal
  • Jamaah Anor Tauhid Surakarta
  • Yayasan Da’wah HD Al Hakam
  • Santri Makaryo
  • Ma’had Ali An Nuur
  • MITTQUM (Madrasah Ibtidaiyyah Terpadu Tahfidzul Qur’an Al Maksum)
  • Majlis Taklim Masjid Damam
  • Sekolah Islam Al Azhar 28
  • Kajian Islam Muslimah Isy Karima

(rudy/kiblat.net)

***

Ribuan Massa Surakarta Sambut Deklarasi Komunitas Pecinta Sunah

KIBLAT.NET — Pagi hari saat umat Kristen merayakan Natal, menyusuri jalan-jalan di kota Solo terasa lengang. Di ruas simpang Fajar Indah hingga bundaran Manahan yang menjadi langganan macet, semua kendaraan berjalan lancar tanpa hambatan. Sampai ketika menjelang Mapolresta Surakarta, beberapa polisi sibuk mengatur lalu-lintas. Arus mulai tersendat. Rupanya, di Stadion Manahan sedang digelar perhelatan besar melipatkan ribuan massa.

DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta) bersama elemen-elemen umat Islam se-Surakarta menggelar Deklarasi Akbar Komunitas Pencinta Sunnah. Acara dimulai tepat pukul 06.00 WIB. Dibuka dengan jalan sehat yang dipimpin langsung oleh Ketua DSKS, Dr. Muinudinillah Basri, Lc. MA. Para peserta yang hadir berbaris rapi mengikuti orasi sang pemimpin dan berputar mengelilingi stadion dimulai dari pintu masuk selatan.

Beberapa laskar umat Islam berjaga-jaga untuk mengatur barisan dan menjaga batas agar tidak mengganggu jalan. Tidak cuma peserta ikhwan yang bersemangat untuk ikut, peserta akhwat pun tampak antusias melangkahkan kaki demi berhasil mencapai satu putaran stadion.

Acara dilanjutkan dengan orasi beberapa tokoh yang memberikan sambutan. Selaku ketua DSKS, Dr. Muin menjelaskan pentingnya identitas sebagai Ahlussunnah yang salah satu cirinya adalah mencintai para shahabat Nabi dan ummahatul Mukminin. Ketua MUI Solo, Dr. dr. KH. Zainal Arifin Adnan, SpPD-KR yang memberikan sambutan setelahnya, menegaskan bahwa umat Islam di Solo sanggup menjaga suasana kondusif dan tidak akan pernah mengganggu selama tidak diganggu.

Berlebih Amankan Natal, Aparat Singgung Umat Islam

Ketua DDII Jawa Tengah Ust. Aris Munandar menegaskan bahwa acara ini sekaligus sebagai simbol penolakan ajaran sesat seperti Ahmadiyah, Inkarus Sunnah dan juga Syiah. Statemen agak unik disampaikan oleh H. Moedrick Sangidoe. Tokoh kawakan kota Solo ini menyatakan kegeramannya terhadap pengamanan berlebihan oleh aparat pada hari Natal. “Sebagai orang Islam saya tersinggung.” Sikap berlebihan itu, menurut Moedrick, merupakan stigmatisasi secara tidak langsung bahwa umat Islam itu teroris dan suka menyerang perayaan Natal. “Kenapa hal serupa tidak diberlakukan untuk hari-hari besar umat Islam?” tandasnya.

Walikota SoloWakil Walikota Solo, Achmad Poernomo memberikan sambutan.

Tak ketinggalan, dari pihak aparat pemerintah, Wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo juga memberi dukungan atas gelaran acara ini. Beberapa ormas umat Islam Solo seperti MTA (Majlis Tafsir Al-Qur’an) pun ikut memberikan sambutan.

Puncak acara ini ditandai dengan deklarasi Komunitas Pecinta Sunnah. Deklarasi ini secara simbolik diikuti dengan pelepasan balon udara warna warni oleh wakil walikota Solo dengan digantungi spanduk bertuliskan “Komunitas Pecinta Sunnah”.

Sekitar pukul 10.00 WIB, acara ditutup dengan pembagian door prize oleh panitia. Ratusan door prize dibagikan kepada peserta yang beruntung disebut nomernya. Door-prize terbesar didapat seorang ibu yang dengan senangnya menerima lemari es. (rudy/kiblat.net)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.827 kali, 1 untuk hari ini)