.

Seorang muslim diperintahkan oleh Allah untuk mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan meneladani beliau. Allah Subhannahu Wa Ta ‘ala berfirman:

 “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia dan apa yang di larangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr:7)

Jika seorang muslim berhadapan dengan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan ingin beribadah kepada Allah dengannya, maka sebelum mengamalkan hadits-hadits tersebut, dia harus memahami beberapa hal yang merupakan kaidah (dalam memahami) hadits itu, agar pemahamannya benar dan pengamalannya terhadap hadits tersebut mendapat petunjuk (terarah).

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengucapkan suatu hadits atau beramal dengan suatu amalan, sesungguhnya beliau menghendaki maksud tertentu dari ucapan dan amalan tersebut, sehingga tidak ada perbedaan yang kontradiktif antara lafazh hadits (teksnya) dan maknanya serta keterangan dari hadits tersebut, karena jika hadits dipahami dengan salah atau diamalkan tidak sesuai dengan maksud hadits hadits itu, niscaya akan turun wahyu untuk meluruskan (amalan yang salah itu) dan mengoreksinya.

Contoh:

Kasus yang dialami oleh ‘Adi bin Hatim ketika turun firman Allah:

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. “ (QS. Al-Baqoroh:187)

Dia (‘Adi bin Hatim Radhiallahu ‘Anhu) mengambil dua helai benang, yang satu berwarna putih dan yang satu berwarna hitam, kemudian diletakkannya di bawah bantalnya, lalu dia mulai melihat (mengamati) kedua benang itu dan tidak tampak sesuatu (perubahan).

Dan ketika dia memberitahu Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallammaka beliau bersabda: “ Yang dimaksud dengan dua benang tersebut yaitu gelapnya malam dan cerahnya waktu siang.”

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  menerangkan kepadanya apa yang dimaksud dari nash al-Qur’an itu.

Dan di antara kaidah-kaidah penting yang sepantasnya dipelajari oleh seorang muslim agar pemahaman dan pengambilannya (untuk diamalkan) terhadap Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dapat benar adalah sebagai berikut:

1.    Memahami Sunnah Dengan Tuntunan Al-Qur’an
2.    Mengumpulkan Hadits-Hadits Yang Satu Tema Dan Pembahasan Pada Satu Tempat.
3.    Jama’(Menggabungkan dan Tarjih) Di Antara Hadits-Hadits Yang Bertentangan
4.    Mengetahui Nasikh Dan Mansukh Suatu Hadits
5.    Mengetahui Asbabul Wurud Hadits
6.    Mengetahui Gharibul Hadits
7.    Memahami Sunnah Seperti Yang Dipahami Sahabat Rasulullah
8.    Merujuk Kitab-Kitab Syarah Hadits

Dikutip dari buku: Kaidah Memahami Sunnah

Written by Administrator

http://al-irsyad.or.id/index.php/21-frontpage/frontpage/613-delapan-kaidah-memahami-sunnah

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.247 kali, 1 untuk hari ini)