Inilah beritanya:

Dede Utomo: Penistaan Agama Adalah Bagian Dari Hak

KEBERADAAN Syiah dan Ahmadiyah menjadi masalah berkepanjangan bagi umat Islam di Indonesia. Meski tokoh MUI sudah memfatwakan keduanya sesat, namun bagi Calon Komisioner Komnas HAM, Dede Utomo, kedua aliran ini patut diberikan haknya.

“Penistaan agama adalah hak yang diperlukan. Tidak masalah jika karena mengatakan ini saya tidak terpilih menjadi komnas HAM,” katanya dalam fit dalam fit and proper test di Komisi III DPR RI, Selasa (16/10/2012) malam.

Saat ditemui Islampos.com, Dede menjelaskan lebih jauh maksud dari perkataannya tersebut. Ia mengatakan penistaan agama perlu dilakukan sebagai kritik terhadap agama.

“Penistaan agama memang perlu, karena kalau tidak begitu, bagaimana kita dapat mengetahui agama,” ujarnya enteng.

Baginya, masalah Syiah dan Ahmadiyah adalah wilayah penafsiran. Dan para penggiat HAM  dilarang memasuki wilayah penafsiran karena hanya akan melahirkan perdebatan.

“Kita tidak masuk ke sana, kita bicara demokrasi dan hak asasi manusia,” paparnya.

Menanggapi pernyataan Dede, Ketua Umum MIUMI, Hamid Fahmi Zarkasy, menyatakan ucapan aktivis homoseksual itu ‘ngawur’.

“Tidak boleh semua orang menafsirkan agama sendiri-sendiri. Menafsirkan agama ada ilmunya, tidak sembarangan. Menistakan agama termasuk melanggar HAM. Di Amerika saja menistakan agama melanggar HAM,” katanya kepada Islampos.com, Rabu (17/10/2012).

HAM, lanjut Hamid, dilarang melampaui wewenang dan batas-batas di dalam agama.

“Karena kalau HAM mau menghukumi agama, bagaimana jika kemanusiaan juga dihukumi oleh agama?” tanya balik Hamid. (Pizaro/Islampos)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.608 kali, 1 untuk hari ini)