Foto portal-islam.id


Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa berkata atas nama Allah ‘azza wa jalla tanpa ilmu adalah perkara yang lebih besar dari kesyirikan.

***

Pendukung Jokowi, Farhat Abbas melontarkan pernyataan kontroversi sejak dipercaya menjadi salah satu juru bicara pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Terbaru Farhat mengungkapkan jika Jokowi adalah presiden yang bakal menuntun Indonesia masuk surga.

Sebaliknya bagi mereka yang tak memilih jokowi justru bakal masuk neraka.

“Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga !

Yang Gak Pilih Pak Jokowi dan Yang Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jokowi !

Bakal Masuk Neraka ! ( jubir-Indonesia),” tulis farhat di akun instagramnya @farhatabbastv226. (lihat https://www.portal-islam.id).

Mari kita analisis ungkapan yang berkaitan dengan surga tapi tanpa dalil itu.

Perlu diingat, surga adalah milik Allah. Yang berhak memasukkan surga hanyalah Allah. Dan yang berhak memberikan ketegasan siapa dan bagaimana yang akan  masuk surga hanyalah Allah, denga melalui wahyuNYa yakni Al-Qur’an dan Hadits (Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Siapa yang berkata mengenai hak Allah itu, sedang dia bukan Utusan Allah Ta’ala yang diberi wahyu, maka pada hakekatnya sama dengan mengangkat dirinya sebagai nabi. Kecaman dari Allah pun telah difirmankan di Kitab Suci.

Berdusta atas nama Allah tanpa dalil shahih seperti itu merupakan larangan paling besar, dan mengikuti syetan.

Silakan simak ini.

***

Bahaya Berkata Atas Nama Allah Tanpa Ilmu

Alangkah banyak sekarang ini orang-orang yang lancang, tanpa rasa takut mereka berkata atas nama Allah ‘azza wa jalla atau atas nama agama, tanpa ilmu. Padahal Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa berkata atas nama Allah ‘azza wa jalla tanpa ilmu adalah perkara yang lebih besar dari kesyirikan. Berikut ini kami bawakan nukilan penjelasan Ibnul Qayyim rahimahullah terkait hal di atas.

Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan berkata atas nama Allah ‘azza wa jalla tanpa ilmu dalam fatwa dan memutuskan hukum, serta menjadikannya sebagai perkara haram yang paling besar, bahkan pada tingkatan tertinggi. Allah ‘azza wa jalla berfirman,

قُلۡ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ ٱلۡفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ وَٱلۡإِثۡمَ وَٱلۡبَغۡيَ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَأَن تُشۡرِكُواْ بِٱللَّهِ مَا لَمۡ يُنَزِّلۡ بِهِۦ سُلۡطَٰنٗا وَأَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٣٣

“Katakanlah (wahai Muhamad), sesungguhnya Rabbku telah mengharamkan perbuatan keji yang yang tampak ataupun tidak, (juga mengharamkan) dosa, berbuat zalim tanpa sebab yang haq, mensekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak pernah ada dalil dari Allah dan kalian berkata atas nama Allah sesuatu yang tidak kalian tahu ilmunya.” (al-A’raf: 33)

Allah ‘azza wa jalla menyebutkan urutan perkara yang diharamkannya menjadi empat tingkatan. Allah ‘azza wa jalla memulai dengan yang paling ringan, yaitu fawahisy (perbuatan keji). Urutan kedua ialah yang lebih keras keharamannya, yaitu dosa dan perbuatan zalim. Urutan ketiga, yang lebih besar keharamannya dari dua hal sebelumnya, yaitu perbuatan syirik. Allah ‘azza wa jalla menyebutkan pada urutan keempat, sesuatu yang lebih besar keharamannya dari semua hal di atas, yaitu berkata atas nama Allah ‘azza wa jalla tanpa ilmu. Hal ini mencakup berkata atas nama Allah ‘azza wa jalla tanpa ilmu dalam hal nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, dan dalam agama serta syariat-Nya. (I’lamul Muwaqqi’in)

Setan Memerintah Manusia Berkata Atas Nama Allah Tanpa Ilmu

Perlu diingat, setan terus berupaya menyesatkan bani Adam. Di antara langkah mereka menyesatkan bani Adam adalah membisikkan dan memerintahkan seseorang untuk berkata atas nama Allah ‘azza wa jalla tanpa ilmu. Allah ‘azza wa jalla berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ حَلَٰلٗا طَيِّبٗا وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٌ ١٦٨

إِنَّمَا يَأۡمُرُكُم بِٱلسُّوٓءِ وَٱلۡفَحۡشَآءِ وَأَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ١٦٩

“Wahai manusia, makanlah oleh kalian apa yang di bumi yang halal dan baik, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena dia adalah musuh yang nyata bagi kalian.

Dia hanyalah memerintahkan kalian untuk berbuat jelek dan kekejian dan agar kalian berkata atas nama Allah sesuatu yang tidak kalian tahu ilmunya.” (al-Baqarah: 169)

Asy-Syaikh Abdurahman as-Sa’di rahimahullah berkata, “Berkata atas nama Allah ‘azza wa jalla tanpa ilmu termasuk perkara haram yang paling besar. Ini merupakan jalan setan yang dia serukan. Ini adalah jalan setan dan bala tentaranya yang mereka serukan. Mereka mengerahkan makar dan tipu muslihat mereka. Hal tersebut (mereka lakukan) untuk menyesatkan makhluk dengan cara apa pun yang mereka bisa.” (Tafsir as-Sa’di)/ http://asysyariah.com Oleh admin  09/09/2015 di AkidahAsy Syariah Edisi 103

***

Mengikuti perkataan itu sama dengan mengikuti setan

Karena ucapan pendukung Jokowi tersebut mengikuti syetan, dan merupakan pelanggaran larangan yang paling besar, maka bila diikuti pada hakekatnya sama dengan mengikuti syetan. Bagaimana tanggung jawab orang itu, ketika ketua umum partai pengusung Jokowi itu sendiri pidatonya terindikasi mengingkari akherat.

Telah tersebar beritanya,

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik dalam perayaan HUT PDIP ke 44 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Ada isi pidatonya yang sangat riskan bagi setiap Muslim yang memang wajib mengimani kehidupan akherat setelah fana’nya dunia ini. Bahkan mengimani hari akherat setelah hancurnya dunia ini adalah termasuk satu dari rukun iman yang 6. Dan itu berdasarkan keyakinan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, para ulama perlu mengkaji pidato Megawati ini, karena menyangkut inti keyakinan Umat Islam yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun disinggung oleh Megawati, diantaranya sebagai berikut:

“Disisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa “self fulfilling prophecy”, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya.” https://www.nahimunkar.org/terungkap-heboh-pidato-megawati-yang-diprotes-umat-islam-karena-mengandung-penistaan-terhadap-ajaran-islam/

Perlu diketahui, agama (Islam) sudah sempurna dan diridhoi oleh Allah Ta’ala. Hingga mengenai yang masuk surga ataupun neraka pun sudah dijelaskan.

Dapat dilihat, bagaimana ajaran masuk surge yang benar, sebagai berikut.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

« كُلُّ أُمَّتِى يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، إِلاَّ مَنْ أَبَى » . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ : « مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى »

“Semua umatku pasti akan masuk surga kecuali orang yang enggan.” Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?” Beliau menjawab, “Barangsiapa mentaatiku pasti masuk surga, dan barangsiapa mendurhakaiku maka dialah orang yang enggan (tidak mau masuk surga, pent).”. (HR. Al-Bukhari no.6851, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu).

Perkataan jubir Jokowi tersebut di atas tampaknya sudah terindikasi menunjukkan pada posisi apa yang disabdakan: “… dan barangsiapa mendurhakaiku maka dialah orang yang enggan (tidak mau masuk surga, pent).”

Semoga Umat Islam waspada dan tetap mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga termasuk yang beliau sabdakan, “Barangsiapa mentaatiku pasti masuk surga,…”

Berikut ini berita mengenai ungkapan jubir Jokowi yang dimaksud.

***

MULAI NGACO! Farhat Abbas: Yang Pilih Jokowi Masuk Surga, Yang Gak Pilih Bakal Masuk Neraka!

[PORTAL-ISLAM.ID] Pendukung Jokowi, Farhat Abbas melontarkan pernyataan kontroversi sejak dipercaya menjadi salah satu juru bicara pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Terbaru Farhat mengungkapkan jika Jokowi adalah presiden yang bakal menuntun Indonesia masuk surga.

Sebaliknya bagi mereka yang tak memilih jokowi justru bakal masuk neraka.

“Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga !

Yang Gak Pilih Pak Jokowi dan Yang Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jokowi !

Bakal Masuk Neraka ! ( jubir-Indonesia),” tulis farhat di akun instagramnya @farhatabbastv226.

Sontak unggahan ini memantik reaksi dari warganet.

Dominan netter mengecam pernyataan farhat itu.

@zakialatas26: Gilaaaa2 udah kaya isis, Yg gk ikut kereka MASUK NERAKA!!! Hebaat amat lu bas bisa tau surga Nerakanya org.

@drusvwandana: yaelah boss boss, cari makan aja sampe segininya. dukung mah dukung aja, nggak segitunya juga keles.

@__rakyatbiasa__: woy Bangs*t @farhatabbastv226 emang suraga punya nenek eluhh // loh kalo mau tenar bikin prestasi bodoh bukan cari sensasi …ahhh dasar #CEBONG

@annarusmayana: Cinta kpd seseorang ga hrs juga spt itu,itu namanya taqlid buta… Mmgnya Nnt di yaumil Hisab pak Farhat Minta syafaat nya sama jokowi…itu Sama saja pak Farhat menyandingkan jokowi spt Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam…. Rasulullah itu manusia yg sangat Baik yg diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,yg sdh jelas akan masuk syurganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala…kok pak farhat sampai hati menyamakan kedudukan Rasulullah dgn jokowi…pak farhat sehat??????

Dan masih banyak lagi. Ada ratusan yang komentar dan mengecam.

Link IG status kontroversial Farhat Abbas: https://www.instagram.com/p/BniYP_fnU-T/

Sumber : portal-islam.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 615 kali, 1 untuk hari ini)